Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Doa baik untuk orang baik


__ADS_3

Happy reading.


Surya POV*


Kau tau bagaimana rasanya saat orang yang sudah kita incar menjadi milik orang lain? Ya, itu yang ku rasakan sekarang.


Berbulan-bulan memendam perasaan dan sekarang mendengar bahwa ia akan melangsungkan pernikahan dengan lelaki pilihannya.


Jika bisa memutar waktu mungkin aku akan mencuri start lebih dulu daripada orang itu. Tapi apalah daya, takdir dan ketentuan yang di atas berkata lain


"Kenapa cemberut?" tanya ibu menyadari ada yang berbeda dengan ku


"Bu, niat Surya untuk meminang Dian batalkan saja" aku menjawab lesu, sedikitpun dari dalam hatiku tidak ada niat untuk merebut nya dari calon suami nya.


"Loh? Kenapa?"


"Untuk apa meminta kepada seseorang yang sudah di miliki orang lain? Tadi Surya ketemu, dia dengan senang mengatakan sudah di lamar oleh seorang lelaki pilihannya dan dua bulan lagi mereka akan menikah" Surya tersenyum kecut menceritakan kejadian yang ia alami


"Anak ibu kan ganteng, insyaallah pasti ada pengganti dia suatu saat. Sudah, sekarang kamu nikmati saja. Doakan saja apapun yang terbaik untuk mereka kedepannya ya. Semua hal itu indah, jika terlihat buruk mungkin kau memandangnya dari sisi yang salah" ucap ibunya memberi nasihat


"Sebenarnya siapa lelaki yang kau pilih Dian? Kenapa aku tidak tahu? Apa lelaki itu lebih baik daripada aku? Apa kau yakin dia lebih bisa membahagiakan mu?" gumam ku dalam hat

__ADS_1


Sesaat rasa egois ini menyerangku, tapi syukur aku bisa ikhlas dan menerima bahwa memang ini kenyataannya


Author POV*


Dua bulan kemudian,,


"Bagaimana aku bisa hadir, jika alamat rumahnya saja aku tidak tau." gumam Surya


"Ah, iya. Bagaimana jika ku tanyakan pada Fariz? Dia kan kerja di tempat madrasah Abi nya bukan?"


Dengan terburu-buru Surya menekan tombol telepon nya dan menghubungi Fariz yang tidak lain dan tidak bukan adalah Abdar yaitu calon suami Dian.


"Waalaikumsalam, Riz mau bertanya sedikit nih.. Boleh gak?" tanya Surya tanpa basa basi


"Silahkan, bertanya banyak pun boleh" jawab Abdar dengan senang hati


"Bukankah di tempat madrasah Abi mu dulu ada yang namanya Dian?"


Abdar tersentak mendengar nama calon istri nya di sebut oleh temannya ini. Ada apa? Kenapa Surya bisa mengenal Dian?


"Sebelumnya maaf nih Tam, emang lu kenal dia darimana?"

__ADS_1


"Haha santai aja, jadi gini.. Adek gua yang kecil madrasah disana dulu dan gua kenal juga dari dia tapi kita hanya sebatas kenal aja. Dua bulan lalu dia bilang mau nikah sama seseorang, dan dia ngundang gua tapi gua gak tau dimana alamat nya. Makanya gua nanya ke lu" jawab Surya menjelaskan tanpa menutupi apapun dari Abdar


"Aahh begitu" jawab Abdar, tanpa sadar senyuman terukir di wajahnya saat mendengar bahwa temannya tidak ada hubungan apapun dengan Dian


"Baiklah, akan ku tulis alamatnya lewat chat"


"Boleh aku bertanya sekali lagi Riz?" tanya Surya lagi


"Silahkan, ngapain pakai izin izin segala"


"Hehehe, lu tau gak siapa calon suaminya?"


"Nanti juga lu tau sendiri Tam.. Yaudah gua tutup dulu,, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Aneh, jika dia tau kenapa tidak dijawab? Apa jangan jangan?"


Ya benar, Surya mencurigai bahwa orang tersebut adalah Abdar. Tapi siapa yang tau, episode berikutnya yang akan menjawab rasa penasaran Surya.


"Oh jadi disini alamatnya?" Surya menganggukkan kepalanya setelah membaca chat dari Abdar

__ADS_1


__ADS_2