
Happy reading πΌπΌπΌ
...
Apa cuma author yang beberapa hari belakangan ini apss nya error ya? π Mohon maaf aja nih buat reader yang udah nunggu jam author up lagi.
Coba buat kalian yang error juga atau loading nya lama terus menerus ga bisa bisa komen deh.
Ini di lanjutkan gak nih? Lanjut lah ya ππ
___
Usai 3 hari mereka disana, mereka kembali ke rumah lagi dan melanjutkan aktivitas mereka seperti biasanya.
Dian mulai menjalankan hari harinya lagi. Mengajar, membuat kue dan membantu ibunya. Pekerjaan itu yang selalu mereka lakukan tiap harinya guna menyambung hidup.
Begitupula dengan Abdar, akhirnya ia kembali menemui gadis pujaannya itu. Pertama mendengar kabar bahwa Dian sudah kembali, muncul bunga bunga dihatinya.
"Syukurlah ia baik baik saja"
Hari itu Abdar disibukkan dengan berbagai macam kegiatan yang ia lakukan mulai dari jadwal mengajar nya yang sampai sore dan juga laporan keuangan yang ia terima dari Faruk.
Hingga sampai malam hari saat keluarganya makan bersama, pikirannya sudah diujung untuk memutuskan sesuatu buat ia sendiri kedepannya.
"Bi, Mi, maaf..."
"Ada apa ini tiba-tiba meminta maaf?" tanya Umi keheranan
__ADS_1
"Bisakah kita mempercepat proses khitbah ini?"
"Hahaha... sepertinya putra Abi ini sudah tidak sabar" kata Abi tertawa
"Bukan begitu bi, kalau Abdar keduluan sama orang lain bagaimana?"
"Nak, jika pikiranmu terus menerus pendek seperti itu kau sendiri juga yang akan dihantui oleh pikiranmu sendiri"
"Sejauh apapun ia pergi, jika memang ia diciptakan untukmu ia pasti akan kembali" kata Umi menasihati
"Tapi Mi...."
"Bersabarlah" sambung Abi
"Baiklah"
"Ayo dihabiskan makannya"
Kemudian mereka makan dengan tenang sampai semuanya selesai dan kembali ke kamar masing-masing
Sementara itu di lain tempat...
Hubungan buruk suami istri antara Arra dengan Rian sudah tak lagi dihindari.
*Kalau kata anak jaman sekarang Toxic Relationship ππ
Arra sendiri sudah terbiasa ditinggal berhari-hari bahkan berminggu-minggu oleh suaminya, membuatnya menjalani masa kehamilan nya sendirian dirumah yang tidak terlalu besar itu.
__ADS_1
Sebenarnya telah terpikir oleh otaknya untuk menggugat cerai suaminya, tetapi bagaimana bisa? Karena saat ini kondisinya tengah mengandung.
Sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri, tetapi kemudian Arra mengurungkan niat buruknya karena selepasnya ia sadar bahwa anak yang tak berdosa itu juga menjadi korban nantinya.
Ia mengutuk dirinya sendiri akan kejadian yang menimpanya saat ini. Tetapi hal itu belum membuatnya jera untuk bertaubat kepada Sang pencipta.
"Kamu lapar ya?" ucapnya mengelus perut nya yang sudah mulai membesar
"Kita cari makan diluar yuk, sekalian jalan jalan sama mama mau kan?"
Selepas berbicara dengan calon anaknya tersebut, ia melajukan mobilnya mencari apa yang bisa dimakan diluar
Setelahnya Arra memarkirkan mobilnya dan makan di sebuah food court yang ada di mall. Usai makan ia mendapati sebuah pemandangan buruk
Benar saja, dia menjumpai suaminya disana sedang bergelayut manja dengan perempuan lain.
Benar saja, darahnya sudah naik dan emosinya tak dapat dibendung lagi.
Plakkk....
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus perempuan tersebut.
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π