
Happy reading..
Selamat hari Jumat, semoga yang di rencanakan segera di laksanakan 🤗 semoga yang di amin kan cepat dan segera di kabulkan
"Astagfirullah" telepon genggam yang di pegangnya terjatuh setelah mendapat telepon dari sebuah rumah sakit,
"Kenapa, sayang? Apa yang jatuh?" tanya sang suami dengan paniknya mendengar suara dari arah dapur
hikss, aku baru saja mendapat kebahagiaan.. kenapa sekarang malah jadi seperti ini.
Dia langsung menghambur ke pelukan suaminya dan menumpahkan tangis nya di dekapan sang suami, meski tidak berbicara apapun sebelumnya suaminya paham betul bagaimana rapuhnya istrinya saat ini.
"Sudah tenang ya, sekarang cerita ada apa. Tadi siapa yang telepon, hemm?" tanya Abdar dengan lembutnya seraya tangannya membelai lembut kepala istrinya
"Dari rumah sakit, Mas. Ayo ke kita kesana sekarang" jawab Dian di sela sela isak tangisnya
"Siapa yang sakit, sayang?" tanya nya lagi
__ADS_1
Kemudian dia menceritakan bahwa pihak rumah sakit memberitahunya bahwa ibunya di tabrak lari oleh sebuah sepeda motor dengan secara sengaja. Hal ini lantas membuat nya panik sepanik paniknya. Abdar langsung memanggil Umi dan Abi untuk berpamitan. Abi berpesan untuk tetap berhati hati dan memberikan kabar setibanya sampai di sana.
*Flashback on
"Ibu, mau kemana pagi pagi?"
"Ibu mau ke pasar sebentar, ya. Abdar mau titip sesuatu?" tanya mertuanya yang hendak pergi itu
"Tidak, ibu berhati-hatilah" ujar Abdar
apa? tolong jaga Dian? memang ibu mau kemana? ah sudahlah mungkin hanya pikiran ku saja
Abdar menganggap perkataan ibunya hanya angin lalu saja, tetapi siapa sangka itu mengandung sebuah pesan yang mendalam.
Tidak bohong jika Abdar tidak memikirkan hal itu.
Beberapa jam setelahnya, dia terkejut sekaligus panik mendengar kabar dari sang istri bahwa ibu mertuanya mengalami kecelakaan dan lebih parahnya bahwa ibunya dengan sengaja di tabrak oleh sebuah motor. Tetapi siapa? Apakah seseorang yang tidak menyukai dirinya atau istrinya?
__ADS_1
Sepertinya aku tidak mempunyai musuh..
"Maaf, luka di tubuh korban cukup parah. Dan sekarang korban masih belum sadarkan diri" ucap dokter menjelaskan
Baru pertama kali aku melihat sisi lain yang berbeda dari istri ku. Dia begitu rapuh sekarang, aku bisa memahami karena hanya ibu lah satu satunya yang dia punya sekarang. Ya Allah, kuatkan istri ku untuk menerima segala ujian mu. Aku benar benar tidak kuasa melihatnya seperti ini, kembalikan senyumannya seperti dulu lagi. Gumam Abdar sambil menatap wajah cantik istrinya dalam dalam.
Sesaat kemudian, Umi dan Abi datang menghampiri mereka yang sama sama larut dalam pikiran masing masing.
"Neng, makan dulu gih. Umi udah bawakan makanan" ujar Abi
"Nanti saja Bi" jawab Dian tanpa menoleh dengan suara pelannya
Mereka bertiga kemudian saling menatap, sangat sangat paham apa yang Dian rasakan sekarang. Umi kemudian memberikan kekuatan untuk menantunya
"Dian, kalau kau terus larut seperti ini apa juga yang kau dapat? Jika ibumu tau dia pasti juga akan sangat marah karena anaknya ini tidak mementingkan kesehatannya sekarang. Kau tahu, setiap manusia akan pergi jika sudah waktunya. Jadi tidak perlu memikirkan nya ya, Umi, Abi dan Abdar paham betul bagaimana perasaanmu sekarang. Kami semua ada disini bersama mu. Jadi tenang saja ya, sekarang makan dulu ya. Ayo, Umi suapin" ujar Umi memberi pengertian
"Terimakasih, Umi"
__ADS_1