
Happy reading...
Yuhuuu, kuy lanjut
Setelah berbincang bincang dengan Ustadz Hasan, dan Farhan yang sedari tadi tidak bergeming Surya menanyakan sesuatu yang membuat Farhan sedikit tergetar
"Maaf, ustadz mas ini siapa ya?"
Ngapain sih ni orang nanya nanya, mana gak jelas lagi datang darimana, apa jangan jangan ni orang juga suka sama Ning? Atau jangan jangan.... Ah, ada aja rival dimana mana.. Gumam Farhan
Pikirannya sudah tidak bisa berpikir jernih saat itu, tetapi bagaimana pun juga harus bisa di kendalikan karena ada keluarganya di situ
Mantap nih, author suka cowo cowo yang bisa memendam emosi kaya si Farhan wkwkwk.. Farhan, saranghae dari author
"Oh iya, hampir saja lupa.. Farhan, perkenalkan ini Tama.. Dia teman Safwa waktu sekolah dulu, teman Abdar juga..
Surya, ini Farhan.. Dia sepupunya Abdar" jelas Ustadz Hasan kepada kedua lelaki itu
"Salam kenal, Farhan"
"Salam kenal kembali" jawab Farhan dengan nada terpaksanya
__ADS_1
Bagaimana ini, Ning.. Sainganku berat ternyata, orang ini juga pasti tidak akan menyerah juga untuk mendapatkan mu, sepertinya dia juga pasti sudah mapan.. Apakah pria mapan adalah idaman mu, Ning?
Surya tersenyum, dilihat dari tingkah laku dan cara berbicaranya yang tidak biasa, sepertinya laki laki ini menyukai Safwa. Surya cukup tau diri, akhirnya dia pamit untuk pergi dari situ dan pindah ke kursi lain. Ia cukup paham apa yang Farhan rasakan. Ya, biasalah namanya juga pria
"Yasudah kalau begitu, saya permisi dulu ya Ustadz.. mari, assalamualaikum" ujar Surya
"Waalaikumsalam," jawab mereka serempak
..
Acara resepsi telah selesai, sebelum nya Abi sudah berpesan untuk mereka pergi ke sebuah rumah yang sudah disiapkan, agar tidak menggangu proses pembuatan adonan katanya
"Dek, katanya Abi kita disuruh nginep disini dulu. Biar gak ada yang ganggu.." jawab Abdar terkekeh
Astaga, kenapa terdengar fulgar sekali perkataannya barusan, gumam Dian
Setelah sampai, mereka memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu..
"Dek, udah makan belum tadi? Mau mas pesenin makanan?"
Dian menganggukkan kepalanya, tanda setuju. Dia kemudian hendak berganti baju, dan menyadari bahwa di lemari ini ada yang tidak beres..
__ADS_1
"Mas, gimana mau ganti baju" lirihnya
"Kenapa, sayang?" ujar Abdar dengan suara lembutnya
Bagai di terpa angin yang sejuk saat mendengar suaminya menyebutkan kata sayang itu.
Abdar kemudian mendekat berjalan ke arah lemari, bertapa terkejut nya dia karena di dalamnya hanya terdapat tiga buah potong lingerie. Apa ini termasuk rencana Abi dan Umi?
"Yasudah, mas bawa kaos di mobil.. Kamu pakai itu dulu ya" ujar Abdar mengelus kepala sang istri
"Iya mas, lihat saja.. Pakaian ini nampak seperti kekurangan kain saja"
"Menggemaskan sekali istri ku ini, dulu diam tidak banyak omong tetapi setelah menikah ternyata seperti ini" gumam Abdar
Kemudian setelah membersihkan diri, mereka melaksanakan shalat terlebih dahulu.
"Ayah, terimakasih sudah meridhoi ku. Semoga laki laki ini akan membawaku menuju Jannah-Nya. Semoga kita semua di persatuan di kehidupan yang abadi nantinya" begitu kira kira doa Dian malam itu saat pertama kali shalat dengan suaminya sebagai imamnya
Kemudian mereka melanjutkan dengan makan makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya. Dan kalian tahu apa yang akan terjadi?
*Aih ngeres mulu nih reader nya ðŸ˜
__ADS_1