Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Awal Mula


__ADS_3

Ini karya author yang pertama. Mohon maaf jika masih ada salah beberapa penulisan 🙏


Kala matahari belum memunculkan sinarnya, embun pagi masih bersahabat, seorang gadis turun dari ranjangnya guna menjalankan kewajibannya menghadap kepada yang kuasa.


Dian panggilannya, seorang gadis berlesung pipi yang tinggal di kontrakan di kota S bersama ibunya, sang ayah yang meninggal 3 tahun sebelumnya di karenakan penyakit kanker yang di alaminya.


Oleh karena itu, ibunya lah yang harus membanting tulang demi menghidupi dirinya dan anak gadis semata wayang nya itu dengan berjualan kue kering setiap harinya.


"Selamat pagi Bu! Hari ini bikin kue lagi ya?" Sapa Dian kepada ibunya


"Pagi sayang, kamu bantu ya masukin itu ke dalam plastik nya" Seru Ibu Ida


*Setelah selesai...


"Kamu antarkan kue ini ke warung biasa ya nak, titipkan disana!"


"Baik bu, Dian berangkat ya. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, hati hati" Jawab Bu Ida


Di warung*


"Nak Dian kuenya letakkan disitu saja. Oh iya ini hasil kemarin ya." kata ibu penjaga warung sambil memberikan sejumlah uang atas penjualan kue kemarin

__ADS_1


"Alhamdulilah, terimakasih bu kalau begitu saya pamit. Assalamualaikum" Pamitnya sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya


"Waalaikumsalam, hati hati Dian" Seru ibu penjaga warung tersebut


Andai saja anakku belum menikah, pasti akan ku jodohkan denganmu Dian. Batin ibu penjaga warung tersebut


Sesampainya di rumah Dian mengucap banyak syukur


Dian POV **


*Setelah aku pulang dari warung, dijalan aku bertemu seseorang yang aku pikir ustadz ternyata dia seorang Kiai, yang kulihat sedang kerepotan mengangkat banyak barang disaran. Ku langkahkan kakiku mendekatinya dan menawarkannya bantuan


"Assalamualaikum, apa ustadz butuh bantuan?"


"Mari saya bantu"*


*Setengah jam setelah selesai, sang Kiai yang biasa di panggil Abah Husain itu bercerita bahwa dia mendirikan madrasah di sekitar area tersebut tetapi beliau belum menemukan seorang pengajar.


"Insyaallah ustadz, saya bersedia." Ucap Dian dengan yakin


"Alhamdulilah.... Terimakasih banyak neng, mulai sekarang kamu panggil saya Abah Husain ya, kamu besok sudah mulai bisa mengajar disini mulai jam 2 siang sampai jam 4 sore. Tetapi saya minta maaf, saya belum bisa memberi kamu bayaran karena madrasah ini baru di bangun" Jelasnya dengan rasa bersalah.


"Tidak apa Abah, insyallah saya ikhlas meskipun ilmu saya belum sebanyak orang lain. Kalau begitu saya pamit dulu, Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam, hati hati ya Neng" Ya Allah terimakasih banyak, masih ada orang baik seperti dia, Batin Abah*


Author POV **


"Assalamualaikum, Dian pulang!" Ucapnya sambil tersenyum


"Waalaikumsalam, kelihatannya kamu senang sekali ada apa Dian?" Tanya ibunya penasaran


"Ibu tau tidak, Dian dijalan bertemu dengan seseorang, Abah Husain namanya, dia mendirikan madrasah di area sekitar warung ujung jalan tadi dan Dian menawarkan diri untuk mengajar anak anak ilmu agama disana"


"Alhamdulilah, semoga apa yang kamu ajarkan akan berguna bagi semua ya nak"


"Terimakasih Bu"


Keduanya banyak mengucap rasa syukur meskipun Dian tidak memberitahu ibunya bahwa tidak banyak uang yang akan di terimanya dari hasil mengajar ini.


Assalamualaikum, mohon dukung karya author ya karena author masih baru dan masih banyak salah juga terimakasih buat kalian yang sudah mampir


Mohon maaf jika masih ada salah, nanti akan author revisi


Terimakasih banyak....


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2