
Happy reading πΌπΌπΌ
Buat yang masih dibawah umur, boleh diskip ya ππ
...
Pemandangan tidak menyenangkan itu ia, berdiri di ujung mall berharap suaminya melihat keberadaan nya ternyata tidak.
Sakit? Iya. Tapi tidak sesakit yang Arra rasakan dulu, mungkin karena luka yang di torehkan oleh suaminya terlalu banyak hingga ia tak merasakan sesakit dulu.
Mereka kemudian pergi, ntah kemana.
*Rian POV
Hampir berminggu-minggu aku sering meninggalkan istriku, dia hanya mengajukan satu pertanyaan tetapi setelah itu tidak lagi.
Apa mungkin dia tau yang ku lakukan?
Ah sudah, aku tidak mau membuat otakku penuh hanya karena masalah ini. Toh setelah Arra melahirkan aku akan langsung menggugat cerai kepadanya. Apapun reaksinya aku hanya ingin bersama dengan kekasihku sekarang.
*Ini namanya cinta atau obsesi saudara saudara? ππ
Hari Rabu yang cukup cerah itu, aku menghabiskan waktuku dengan kekasihku. Ya, masih Fira.
Shopping dan membeli barang barang branded adalah kesukaannya, jika dia marah? Ya kalimat pertama adalah jawabannya.
Hingga sampai kami keluar dari salah satu store baju, aku merasa ada orang yang memperhatikan kami. Aku tak ambil pusing akan hal itu.
Kami melanjutkan perjalanan kami menuju apartemen Fira. Papper bag yang ia bawa langsung ia letakkan di sofa apartemen.
__ADS_1
Fira kemudian pamit mandi, katanya badannya lengket. Aku hanya mengiyakan sambil menunggu di kasurnya.
"Bagaimana keadaan Arra?"
Ntah, sekelibat bayangannya tiba tiba muncul di kepalaku. Lagi lagi aku tak ambil pusing.
Saat keluar dari kamar mandi, Fira menggunakan kimono mandinya. Aku tak terlalu kaget karena pemandangan seperti ini sudah biasa aku saksikan dengannya.
Tetapi, ntah kenapa hari itu rasanya ingin ku terkam saja kekasihku itu. Iya, ini salah. Tapi bagaimana? Aku sudah terlanjur jauh jatuh ke lubang ini.
Aku mendekatinya, kemudian mencium dalam dalam aroma tubuhnya. Membuatku melayang, dan tujuanku adalah bahunya.
Fira sama sekali tak bergeming, masih melanjutkan aktivitas nya menyisir rambut panjangnya.
Ku pegang dagunya, dan memulai perang mulut antara kami.
Aku mendudukkan ia di meja riasnya, dan sedikit menggeser makeup yang ada disitu agar tak menghalangi aksi kami.
Aku mengawali dengan foreplay, kemudian penyatuan kami berdua.
Kami sudah sama sama tumbang setelahnya, ku bisikkan beberapa kata yang membuat wajah cantiknya tersenyum.
"Aku mencintaimu sayang"
"Aku juga" balasnya membelai dada bidang ku
*Author POV
Arra kembali ke rumah dengan emosinya yang menggebu-gebu, saat akan memasuki kamarnya ia merasakan perutnya kesakitan yang amat sangat.
__ADS_1
Salah seorang pria lewat melihat Arra kesakitan langsung memanggil satpam.
Kemudian, ambulance datang dan langsung menuju rumah sakit dengan Arra didalamnya.
Beberapa jam, Arra terbangun dan ia sadar bahwa ia sekarang bukan berada di kamarnya.
Tapi ia merasa ada yang aneh, kenapa perutnya kempes?
Disaat yang bersamaan, seorang dokter dan suster memasuki kamarnya itu.
"Saya dimana?" itu kalimat pertama yang ia ucapkan
"Ibu dirumah sakit" jawab dokter tersebut
"Perut saya kenapa kempes dok? Saya sedang mengandung anak saya 3 bulan" kemudian Arra memperlihatkan raut wajah sedihnya
"Mohon maaf, kandungan ibu sudah tidak bisa diselamatkan. Berdasarkan hasil lab, salah satu faktornya ibu sering mengkonsumsi rokok dan juga berat badan ibu terlalu kurus"
"Calon bayi dalam kandungan ibu terpaksa harus kami angkat. Tapi ibu jangan khawatir, rahim ibu masih sehat dan kemungkinan masih bisa untuk hamil lagi" lanjut dokter tersebut
Awalnya, Arra memang tidak terima tetapi dengan cara ini juga ia bisa segera lepas dan menggugat cerai Rian.
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π
__ADS_1