Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Sedikit konflik


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Usai menerima tawaran dari sahabat karib nya, Umi membuyarkan lamunan Abi.


"Bi, kenapa?" tanya Umi


"Ah tidak ada Umi. Bukannya Hasan mempunyai anak perempuan juga ya?"


"Ah iya, dia lulusan di Universitas Mesir kan?"


"Lalu kenapa?" tanya Umi lagi


"Tidak Umi. Ayo masuk kamar" ajak Abi


Hayooo... kira kira ada yang bisa menebak pikiran Abi gak? 😁


Malam hari, perut sudah mengeluarkan suaranya menandakan cacing di perut Abdar sedang menari. Yang kemudian Abdar turun ke bawah, mendapati Umi nya tengah menyiapkan untuk makan malam mereka.


"Umi, cantik" puji Abdar terkekeh kecil


"Memang cantik kan? Tapi jangan sampai kau menikahi gadis hanya karena cantik. Akhlak yang paling penting."


"**Wanita berakhlak di ibaratkan angka 1, jika dia cantik tambahkan angka 0, jika dia berilmu tambahkan angka 0 lagi, jika dia dari kalangan terpandang tambahkan 0 lagi. Kemudian menjadi 1000, tetapi semua itu tak ada artinya jika tidak ada angka 1 yang hanya akan menjadi 000."


Beda ya kalau punya ortu islami πŸ˜πŸ™**


"Abi, muka Umi merah tu... Udah kaya kepiting rebus wkwkwk" ejek Abdar


"Anak ini ya... Ayo makan, Umi sudah lapar"

__ADS_1


Kemudian mereka makan bersama dan hanya di iringi suara garpu, sendok dan piring yang tak beraturan.


Usai makan...


"Besok kita ke rumah ustadz Hasan ya, beliau mengundang kita untuk makan malam disana"


"Ustadz Hasan itu yang mana Bi?" tanya Abdar yang memang tak tau siapa dia


"Astaga, bukankah anak nya dulu berteman dengan mu saat kalian masih sekolah dulu?" jawab Umi mencoba mengingatkan


"Ohh... Safwa bukan?"


"Mungkin..." jawab Abi


"Umi juga tidak tau" kata Umi


"Jadi siapa?" Abdar tampak berpikir mengingat siapa sebenarnya


Sepertinya bakalan ada yang bimbang nih nanti, hayooo pilih mana kira kira? 😁😁


Sementara itu di rumah Surya...


"Dek,, kapan masuk madrasah lagi?" tanya Surya menghampiri adik kecil nya


"Iyaa kak, nanti siang udah masuk lagi kok. Pengen ketemu mbak Dian lagi ya?" jawab adik nya terkekeh


"Anak kecil ini yaa..." jawab Surya mencubit kecil hidung adik nya


"Ih sakitttt" rengek Aina


"Jangan keras keras, nanti Ibu denger"

__ADS_1


"Biarin wleeee" kata Aina menjulurkan lidahnya


"Awas aja, gak kakak kasih coklat" ancam Surya kepada adiknya


"Ih mau coklattt"


"Gak mau, wleeee" kata Surya menirukan gestur sama seperti adiknya


Kemudian Aina mengikuti Surya sampai ke depan pintu kamar nya.


"Udah, balik kamar sana" usir Surya


"Ih, mau coklat" teriak Aina hampir menangis


"Iya dekk. Nanti kakak beliin, mau berapa? Seratus?" ucap Surya


"Iya dua ratus boleh"


Surya kemudian menunduk menyamakan tingginya dengan adik kecilnya. Sambil mengusap pelan kepala Aina


"Nanti ompong"


Langsung Aina menangis sekeras-kerasnya, membuat ibu nya menyadari mereka.


"Udah kak, jangan di gangguin terus adiknya" lerai ibu seraya menenangkan Aina


"Loh, ibu ni suudzhon terus" ucap Surya membela diri


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊


__ADS_2