Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Berharap


__ADS_3

Happy reading..


*Di hari yang sama namun di tempat yang berbeda


"Kami pamit dulu ya" ujar Ustadz Hasan


"Kami pun juga, nanti saat hari H kami akan datang bahkan sebelum acara di mulai, oke..!" ujar Ayah Ahmad menimpali


Selepas acara makan bersama antara tiga keluarga itu, mereka pamit pulang. Farhan yang diam diam ternyata sudah menyimpan rasa dari pertemuan pertamanya dengan kawan lama kakak sepupunya itu memutuskan memendam terlebih dahulu perasaanya, ia tahu benar dimana mana perempuan pasti akan mencari lelaki yang lebih dewasa darinya. Bukan yang jauh lebih muda.


"Kalian berhati hatilah" ujar Abi saat keluarga kakak ipar dan sahabatnya menuju ke arah mobil masing masing


"Dadah Ning, sampai ketemu lagi. Jaga diri, jaga hati, jaga mata" goda Farhan, dia memang belum lama bahkan baru beberapa jam saja mengenal Safwa dengan berani dan lantangnya mengucap hal itu


"Jangan menggodaku, Farhan" lirih Safwa malu malu dengan suara yang pelan dan tidak akan terdengar oleh keluarga mereka


"Permisi, Assalamualaikum" pamitnya


"Waalaikumsalam" jawab Farhan memandangi

__ADS_1


Safwa memasuki mobil dan wajahnya langsung memerah, mungkin mirip seperti kepiting rebus. Kemudian dia langsung mendudukkan tubuhnya di kursi belakang dan mencari posisi ternyaman nya


"Menggemaskan sekali" gumam Farhan


Selama di perjalanan dan di mobil yang berbeda juga dengan perjalanan dan tujuan yang berbeda pula, kedua orang yang masih lajang ini tanpa sadar masih memikirkan satu sama lain.


"Tersenyum saja membuat ku tidak sadar, bagaimana jika lebih jauh ya" Farhan tersenyum membayangkannya


Lamunannya buyar saat sang Ummah mengeluarkan bom atom dari mulutnya.


"Apa jangan jangan sebentar lagi kita akan melamar gadis untuk anak nakal ini ya, Yah? Biar dia cepat cepat menyusul Abdar dan memberikan kita cucu?"


"Haahh? Haaahh? Ummah tadi bilang apa?" Farhan mengulang pertanyaannya


"Apa benar begitu, Yah?"


"Benar, kata orang..."


"Hahaha, itu terdengar seperti lagu yang treding sekarang ya?"

__ADS_1


..


"Apa maksudnya coba perkataan Farhan tadi?"


Ustadz Hasan menyadari bahwa putrinya tengah memikirkan sesuatu juga membisikkan hal kepada istrinya.


"Coba Ibu lihat, gadis di belakang sepertinya sedang kerasukan jin sepulangnya dari rumah Husain dia langsung berubah


"Ayah,, apasih" jawab Safwa malu malu


"Tidak apa, Ayah dan Ibu mu juga pernah mengalami masa muda. Kami tidak mungkin langsung tua seperti sekarang kan?"


"Mintalah kepada yang diatas, sesungguhnya Dia yang lebih tau di banding dirimu sendiri" jawab ibunya memberi nasihat


"Apa Ayah dan Ibu tahu apa yang tengah ku pikirkan? Tapi, apa hanya aku yang terlalu berharap? Aku takut... Takut, terulang kembali jika aku terlalu menaruh rasa kepada seseorang, dan ternyata orang tersebut tidak" gumam Safwa


Rasa trauma yang datang karena masa lalu memang bukan sesuatu yang mudah untuk di lupakan.


"Memang salahku, aku terlalu berharap kepada manusia. Aku lupa untuk berharap kepada pencipta-Ku." gumamnya

__ADS_1


Ketika hatimu terlalu berharap kepada manusia maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.


Tanpa disangka, saat malam tiba kedua sejoli yang sama sama tidak tahu jika mereka memiliki perasaan yang sama ini tengah melaksanakan shalat istikharah tentunya di tempat yang berbeda pula tetapi dengan doa dan Amiin yang sama.


__ADS_2