
Happy reading...
"Wah, tampan sekali mirip banget sama Ayahnya ya.."
Zayn Adyastha, nama yang pasangan tersebut pilih untuk di sematkan kepada anak pertama mereka. Baby Zayn menjadi berhak tersendiri untuk banyak orang. Dari Umi dan Abi yang ingin di panggil kakek dan nenek, maupun ibu Ida yang ingin di panggil Uti (nenek).
Seminggu setelah kepulangan baby Zayn, ibu muda ini menjadi sangat produktif hari harinya. Bahkan, dia sendiri terpana dengan paras putranya hingga membuatnya mereog setiap kali Zayn menangis atau membuka mulutnya.
Kini usia baby Zayn sudah menginjak dua bulan dan dia sedang menjadi bulan bulanan semua orang baik kakek, nenek maupun utinya. Wajah tampan dan pipi imutnya membuat semua orang tidak bisa berpaling.
"Mas, baru pulang" seru Dian mendapati suaminya memasuki kamar saat dirinya baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan menetes ke lantai, sontak itu membuat gairah lelaki Abdar langsung bergejolak mengingat dia sudah berpuasa dua bulan semenjak kelahiran putranya.
"Tidak usah melihatku begitu mas" jawab Dian sambil tersenyum kearah cermin
"Apa mas bisa buka puasa hari ini, sudah dua bulan senjata ini tidak di gunakan sayang" jawabnya sambil memeluk sang istri dari belakang sambil melingkarkan tangan kekarnya
__ADS_1
"Tapi aku baru selesai mandi"
Setelah perdebatan kecil dengan suaminya, akhirnya Dian setuju dengan syarat dia memberikan ASI-nya untuk Zayn terlebih dahulu.
Kenapa makin besar? Lihat, anak kecil ini berani beraninya membuat dada istriku makin besar... sabar, hanya dua tahun Zayn setelah itu ibumu full punya ayah oke.. gumam Abdar menggenggam erat tangan mungil putranya seolah mengajak berdiskusi bersama
"Udah kan sayang? Mas kasih ke Uti, kamu jangan kabur kemana mana ya!"
Setelah kembali, Abdar langsung menerkam sang istri dan terjadilah agedan tersebut pada siang hari itu...
"Jadi gimana, Ning?" tanya seorang perempuan paruh baya di depannya menatapnya dalam seolah ingin meminta jawaban darinya
"Bismillahirrahmanirrahim, insyaallah saya menerima lamaran Kang Farhan menjadi suami saya" jawabnya lantang
"Alhamdulilah"
__ADS_1
Ruangan yang tadinya sunyi mendadak menjadi hangat setelah jawaban tersebut. Kini statusnya menjadi calon istri dan rencananya, dua bulan lagi akan di adakan acara akad nikah mereka di susul dengan resepsi di hari itu juga.
"Maaf sebelumnya, apakah kamu tidak ada rasa terpaksa dalam menerima ini? Mengingat umurku lebih muda" ujar Farhan menyatakan keresahannya di depan semua orang
"Saya tidak merasa terpaksa ataupun kasihan, ini semua saya terima atas dasar saya dari dalam hati saya sendiri. Umur hanyalah angka, semua manusia di nilai dari sikap dan perilakunya"
Semua orang merasa lega karena dari keduanya tidak ada yang menyimpan keterpaksaan dan saling terbuka antara satu sama lain.
Yuk, mampir ke karya otor yang terbaru.. jangan lupa like, tap ke favorit kalian..
Ibukota tidak selalu kejam, ada KAMU di dalamnya. Siapa sangka, dari aplikasi datting online aku bisa menemukan pria yang menurutku dia sangat mendekati kriteria ku. Tetapi siapa sangka, mantannya jauh lebih mengenalnya daripada aku, hingga suatu hari aku menyusul nya hingga ke ibukota dan apa yang aku dapat? Ternyata dia...
~KAMU dan Jakarta
__ADS_1