
Happy reading πΌπΌπΌ
Jadwal author up belum tentu ya, jadi kalau ada waktu senggang dan kesempatan pasti author cicil beberapa episode dulu ya π
Dimohon kesabarannya ya... π
...
"Ini mau makan apa mau ribut?" kata Abdar seraya mengambil sendok nasi dan menuangkan nasi ke piringnya.
Besok paginya...
"Mau kemana?" tanya Abi tengah melihat Abdar menghidupkan mobilnya
"Mau ke pesantren bi, hari ini jadwal ngajarnya pagi"
"Hati hati, gak mau sarapan dirumah dulu?"
"Nanti saja bi, Umi juga belum masak"
Umi yang pagi itu memang masih ke pasar berbelanja bahan makanan untuk keluarga nya.
"Berangkat dulu ya bi,, Assalamualaikum" sambil mencium punggung tangan Abi
"Waalaikumsalam"
Setelah sampai di pesantren, Abdar memarkirkan mobilnya di lahan parkir yang disediakan. Kemudian langsung menuju kantor, saat di jalan ia berpapasan dengan sepupunya Farhan.
"Assalamualaikum kak" kata Farhan menyapa sepupunya itu
"Waalaikumsalam, mau kemana Han?"
"Mau nyari Ummah, katanya ada di masjid"
"Ngomong ngomong, kak Abdar makin tampan ya. Apa lagi suka sama seseorang?"
__ADS_1
Kemudian keduanya tertawa.
"Gak ada hubungannya sih Han, cuma yang kamu omongin benar"
Mereka duduk di bangku yang di sediakan disekitaran pesantren.
"Siapa kak?" tanya Farhan saat memulai obrolan
"Sebenernya awalnya kakak gak mau saat Abi sama Umi ngasih saran buat kenalan sama perempuan ini. Karena masih trauma sama masa lalu"
"Makanya itu, setelah kakak tau dia kaya gimana kakak agak nyesel ya. Kaya mikir kenapa gak dari dulu kenal dia" lanjut Abdar
Keduanya tertawa lagi.
"Sejujurnya Farhan juga lagi suka sama seseorang tau kak" ujar Farhan
Memang dari dulu Farhan lebih suka untuk menceritakan apa yang ia rasakan kepada Abdar, dikarenakan mereka dari kecil sudah sering bareng juga.
"Oh iya, siapa?"
Deg,, jantung Abdar berdetak kencang mendengar penuturan Farhan.
"Kamu kenal dia?" tanya Abdar
"Tidak kak, dia jutek cuek juga" jawab Farhan terkekeh
Sesaat Abdar terdiam.
"Jutek? Cuek? Bukannya Dian perempuan yang ramah?" pikirnya
"Kak?"
Ucapan Farhan membuyarkan lamunan Abdar.
"Yasudah, kakak ke kantor dulu ya"
__ADS_1
Usai berpamitan, Abdar langsung pergi begitu saja.
"Kak Abdar kenapa?" gumam Farhan seakan menyadari ada yang tidak beres dengan sepupunya
Saat berjalan menuju kantor, pikiran Abdar yang tak karuan.
"Mungkin bukan Dian?"
"Tetapi siapa yang Farhan temui?"
"Bagaimana jika....?"
Sampai di kantor, dan Abdar terduduk lemah di kursinya memijat pelipisnya.
"Ustadz baik baik saja?" tanya ustadz Rizal
"Tidak apa apa ustadz, hanya sedikit pusing memikirkan masalah"
"Sejujurnya masalah merupakan hal yang lumrah terjadi kepada manusia. Cuma hanya bagaimana agar masalah itu tidak menjadi berkepanjangan ustadz" ujar Ustadz Rizal
"Terimakasih atas sarannya ustadz"
Usai berdrama dengan otaknya, Abdar melanjutkan aktivitas nya pagi itu hingga hari menjelang sore. Ia baru menyadari kalau dia belum makan dari tadi pagi.
Saat pulang, Abdar mampir ke sebuah warung di dekat pesantren dan mengisi perut disana.
Usai membayar, dan ia langsung melajukan mobilnya menuju jalan pulang ke rumah.
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π
__ADS_1