
Happy reading πΌπΌπΌ
...
Kali ini episode nya agak sedikit ya, mohon pengertiannya π
___
"Calon bayi dalam kandungan ibu terpaksa harus kami angkat. Tapi ibu jangan khawatir, rahim ibu masih sehat dan kemungkinan masih bisa untuk hamil lagi" lanjut dokter tersebut
Sekejap dunianya hancur, tetapi otaknya kembali berputar.
"Baguslah, dengan ini penggugatan cerai ku dengannya bisa segera dipercepat"
Ia kembali ke rumahnya dengan perasaan bahagia, tidak ada aura kesedihan nampak di wajahnya.
Arra langsung mencari apa yang bisa ia bawa dari rumah tersebut. Kemudian, ia mendapati sekotak perhiasan di bawah tumpukan baju Rian.
"Kenapa selama ini aku gak tau ya? Haduh, bodohnya" ucapnya menertawakan diri sendiri
Tak hanya itu, di bawah tempat tidur Arra juga menemukan sebuah brankas yang tidak terlalu besar tetapi pasti isinya banyak.
"Baji****... Berapa ini pin nya..."
Beberapa kali mencoba, akhirnya brankas itupun terbuka dengan pin yaitu ulang tahun Rian sendiri.
"Dasar bodoh, bahkan ia sendiri tak sadar ia lebih bodoh dariku"
*Jadi yang bodoh siapa saudara saudara? ππ
Ia kemudian memasukkan beberapa gepok uang itu beserta kotak perhiasan tadi. Tak hanya sampai disitu, Arra masih mencari barang barang berharga lagi yang bisa ia jadikan pegangan.
__ADS_1
Tak perduli apapun resikonya, Arra tak mau ambil pusing.
"Ah sertifikat rumah,, bisa kali ya?"
"Kalau ini langsung di gadaikan aja, biar gak kelamaan" begitu pikirnya
Setelah apa yang ia dapatkan cukup, Arra meninggalkan rumahnya dengan membawa koper dan tasnya yang berisikan pakaian.
Ia memutuskan akan pulang ke rumah lamanya pemberian oleh orang tuanya.
...
Selang beberapa jam, Rian merasa ada yang tidak beres. Ia pamit kepada Fira untuk pulang sekedar mengecek saja.
Benar saja, betapa terkejutnya ia melihat kondisi rumahnya yang begitu berantakannya.
"Apa apaan ini?"
"Arra" ucapnya berteriak kencang
"Apa ini, kenapa tiba tiba begini? Dan kemana Arra?"
Ia juga mendapati kotak perhiasan dan brankas sudah tidak ada di tempatnya.
"Wanita *****" katanya berteriak
"Untuk apa Arra melakukan ini?"
Kemudian Rian mencoba menghubungi Arra dan ternyata nomornya sudah tidak aktif.
"Ini gak bener"
__ADS_1
Rian langsung memasuki mobilnya dan bergegas untuk menemui Arra di rumahnya.
Setelah sampai pun ia tak menemukan istrinya itu.
"Arrgggg"
Ia geram hingga mengacak-acak rambutnya sendiri.
Rian kemudian kembali ke apartemen Fira.
"Huufttt,, untung dia gak lihat" seketika Arra langsung keluar dari sebuah pohon di sisi jalan rumahnya
Memang sebelum pulang ke rumahnya, Arra mampir ke pegadaian di kotanya guna menggadaikan sertifikat rumah Rian yang ia ambil.
"Kayanya disini sudah gak aman, aku harus pindah"
Arra memutuskan untuk tinggal dirumahnya sendiri sampai besok. Kemudian ia besok akan menjual rumahnya agar Rian tidak menemukan keberadaan nya.
Arra menghubungi orang kepercayaan nya, meminta agar rumahnya bisa secepatnya dijual dengan harga tinggi.
*Ya gak mau ambil rugi dong
Rian yang saat itu sudah sampai di apartemen Fira langsung menutup pintu dengan kerasnya.
"Gak bisa pelan pelan apa?" tanya Fira emosi
"Maafkan aku sayang" katanya menciumi leher Fira
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
__ADS_1
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π