Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Tidak sampai disini


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


"Disini rumahnya?"


"Iya Umi, kenapa?"


"Ah tidak, ayo turun" ajak Umi


____


"Ayo, kamu hari ini tidak madrasah dek?"


"Aku sedang sakit kak, kepalaku berat rasanya" ucap Aina lesu


"Duh,, gak jadi ketemu dong" gerutunya dalam hati


"Kalau kakak mau nemuin mbak Dian berangkat aja"


"Buset, tau aja pikiran bocah ini" ucap Surya dalam hati


Tiba tiba Ibu nya masuk ke kamar Aina...


"Bener, kalau mau temuin aja. Malah adik nya yang jadi pancingan" ucap Ibu


"Gimana ya Bu, takut dia udah punya calon. Kan gak enak juga... Terus kalau misalkan dia nolak gimana?" ucap nya mengeluarkan keluh kesahnya kepada Ibunya


"Kak, mana tau kalau gak di coba kan? Kalau memang sudah ada calon jangan kamu paksakan juga. Jika dia menolak berarti ia bukan untukmu. Yakinlah Allah sudah menyiapkan yang terbaik" jelas Ibunya


"Ibu sama kakak ngomongin apa sih?" tanya Aina dengan polosnya


"Nanti kalau Aina sudah besar pasti mengerti, yang jelas doakan saja kak Surya ingin menikahi mbak Dian"

__ADS_1


"Berarti mbak Dian nanti bakalan tinggal disini? Yeaayyyyy" ucap Aina kegirangan


"Eh, belum... Udah seneng aja nih bocah" jawab Surya


"Biarin wleeee... kata Aina menjulurkan lidahnya


"Yasudah, yuk makan siang dulu" ajak Ibunya


"Ayooo, tapi Aina mau di gendong kakak" rengek nya


"Astagaaa, ayo dah"


"Maunya di punggung ih"


"Iya bawell"


Ibu nya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku anak sulung dan anak bungsunya itu.


"Eh, jangan lari lari... Ayo makan dulu Surya, Aina" tegur ayah nya


"Ihhh,, ayah katanya Kak Surya mau nikah tau sama mbak Dian"


"Loh? Nikah? Mbak Dian siapa?" tanya ayah nya berulang ulang


"Sstttt" kata Surya meletakkan jarinya di mulut seolah mengisyaratkan jangan berisik


"Eh iyaa,,, sssttt" jawab Aina dengan gestur tangan yang sama seperti kakak nya


"Oh gitu sekarang main rahasia rahasiaan sama ayah?"


"Biasa yah, si Surya lagi suka sama cewek. Itu yang ngajarin Aina di madrasah nya" ucap ibu yang baru saja datang dari dapur sembari membawa air untuk mereka semua


"Wah benarkah?" tanya ayah nya seolah tak percaya

__ADS_1


"Kok gak di kenalkan kesini?"


"Iya yah, masih bingung mau nyatain cintanya gimana" ledek ibunya


"Ah ibu, jangan buka kartu dong" gerutu Surya


"Buka kartu apa sih? Ini ayah kamu loh" jelas ibunya


"Tapi malu Bu" jawab Surya menunduk


"Kan nanti kalau lamaran sama ayah juga, jadi gak boleh malu" ucap ayah nya sedikit mengejek


Sementara itu di lain tempat....


"Kamu darimana aja sih?" Pulang malem terus belakangan ini?"


"Aku kan kerja, buat kamu buat lahiran kamu nanti. Bisa gak sih sehari gak protes?"


Pertengkaran antara suami istri pada malam itu tidak dapat di hindari. Simpanan yang berbulan bulan Rian sembunyikan dari Arra hingga saat ini belum di ketahui Arra.


Yang pada akhirnya hanya perberdebat panas antara mereka. Bahkan sudah beberapa bulan terakhir Arra tidak mendapatkan manja dan nafkah batin dari suaminya.


"Aku hanya ingin seperti yang dulu" ucap Arra meneteskan air mata nya


"Tidak bisa, kita yang dulu berbeda dengan kita yang sekarang" jawab Rian dengan nada tinggi


"Tapi kenapa?!! Apa kau memiliki selingkuhan di belakangnya ku?" tanya Arra tak mau kalah


"Jangan berani berani kau menuduhku tanpa kau mempunyai bukti apapun" jawab Rian menunjuk Arra dengan jari nya


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon dukungannya dan jangan lupa tinggalkan jejak 😊**


__ADS_2