Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Lanjut


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


Jika gak sesuai sama kemauan kalian maafin aja ya, karena ini menurut haluan author sendiri. πŸ‘πŸ˜


...


"Kak? Gak kenapa kenapa kan?" panggil Aina saat memperhatikan kakaknya tengah melamun.


"Ngga dek, makasih infonya ya" jawab Surya tersenyum ketir.


"Gak kenapa kenapa, tapi senyumnya kaya terpaksa gitu" ledek adiknya


"Anak kecil diem aja"


"Ini urusan orang dewasa" lanjut Surya sambil melamun


"Yeee,,, yaudah awas aja" kemudian Aina langsung meninggalkan kakaknya menuju kamarnya


Sejenak otak Surya kembali berputar. Memikirkan sesuatu yang belum terjadi memang membuat pusing.


"Bagaimana ini" keluhnya memijat pelipisnya


"Abdar,,, apa jangan jangan dia tau? Tapi kemarin Abdar ngapain ya ke madrasah?"


"Apa jangan jangan?" kata Surya menebak nebak sendiri


"Ah, tidak tau lah. Semoga saja tidak"


Kemudian Surya memejamkan matanya, berharap bisa sedikit melupakan kejadian apa saja yang terjadi hari ini.


Sementara itu di madrasah...

__ADS_1


"Anak Ayah kenapa?" tanya ayah Ahmad mendapati anaknya tengah melamun


"Tidak ayah" jawabnya sedikit menunduk


"Adek lagi ada masalah?"


Memang saat dirumah, Farhan terbiasa dipanggil adek oleh orang tuanya. Entah kenapa, tetapi tidak masalah juga karena Farhan menyukainya juga.


"Lagi suka sama orang?" tanya ayahnya lagi


"Kok Ayah tau?" jawab Farhan mengangkat kepala nya dan menatap dalam mata ayahnya


"Ayah gituloh... Sekarang cerita, siapa gadis itu"


"Farhan juga gak tau yah, kita gak sengaja ketemu. Jujur, kita ketemu saat waktu itu Ummah menyuruh Farhan mengantarkan sesuatu ternyata yang Ummah berikan itu alamat madrasah yang Abi dirikan"


Ayah Ahmad diam menanggapi cerita putranya.


"Doakan dia, jika memang jodoh, sejauh apapun dia pergi, dia akan kembali ke satu hati" kata Ayahnya


"Tapi yah, bagaimana bisa mendoakan? Namanya saja Farhan gak tau" ucap Farhan mengeluarkan keluh kesahnya kepada ayahnya


"Jika tidak tau namanya kenapa? Doakan biar Allah selalu menjaganya"


Sedikit tertegun mendengar ucapan ayahnya, Farhan menundukkan kepalanya lagi. Dan kemudian Ayahnya langsung meninggalkan nya.


"Benar kata ayah" gumamnya


"Tapi takut dia ada yang punya. Aku akan sangat berdosa mencintai seseorang yang ternyata sudah memiliki ikatan dengan orang lain"


"Ya Allah, dimanapun dia jagakan dia"

__ADS_1


Dirumah Abi...


"Dian, cepat kembali ya... Aku merindukanmu"


"Bagaimana aku nanti, aku hanya ingin mempercepat niat baikku untukmu"


"Selepas ini, apapun yang dikatakan Umi dan Abi aku tak perduli. Tujuanku ingin mengkhitbah mu. Dan insyaallah membangun rumah tangga bersamamu. Semoga kau menjadi ladang pahala untukku suatu saat nanti"


"Amiinnn"


Menyudahi kewajiban nya malam itu, dan menutup doanya. Kemudian Abdar menuju ruang makan.


"Tumben lama turunnya" kata Umi sedikit mencurigai.


"Anak lagi shalat malah curiga" kata Abdar menepuk jidatnya sendiri.


"Oh, maaf Umi kira lagi ngapain".


"Umi ini bagaimana" kata Abi mencela.


"Ini mau makan apa mau ribut?" kata Abdar seraya mengambil sendok nasi dan menuangkan nasi ke piringnya.


Kemudian malam itu mereka makan malam bersama. Menyudahi kegiatan makan malam Abi sekeluarga mengucap Hamdalah bersyukur atas rezeki yang Allah berikan kepada mereka.


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊

__ADS_1


__ADS_2