
Happy reading πΌπΌπΌ
...
21+
Mobil tersebut meninggalkan kawasan rumah Abi pagi itu.
Dan melancarkan perjalanan menuju pesantren.
"Melamun saja, kenapa?" tanya Ummah yang sedari tadi memperhatikan Farhan tengah menyetir
"Ummah, masih ingat dengan cerita Farhan tempo hari?"
"Yang mana?" tanya Ummah yang memang sudah lupa
"Hufftt" Farhan menarik nafasnya kasar
"Yang Farhan di madrasah Abi ituloh"
"Oh, kenapa memang?"
"Ternyata kak Abdar juga menyukai gadis itu" ucapan Farhan terdengar lesu
"Jadi?"
"Jangan kau anggap dia Rival" sahut Ayah nya yang sedari tadi diam
"Iya Yah, Farhan juga sudah jelaskan, tapi bagaimana ya? Kita juga laki laki pasti mau dengan wanita yang sudah jelas baik untuk kita"
"Sekarang Ayah tanya, jika ia lebih memilih Abdar daripada Farhan, bagaimana perasaan Farhan?"
__ADS_1
"Farhan gak bisa terima Yah, memang kurangnya Farhan apa daripada kak Abdar?"
"Berarti kau tidak mencintainya, kau hanya terobsesi untuk dia menjadi milikmu" kata Ayah Ahmad mengambil kesimpulan
"Astagfirullah, apa yang ku ucapkan barusan? Ya Allah maafkan Farhan" gumamnya tak menjawab lagi ucapan Ayahnya
**
"Kau kemana saja hah?!"
"Apa ini cara menjadi istri yang baik?!!" Lelaki tersebut terdengar membentak
Arra memutar bola matanya malas, sangat muak jika harus mendengar suara lelaki bre****k ini, yang sudah jelas mencampakkan dirinya dan sekarang menyalahkan atas dia bukan istri yang baik.
"Memang dia pikir dia sudah baik apa dengan caranya menyimpan selingkuhan dan selalu memahariku" gerutu Arra dalam hati
"Kecilkan suaramu, pacarku sedang tidur" sahut Arra santai
"Berani beraninya kau ja**ng!!!!"
2 Minggu lalu Arra sudah mengirim surat perceraian kerumah Rian, harusnya sudah diterima.
"Sialan, keputusannya sudah benar benar bulat"
"Hei, kenapa diam saja? Apa permaisuri mu ada disitu?" kata Arra
"Baiklah, jika itu maumu. Tapi aku akan sangat senang hati dengan tangan terbuka akan menerimamu lagi menjadi istriku jika kau kembali" jawab Rian
"Cihh, besar kepala sekali"
"Baiklah, jika tidak ada masalah lagi ku tutup dulu telfonnya"
__ADS_1
Arra langsung memutuskan teleponnya secara sepihak.
"Bagus dong, apa susahnya jika kau hanya harus menandatangani surat itu. Kau tidak perlu menyewa pengacara lagi dan banyak menghabiskan uangmu lagi bukan?" sahut Fira saat Arra mematikan teleponnya, memang saat menelepon ia minta untuk membesarkan volumenya agar ia mendengar sendiri
"Dan kau, kenapa harus terlihat kesal seperti itu?"
"Apa kau menyesal mempunyai kekasih seperti ku?"
Kemudian Rian menghampiri Fira di ranjang.
"Aku sangat beruntung sayang, bahkan jika aku bertemu duluan denganmu pasti aku akan memilihmu" ucap Rian meyakinkan seraya menciumi mesra leher jenjang Fira
"Berikan aku ciuman sayang" sahut Fira yang sedikit tergoda
Cukup lama mereka berpautan, hingga keduanya kehabisan pasokan oksigen.
Tangan Rian yang sedari tadi traveling tidak bisa mengentikan kegiatannya itu.
Di lucutinya satu persatu, begitupun dirinya.
Keduanya sudah tidak bisa menahan lagi, dan terjadilah pertempuran di siang hari itu.
"Cepat selesai perceraian mu, aku tidak mau berbagi lagi" kata Fira merebahkan tubuhnya di ranjang selepas permainannya
"Apapun untuk permaisuri ku"
Mereka kemudian terlelap ke alam mimpi masing masing.
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
__ADS_1
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π