Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 46 Agnes part 2


__ADS_3

Ken yang tengah berjalan memasuki restoran terlihat mengambil ponselnya yang sedari tadi berderit,sejenak kemudian dia memasukan ponsel itu lagi tanpa mengangkat panggilan yang ternyata dari Agnes.


Ken dan Jodi telah berada di mejanya saat ini,menelisik pandangan ke arah meja yang seharusnya ada Jack dan Naya disana,tapi sepertinya mereka belum datang.


Jodi duduk dengan tenang di hadapan Ken,tak ada sepatah katapun keluar dari keduanya,hingga seorang pelayan datang menghampiri.


"Kami masih menunggu rekan,aku akan memanggilmu saat ingin memesan" ujar Jodi yang seperti tahu apa yg ada di hati Ken saat ini,dan benar saja Ken memang belum ingin memesan sesuatu.


Pelayan itu mengangguk dan meninggalkan meja Ken.


Tak lama kemudian Ken menatap kearah dimana Jack dan Naya datang,matanya tak berkedip mengawasi tiap gerakan dua insan yang datang dan tampak mesra.


"Sial...!!! kenapa mereka mesra sekali?? apa Naya jatuh cinta pada Jack? dia terlihat bahagia"


Ken berbicara dalam hati,raut mukanya terlihat kesal dengan pemandangan itu.


Naya tampak begitu cantik dengan balutan dress berwarna navy,sangat kontras dengan kulit putihnya,make up yang tidak terlalu tebal membuat wajah naya semakin segar dan nampak semakin cantik.


Sungguh Ken sangat kesal melihat pemandangan itu,apa lagi saat Jack dengan gentle memperlakukan Naya seperti ratu.


Jodi hanya tersenyum tipis melihat Ken seperti kebakaran jenggot.


"Salah sendiri begitu lamban meraih pujaan hatinya,sekarang dia kebakaran jenggot saat orang lain mendapatkan gadis pujaanya cih"


Ken masih saja memperhatikan pasangan itu dan memasang telinganya dengan baik mendengarkan tiap percakapan pasangan itu dengan bantuan alat penyadap yang ada di bawah meja Jack.


"Kau mau pesan apa sayang?" tanya Jack pada Naya.


"Terserah kau saja Jack" ujar naya singkat,sebenarnya Naya masih sangat canggung dengan panggilan dari Jack untuknya,tapi dia menepis rasa canggung itu jauh-jauh.


Jack memilih menu pada sebuah buku menu yang di berikan oleh pelayan,setelah menyebutkan makanan yang dia pesan pelayan pun mencatatnya dan segera beranjak dari sana.


"Kau sangat cantik sayang" ucap Jack saat menatap wajah Naya dan menggenggam tangannya.Naya merona dengan pujian kekasihnya.


"Kenapa wajahmu merah begitu hemm?" tanya Jack yang semakin membuat Naya malu.


"Kau ini,jagan menatapku begitu...aku malu" lirih Naya sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah kepiting rebus.


Jack tergelak melihat tingkah Naya yang menggemaskan di matanya.


"Kenapa malu? kau sangat cantik sayang...wanitaku sangat cantik...aku mencintaimu" kata-kata Jack sungguh membuat Naya merasakan jantungnya berpacu dengan cepat,Naya merasa ada bunga-bunga yang mekar di hatinya.


"Kenapa kau tak membalasku? apa kau tidak cinta padaku?" goda Jack lagi.


"Perlukah ku katakan Jack? sedangkan kau tau jika aku berada disini bersamamu itu karena apa" ucap Naya malu-malu.


"Tapi aku ingin mendengarnya" goda Jack lagi.


"Ayo katakan" Jack mulai merengek.


"Aku mencintamu Jack..." Lirih naya,Jack sangat bahagia tapi tidak dengan Ken,dia merasakan sesak didadanya saat mendengar percakapan mereka.


Ponsel Jodi berderit.


"Nona Agnes? kenapa dia menelponku?" gumam Jodi,tapi dia segera bangkit dari tempat duduk dan agak sedikit menjauh dari Ken lalu mengangkatnya.

__ADS_1


"Hallo?"


"Jodi??? tolong aku Jod..!!" terdengar Agnes dengan suara panik yang memburu.


"Ada apa?" tanya Jodi.


"Ada yang mengejar mobilku Jod,aku takut..ku mohon tolong aku" suara Agnes terdengar begitu ketakutan.


"Kau ada dimana nona?" tanya Jodi dan Agnes pun menyebutkan jalan tempat dia berada saat ini.


Jodi kembali ketempat duduknya,Ken masih sibuk dengan pengamatannya.


"Tuan.."


"Hmm"


"Nona Agnes menelponku"


"Lalu apa hubungannya denganku?" pandangan Ken masih melekat ke arah Jack dan Naya.


"Dia sedang dikejar seseorang"


"Kau yakin itu bukan tipuannya?" Ken beralih menatap Jodi.


"Sepertinya dia memang sedang dalam bahaya tuan,dia terdengat sangat ketakutan"


"Apa kau yakin Jod?"


"Ya tuan,juga terdengar suara mobil tadi itu artinya dia memang sedang berada dalam perjalanan dan menyetir mobil" Jodi meyakinkan,Ken mendengus kesal.


"Ada di jalan G tuan"


"Kita kesana,merepotkan saja...!!!" Ken benar-benar kesal saat ini,dia melangkah keluar dari restoran dengan wajah dinginnya,suasana hatinya sedang kacau.


*


"Jodi..kapan kau akan datang Jod?" gumam Agnes yang ketakutan,dia terus melajukan mobilnya.Mobil yang mengikutinya semakin dekat,di tempat yang cukup sepi tiba-tiba mobil itu menyalip mobil Agnes dan kemudia terdengar rem yang berdecit,mobil itu berhenti melintang di tengah jalan.


Agnes yang terkejut dan panik akhirnya membanting stirnya ke arah kana demi menghindari menabrak mobil hitam itu.


"Aaaaaaahhhkkkk"


BRUUG DEEERRR


Mobil Agnes terhenti saat menabrak pembatas jalan.Agnes yang masih shock itu terdiam terpaku.Beberapa orang keluar dari mobil hitam itu dan mengetuk kaca mobil Agnes.


"Keluar...!!!" teriak salah seorang pria,Agnes yang gemetar ketakutan masih diam di belakang kemudinya.


Salah seorang pria lainnya memecahkan kaca mobil Agnea dan membuka pintu mobil dengan paksa.


Agnes terkejut bukan main saat salah seorang dari pria itu menariknya keluar dari mobil.Tangan Agnes berdarah karena luka dari pecahan kaca tadi.


"Lepaskan aku...lepaskan..!!! siapa kalian hah??!!!" teriak Agnes,tapi pria-pria itu tak juga menjawab mereka terus menyeret Agnes.


Agnes terus meronta dan berteriak,lalu salah satu diantara 4 pria tadi menuangkan cairan dari botol coklat ke sebuah sapu tangan dan membekamkannya ke wajah Agnes.

__ADS_1


Perlahan Agnes tak sadarkan diri,mereka segera memasukkan Agnes ke dalam mobil,tapi aksi mereka lebih dulu terlihat oleh Ken dan Jodi yang baru sampai.


Ken keluar dari mobil dan menghampiri ke 4 pria itu.


Buughhh


Ken melayangkan tinjunya ke salah satu dari mereka,Jodi pun tak kalah geramnya,perkelahian tak dapat terelakkan.


Beberapa lama kemudian Ken dan Jodi pun berhasil mengalahkan ke 4 pria itu.


"Kau angkat dia kemobil" Ken memerintah.


"Aku tuan?"


"Ya siapa lagi? tidak mungkin aku juga yang mengangkatnya kan?" sungut Ken. Jodi hanya pasrah dan menuruti perintah Ken.


"Kau duduk di belakang aku yang menyetir" ujar Ken lagi.Dan lagi-lagi Jodi hanya pasrah meskipun ada kekesalan di hatinya.


Ken memasuki mobil dan duduk di belakang kemudi saat Jodi telah lebih dahulu masuk ke jok belakang bersama Agnes dalam gendongannya.


"Kenapa mukamu?" tanya Ken pada jodi saat melihat muka Jodi tidak biasa.


"Tidak apa tuan"


"Apa kau juga takut pada wanita yang pingsan?" tanya Ken sengan nada meledek.


"Tentu saja tidak tuan"


"Lalu kenapa mukamu tegang begitu? dia pingsan jadi jangan anggap dia wanita,anggap saja kau sedang membawa karung beras." ujar Ken asal.


"Astaga...yang benar saja,jelas-jelas dia adalah wanita,bagaimana bisa aku menganggapnya karung beras??"


Gumam Jodi dalam hati.


Ken melajukan mobil dengan tenang,dengan sesekali menatap Jodi dari kaca di atas kepalanya,Ken merasa lucu dengan Jodi yang tampak gelisah.


"Kemana kita akan membawa nona Agnes tuan?" tanya Jodi.


"Aku tidak tahu,apa kau punya ide? yang jelas aku tidak akan membawanya ke mansionku"


"Apa kita akan membawanya ke apartemennya saja?" tanya Jodi lagi.


"Aku tidak tahu dimana apartemennya" jawab Ken.


"Aku akan mencari informasi tuan" ucap jodi.


"Nanti saja,sekarang bagaimana kalau Agnes dibawa ke Apartemenmu saja dulu? baru setelah itu kau cari info dimana apartemennya"


Jodi terbelalak dengan usulan ken yang menurutnya mengada-ada.


"Tapi..tapi..tuan" Jodi tergagap.


"Kenapa panik begitu haha,kita ke mansionku Jod kau tenang saja,tadi aku hanya bercanda" Ken tergelak melihat muka panik asistennya.


"Dasar boss gila,dia senang sekali mengangguku" umpat Jodi.

__ADS_1


__ADS_2