Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Wisata masa lalu


__ADS_3

Happy reading


.


"Umii,, siapkan makan malam... Hari ini Ustadz Hasan dan keluarga nya akan berkunjung"


"Ustadz Hasan bi?" tanya Abdar memastikan


"Apa bakalan ketemu Safwa lagi? Pasti perjodohan lagi yang dibahas,, hufftt... Padahal kan aku sudah besar, kenapa masih aja begini gini, itukan udah zaman dulu" banyak sekali yang Abdar perdebatkan dalam hatinya mengenai peristiwa yang dulu, yang dulu membuatnya hampir kehilangan gadisnya


Malam pun tiba, dan tiba juga keluarga Ustadz Hasan di kediaman Abi... Setelah berbincang bincang sedikit tentang karir masing masing, Safwa sedikit memberikan pertanyaan yang menggelitik di hati Abdar.


"Ah iya, mana calon istrimu?"


Bagai dihantam batu, gadis ini polos atau apa?


Mencoba mengalihkan perhatian kedua pasangan orang tua itu Abdar kemudian langsung mengubah arah topik...


"Saf, kau ingat tidak... Dulu kau waktu di kelas pernah di isengin sama Tama?"


"Hahaha, bagaimana bisa mau mengingat itu Dar?"


*Oke buat yang masih bertanya tanya siapa Tama silahkan membaca ulang wkwkwk


"Aku kan masih muda, belum pikun hahaha" jawab Abdar tertawa renyah


"Sekarang dia ada dimana?"


"Terakhir yang kutahu, dia bekerja di sebuah kapal gitu... Itupun sudah beberapa bulan yang lalu"

__ADS_1


"Tama ya..." gumam Safwa


Flashback on*


"Alhamdulillah, aku keterima Universitas di Mesir" teriak gadis itu kepada dua orang teman lelakinya


"Wahh, bakalan pisah nih.. Baik baik disana ya Saf, jangan lupakan kami" kata Abdar dengan menunjukkan raut wajah senangnya


Berbeda dengan Tama yang langsung tertunduk lesu akan berpisah dengan Safwa...


"Aku mau ke kantin, nitip gak?" tanya Abdar beranjak dari kursi tempat duduknya


"Tidak,"


"Tama? Kau tidak senang?" tanya Safwa menyadari ada yang di sembunyikan oleh salah satu teman lelakinya ini


"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu nanti, tunggu aku di gerbang sekolah saat bel pulang"


Sesuai dengan perintah Tama, Safwa menunggu hingga datanglah Tama menghampiri nya


"Bagus kau datang,"


"Ada apa?"


"Jika kau kuliah di Mesir kau akan meninggalkan ku bukan?"


Pertanyaan apa ini? Apa maksudnya?


"Kau dan Abdar... Kalian semua akan tetap menjadi temanku"

__ADS_1


Tama tak bergeming setelahnya...


"Emmhh, Tama? Kenapa memang? Apa ada yang salah?"


"Kau tidak bisa kuliah disini saja? Universitas banyak disini... Bahkan bisa lebih bagus daripada di Mesir" bantah Tama


"Bu..bukan begitu maksudku... Kau ini kenapa?" tanya Safwa yang tidak mengerti apa maksud sesungguhnya dari teman lelakinya ini


"K..ka..karena, aku cinta padamu!!"


Bagaimana mungkin anak sekolah menengah bisa mengenal perasaan ini, ini terlalu dini bagi Safwa untuk bisa membalas perasaan Tama.


"Baiklah, aku tau jawaban nya... Tapi aku mohon, saat kau kembali dan kita sudah sama sama besar aku akan datang menemuimu lagi... Tentu saja meminta izin kepada Ayahmu untuk meminangmu menjadi istriku"


Hening beberapa menit, dan Tama kembali memecah keheningan.


"Kau mau kuantar?"


"Tidak, kau pulanglah... Aku akan naik angkot"


Flashback off*


"Safwa, ayo kita pulang.." ajak Ustadz Hasan yaitu ayahnya yang membuyarkan lamunannya


"Baik ayah"


Setelah berpamitan, Abdar menyadari ada yang salah dari teman lamanya itu...


"Ada apa ini? Kenapa saat membicarakan Tama Safwa mendadak melamun seperti memikirkan sesuatu?" gumam Abdar

__ADS_1


"Lebih baik nanti saja aku tanyakan, lagian ini sudah malam..."


__ADS_2