
PoV.JACK
Sial kenapa sekertarisku makin berani? dia bahkan mengajakku makan siang,yang benar saja...aku bahkan muak melihat penampilannya dengan pakaian kerja yang ketat dan minim itu.
Hampir saja moodku hancur karena kedatangannya keruanganku,apa perlu ku pecat dia dan mencari sekertaris baru??
Ah sudahlah,lebih baik aku cepat pulang dan bertemu dengan Naya,ya..seharian ini wajahnya selalu ada dalam pikiranku,bahkan berkas-berkas yang bertumpuk dimejakupun menampilkan wajahnya.
Oh astagaa...apa aku jatuh cinta?? entahlah yang jelas saat ini aku ingin segera pulang.
Segera ku hubungi Rendi untuk menggantikan tugas-tugasku di kantor,aku memutuskan untuk membawa mobilku sendiri.
"Ren kau urus semua berkas di mejaku setelah jam makan siang usai,dan undur saja semua jadwal meeting hari ini,dan satu lagi,kau tak perlun megantarku aku akan menyetir sendiri''
Setelah berbicara pada Rendi di saluran telpon ku putus,aku segera bergegas keluar ruangan,terlihat Sherly yang masih duduk di mejanya dengan muka cemberut.
Aku yakin itu karena penolakanku tadi,tapi aku tak perduli,aku tetap melangkah menuju lift yang akan membawaku ke lantai dasar.
Kudapati mobilku di parkiran khusus,lagi-lagi bayangan wajah Naya melintas di benakku,membuatku tak sabar lagi untuk sampai di mansion.Segera ku lajukan mobilku menembus keramaian lalu lintas di jam makan siang ini,memang sedikit macet dan itu berhasil membuatku kesal.
Akhirnya setelah bergelut dengan kemacetan jalanan aku telah sampai di mansionku,aku tergesa memasuki mansion,seolah hati ini tak sabar melihat wajah Naya.
"Tuan sudah pulang?" bi Asih menyambutku.
"Kan aku bilang tadi akan pulang cepat" ucapku.
"Iya tuan tapi bibi pikir tuan akan mulang sore nanti" wanita paruh baya yang telah merawatku dari kecil itu tampak keheranan dengan kepulanganku yang tiba-tiba.
Memang tak biasanya aku pulang di jam seperti ini,biasanya paling cepat aku akan pulang di jam minum teh pada sore hari karena aku biasa pulang larut malam.
"Dimana Naya" tanya ku pada bi Asih yang masih sibuk dengan expresi terkejutnya.
"Nona Naya ada di dapur tuan"
"Sedang apa?" tanyaku pada bi Asih tapi entah mengapa kaki ini melangkah begitu saja ke arah dapur.
"Jack? kau sudah pulang?" bahagia rasanya mendapati Naya tersenyum dia sedang asyik memasak di dapur.
"Ya aku ingin makan siang dirumah" jawabku singkat dengan mata ini masih menatapnya lekat.
__ADS_1
"Tentu saja Jack,aku akan menyiapkannya untukmu,tunggulah sebentar ini takkan lama" Naya masih menampilkan senyum yang begitu indah di mataku,akupun hanya mengangguk dan terus saja memandanginya yang begitu gesit bergelut dengan alat-alat dapur.
"Kenapa kau berdiri disitu? duduklah disana Jack" Naya menunjuk meja makan yang tak begitu jauh dari dapur,akupun menuruti perkataanya,entah sejak kapan aku rela di suruh-suruh olehnya.
Tak selang begitu lama,Naya datang dengan masakannya,dia meletakkan semua yang dimasaknya tadi,dengan cekatan dia mengisi piringku dengan beberapa menu yang dia masak tadi,sungguh ini hal yang sangat membuatku bahagia akhir-akhir ini.
"Duduklah disini" ucapku seraya menarik kursi untuknya,Naya hanya tersenyum dan mengikuti permintaanku.
"Aku hanya akan duduk disini Jack,kau makanlah"
"Kau tidak ikut makan?" tanyaku pada Naya.
"Aku masih kenyang,nanti saja aku akan makan bersama bibi"
"Kenapa tidak makan bersamaku saja?"
"Sudah ku bilang aku masih kenyang Jack"
"Makanlah.." Aku mengarahkan sendokku padanya,Naya terheran dengan sikapku,tapi akhirnya dia menerima suapan dariku.
"Kita makan berdua oke?" Naya hanya tersenyum dan mengangguk,aku terus menyuapkan makanan ke mulut Naya dan juga menyuapkannya pada diriku sendiri hingga makanan di piring pun tandas.
"Biar kubantu" aku menawarkan diri dan Naya terlihat terkejut dengan tingkahku,aku sendiri juga tak tahu kenapa aku ingin melakukannya.
POV.NAYA
Dia kenapa sih? kenapa dia bersikap aneh? ah tidak lebih tepatnya bersikap manis,ya..sangat manis.
Apakah dia sedang merasa senang hari ini? entahlah yang jelas Jack terlihat sangat manis dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya sedari tadi saat kami makan sepiring berdua,haishh....seperti judu lagu saja.
Keanehannya berlanjut sampai pada saat aku ingin merapihkan piring kotor bekas makan aku dan dia tadi,dia membantuku menyimpan kembali makanan bahkan dia juga tak segan membantuku mencuci piring tadi.
Astaga...senyum itu lagi...aku di buat meleleh saja dengan senyumannya.
"Kenapa?" dia bertanya padaku,padahal akulah yang seharusnya bertanya dia sedang kenapa.
"Ah tidak apa Jack,terimakasih telah membantuku"
"Tidak masalah,baiklah aku akan berganti pakaian dulu ke kamarku"
__ADS_1
"Baiklah aku akan membantumu kalau begitu" aku pun berjalan beriringan dengan Jack menuju kamarnya,mengambilkan baju ganti adalah tugasku sejak aku bekerja disini.
Jack terlebih dahulu masuk ke ruang kerjanya,itu biasa dia lakukan sebelum masuk ke kamar,dia akan meletakkan tas kerjanya disana,sedangkan aku segera masuk ke dalam kamarnya dan menuju walk in closet membuka lemari dan mengambil pakaian ganti untuk majikan manisku,upz...majikan manis??
Segera ku tepis pikiran itu dari kepalaku,kuletakkan pakaian itu di atas ranjang king size milik Jack.
Ceklek...
Pintu terbuka,dan inilah dia...makhluk Tuhan yang sangat manis,ya..dia manis...manis sekali dengan semua sikapnya hari ini.
"Pakaianmu sudah siap Jack"
"Trimakasih Nay"
Oh astaga...apa tadi?? trimakasih??? aku tidak salah dengar kan barusan?? biasanya cuma HMMM saja yang terdengar, fix dia memang sangat manis.
"Nay..." Jack mengibaskan telapak tangannya didepan wajahku membuat ku tersadar dari lamunanku.
"Ah iya" tak dapat ku sembunyikan keterkejutanku dengan segala sikapnya.
"Kau kenapa?"
"Ti..tidak Jack,aku tidak apa-apa,lekas ganti pakaianmu aku akan menunggumu disini,dan aku akan berbalik badan" Aku membalikkan badanku memunggungi Jack,memang itu yang selalu aku lakukan saat dia mengganti pakaiannya.
"Kau boleh keluar jika kau tak ingin melihatku telanjang" ujar Jack yang kontan membuatku bersorak.
"Apakah kau menghapus peraturan lama dan mengganti dengan peraturan baru Jack?" tanyaku dan masih dengan posisi memunggunginya.
"Ah..ya Naya,aku akan segera mengganti semua peraturan kerjamu" sungguh aku sangat bersorak bahagia saat ini,aku akan terbebas dari pemandangan yang akan menodai mataku,sungguh ini sebuah kabar bagus mungkinkah aku perlu merayakannya nanti dengan bi Asih?
"Apakah kau akan tetap disitu dan menungguku berpakaian Nay?" Oh Tuhan bodohnya aku masih bertengger di kamar ini,spontan aku langsung melangkah cepat menuju pintu untuk keluar kamar,ku dengar Jack tergelak dibelakangku.Sudah jelas dia pasti sedang menertawakan kebodohanku.
"Kau tak perlu keluar dari sini Naya" Pernyataan itu membuatku shock,apa maksudnya??? bukankah tadi dia bilang aku boleh keluar saat dia berpakaian???.
"Tapi Jack,bukankah tadi kau bilang..."
"Ya tapi aku sudah selesai berpakaian sekarang"
"Benarkah?" aku masih tak percaya,aku harus waspada siapa tahu dia menipuku.
__ADS_1
"Ya,berbalik dan lihat sendiri" ragu-ragu aku berbalik dengan mata terpejam,terdengar Jack menahan tawanya,ku buka mataku perlahan dan ternyata...