Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Meluruskan


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Hehehe, mohon maaf nih kemarin author gak up dua judul. Agak demam dikit pasca vaksin πŸ˜€


Keesokannya, Abdar memutuskan untuk mengunjungi kediaman keluarga Ustadz Hasan, bertemu dengan Safwa dan membicarakan hal ini.


"Bi, Abdar pergi dulu"


"Assalamualaikum"


"Kamu serius mau pergi?" tanya Abi lagi


"Kan Abi sendiri yang bilang kalau laki laki harus punya pendirian sendiri"


"Pergilah, hati hati..."


Setelah sampai, pak satpam dirumah tersebut membukakan pintu untuk mobil Abdar agar bisa masuk ke dalam.


Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" nampak seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuk Abdar


"Nak Abdar? Mari masuk" seru istri Ustadz Hasan mempersilahkan Abdar untuk masuk ke dalam rumahnya

__ADS_1


Setelah Abdar duduk di sofa tersebut, ia langsung mengutarakan niatnya untuk datang kesini.


"Mohon maaf Bu, saya datang kesini untuk menemui Safwa. Bisakah kami berbicara sebentar?" tanya Abdar tanpa basa basi


"Bisa, sebentar ya ibu panggilkan"


Setelah memanggil Safwa, istri dari Ustadz Hasan pergi ke dapur untuk mengambil minuman.


"Assalamualaikum mas" kata seorang perempuan yang tengah berdiri terpampang senyum dibalik niqabnya


"Waalaikumsalam"


"Ada apa mas mau menemui saya?" tanya nya


"Saya kesini mau meluruskan saja. Maaf jika saya suudzhon kepadamu. Tapi tempo hari Ayah dan Ibumu datang ke rumah untuk membahas perjodohan diantara kita. Saya bukannya menolak, hanya saja saya sudah mempunyai pilihan sendiri. Jelas kamu tau sendiri, orang tua kita bersahabat sejak lama. Abi sendiri tidak enak jika harus menolak, dan kemudian saya sendiri yang memutuskan.


Awalnya saja berpikir, kau yang meminta untuk orang tuamu membicarakan hal ini kepada orang tua ku pula. Maafkan saya tentang hal ini" ucap Abdar panjang lebar


"Baiklah mas, sebelumnya saya minta maaf karena ini semua diluar pengetahuan saya. Saya pribadi tidak tau jika Ayah dan Ibu membicarakan ini. Tetapi, jika Mas berbicara seperti itu, seakan saya yang mengejar-ngejar Mas nyatanya tidak"


"Semoga perempuan yang Mas pilih adalah yang terbaik untuk Mas juga"


Safwa kemudian langsung beranjak dari tempat duduknya. Ia tidak tau lagi harus berbicara apa.


Istri Ustadz Hasan yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka akhirnya menemui Abdar.


"Maafkan kami Nak, seharusnya kami tidak melakukan ini semua" katanya dengan rasa bersalah

__ADS_1


"Tidak apa Bu, kami yang minta maaf. Saya sendiri juga tidak mau apa yang kami jalani atas dasar keterpaksaan"


"Kalau begitu saya pamit, sampaikan salam saya kepada Ustadz Hasan"


Kemudian Abdar pamit dan langsung meninggalkan rumah tersebut.


Hari itu, Abdar memilih tidak melakukan aktivitas apapun baik pergi ke pesantren ataupun rumah makan. Mood nya sudah hancur...


*Hahaha, pak ustadz bisa badmood juga ya πŸ˜‚πŸ˜‚


*Lama lama ku tampol ni author πŸ˜‘πŸ˜‘


"Bagaimana?" tanya Abi tengah duduk di teras seakan menunggu Abdar pulang


"Beres Bi..."


"Abi takut, bagaimana respon Ustadz Hasan nantinya tentang keluarga kita" kata Abi mengeluarkan keluh kesahnya


"Bi, sudah... Ini pilihan Abdar sendiri, tidak akan ada apa apa. Ustadz Hasan juga akan mengerti nantinya" jawab Abdar menenangkan Abinya


"Abi percaya padamu, kau memang bisa diandalkan" kata Abi menepuk pundak putranya


Dengan tersenyum penuh kemenangan, Abdar langsung memasuki kamarnya. Mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊


__ADS_2