
Happy reading πΌπΌπΌ
...
Sekedar informasi, PPKM Jawa-Bali di perpanjang sampai tanggal 2 Agustus 2021 dan baru di mulai tanggal 26 Juli 2021. So, buat para readers jika masih bisa di rumah, di rumah aja dulu ya. π
Btw hari ini author double up soalnya waktunya rada renggang, semoga kalian suka ya π
___
Kegiatan hari ini disudahi, waktunya mengistirahatkan fisik maupun mental.
Cukup menguras tenaga bagi Dian dan ibunya, perjalanan dari kotanya menuju desa tempat ayahnya di makamkan.
Sampai di desa tepat pukul 11 siang, dan langsung disambut oleh bibi nya disana.
Tokk...tokk...tok...
Ketukan pintu terdengar di sebuah yang tidak terlalu besar dipinggir jalan setapak itu.
"Assalamualaikum" Bu Ida mengucapkan salam
"Waalaikumsalam" seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuk mereka.
"Ayo masuk" ajak wanita tersebut yang merupakan kakak perempuan dari Ibu Ida sendiri.
__ADS_1
*Dian POV
Aku dan ibuku sampai di kampung tempat kelahiran ayah. Kami memutuskan menginap 3 hari disini.
Sampai disana aku dan ibuku disambut oleh bibi.
Kemudian bibi mempersilahkan kami masuk, dan beliau mengatakan jika hanya tersisa satu kamar, yang artinya aku dan ibu akan tidur bersama. Itu tak jadi masalah buatku.
Jam dinding menunjukkan pukul 4 sore, ibu dan aku mempersiapkan diri untuk ziarah ke makam ayah. Kami berjalan menyusuri jalan setapak yang tidak terlalu besar itu.
Setelah sampai di pemakaman, mataku menyusuri gudukan batu nisan disana. Ya, 3 tahun lalu ayah di istirahatkan disini. Buliran air bening lolos dari pelupuk mataku.
Kami sampai di batu nisan yang ibu maksud. Setelahnya kami membacakan ayat Al Qur'an.
Dalam hatiku menjerit, aku belum sempat membahagiakan laki laki pertama yang aku cintai.
Rasanya ingin ku ceritakan apa yang ku alami 3 tahun belakangan ini. Andai ayah tau, tapi aku selalu percaya ayah selalu melihat apa yang kami alami.
Kemudian, kami sama sama memanjatkan doa untuk ayah, semoga beliau di tempat kan di sisi terbaiknya.
Hari mulai petang, burung burung bersautan seakan tau apa yang dialami manusianya.
Kami kembali pulang ke rumah bibi sore itu. Aku mengusap batu nisan yang bertuliskan nama ayah disana. Air mata tak dapat lagi ku bendung, ibu pun merasakan hal yang sama.
"Sudah, ayo kita pulang" ajak Ibu
__ADS_1
5 langkah berjalan, dan aku berbalik lagi melihat makam ayah.
"Yah, tenang disana ya. Insyaallah Dian bakalan jaga ibu buat ayah" gumam ku tersenyum.
"Ayo" ucap Ibu
Kami pun pulang menuju rumah bibi, dalam perjalanan pulang aku terus saja menunduk.
Benar, aku rindu sosok ayah. Siapapun tidak akan bisa menggantikan beliau, dan aku selalu ingat kata kata ayah.
"Jika ada laki laki yang memintamu, ayah selalu berdoa semoga dia lebih mencintaimu daripada ayah"
Itulah ucapannya saat besok nya aku bertambah umur ke 17 tahun. Aku yang saat itu tak mengerti sedikit membantah ucapan ayah.
"Tidak!! Tidak ada laki laki seperti itu di dunia ini. Hanya ayah yang bisa mencintaiku dengan setulus ini"
*Author POV
Setelah mengingat ayahnya yang meninggalkannya beberapa tahun silam, Dian dan ibunya mengistirahatkan badan mereka.
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π