Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Mencintai berarti merelakan


__ADS_3

Happy reading...


Selamat hari Senin, dan selamat beraktifitas kembali.. Jangan lupa senyum semuaaa 🤗


"Kak.." suara ketukan pintu terdengar


Surya membuka pintunya dan muncullah omelan dari ibunya karena melihat kamarnya yang berantakan.


"Maksudnya apa?" tanya ibunya berdecak


"Ini Bu, mau nyari baju" jawab Surya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Mau kemana?"


Kemudian dia menjelaskan kepada ibunya bahwa dia akan menghadiri pernikahan temannya besok.


..


"SAHHH" suara orang orang yang bergema di masjid yang tidak terlalu besar itu.


"Terimakasih mas, semoga kau bisa menuntunku menuju surganya" tak terasa air matanya menetes dan hal itu di rasakan pula oleh ibu mertuanya

__ADS_1


"Kau tahu, Dian? Perempuan tidak hanya dilahirkan sekali, tetapi tiga kali. Pertama, saat ia dilahirkan sebagai seorang putri. Kedua, saat dia di lahirkan sebagai seorang istri. Dan ketiga, saat ia di lahirkan sebagai seorang ibu" ujar Umi seolah saling menguatkan bahwa dia juga merasakan hal yang sama


Acara akad hanya di hadiri oleh keluarga dekat saja, sebelumnya pula Abdar sudah mengkonfirmasi kepada Surya untuk datang saat acara resepsi saja.


"Mari, kita temui suamimu sekarang" ajak Umi kemudian menggandeng tangan putrinya yang sudah jatuh ke pelukan orang lain


Pasturi baru itu sama sama merasakan kebahagiaan yang tiada habisnya, sang suami kemudian menyentuh ubun ubun sang istri.


Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi


Artinya: Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.


..


Ia seperti melihat orang yang dia kenal di sana dan terlihat jelas dari raut wajahnya dia sangat bahagia.


"Abdar.." gumamnya lirih


"Jadi perempuan yang ku temui itu adalah calonnya yang sekarang menjadi istrinya"


Terkadang Tuhan membuat kisah hidup kita berjalan dengan seseorang hanya untuk sebagai teman di suatu masa. Tapi tidak sebagai pasangan selamanya."

__ADS_1


Semoga kebahagiaan menyertai keluarga kecilmu kelak, Abdar. Jangan sampai gagal seperti aku, karena akan sangat sakit untuk bangun sendirian lagi..


Arra melangkahkan kakinya menjauhi tempat tersebut dan menuju tempat kerjanya, dia sudah ikhlas apapun itu untuk sekarang..


**


Acara resepsi pun di mulai, kedua keluarga ini sedari awal sudah memutuskan untuk tidak mengadakan acara yang tidak terlalu mewah tetapi juga tidak terlalu sederhana, jadi yang sedang sedang saja.


"Ning mana ya?" mata Farhan yang sedari tadi terus mencari sosok yang sudah membuat tidurnya tak karuan


Akhirnya, pucuk di cinta ulampun tiba.. Sosok nya muncul dengan kedua orang tua yang mendampinginya. Tak ingin melewatkan kesempatan baik ini, dia langsung mencium tangan kedua orang itu dan mengklaim itu adalah mertuanya suatu saat..


Author bantu aminkan ya, Han wkwkwk 😂


Sementara itu juga, Surya yang baru tiba melihat sosok yang dia kenal jelas. Ya, Safwa disana dan bersama kedua orang tuanya, tetapi? Siapa laki laki itu?


"Assalamualaikum, Ustadz" Surya menghampiri mereka disana dan duduk di kursi yang sudah tersedia


"Waalaikumsalam, Tama.. Bagaimana kabarnya, ayo duduk duduk" ujar Ustadz Hasan


Safwa yang tersenyum manis di balik niqabnya itu, tetapi ada yang aneh. Kenapa wajah Farhan langsung berubah setelah kedatangan Tama?

__ADS_1


Ah, jangan terlalu besar kepala. Berharap akan membuatmu sakit sendiri,,, lirihnya dalam hati


__ADS_2