Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Perjuangan dimulai


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Mendengar ucapan ibu nya, otak nya berpikir keras.


"Secepat ini aku mengungkapkan rasa suka ku pada nya?"


"Bagaimana jika ia menolak?"


"Mungkin dia sudah ada calon?"


"Kalau dia terima?"


"Nanti pasti kita hidup bahagia"


Berbagai pertanyaan tak kunjung terjawab, dan ia memutuskan memikirkan itu nanti guna mencari informasi yang lebih dalam tentang pujaan hatinya.


Setelah di rumah, ia memutuskan mencari informasi tentang Dian di sosmed nya. Berharap mendapat hasil sekalipun hanya sebesar biji jagung.


"Kok gak ada sama sekali ya?"


"Jangan jangan dia gak punya sosmed?"


Terasa kepala nya yang berat, ia menyudahi aktifitas nya. Memejamkan mata berharap saat bangun menjadi lebih baik.

__ADS_1


Di rumah Abdar...


Seusai pulang dari pesantren, dan melaksanakan kewajiban nya kepada Yang Maha Kuasa pikiran akan gadis yang ia suka muncul kembali.


"Sekiranya aku minta, apa dia mau ya?"


"Jika ia jodohku, Allah pasti akan mendekatkan kami. Begitupun sebaliknya, tapi yang aku sukai ia berbeda sekali dengan Arra dulu"


"Ah sial, kenapa mesti mikirin dia lagi. Apa jangan jangan aku belum move-on?"


Terbesit keinginan untuk langsung mengkhitbah gadis nya itu.


"Apa aku bicarakan sama Abi aja ya?"


"Tapi pasti Abi ngeledekin nanti"


Sementara itu di lain tempat...


"Sayang, hari ini jadwal aku periksa kandungan loh. Kamu bisa temenin kan?"


"Maaf sayangku, aku hari ini ada meeting sama client, kamu bisa pergi sendiri kan?"


"Baiklah.. Jika sudah kamu kabarin lagi ya"


4 bulan menjalani kehidupan pernikahan tak seindah yang Arra bayangkan di ekspetasi nya. Mungkin hanya firasat atau nyata, sifat dan perilaku suaminya berubah. Ia tak ingin berburuk sangka ataupun berpikir negatif guna menghindari pertengkaran antara dirinya dan Rian.

__ADS_1


Setelah selesai periksa dan keluar dari rumah sakit, Arra memutuskan memesan taxi online daripada harus menunggu taxi yang lewat.


Rian POV**


"Sayang, aku butuh uang lagi. Kamu tau kan perawatan ku gak murah, aku juga harus shopping beli baju baru"


"Kan udah aku transfer kemarin sayang. Udah abis gitu?"


"Ih, kamu kok perhitungan?! Aku kan cantik buat kamu juga. Biar kamu gak bosen sama aku, liat istrimu dia gak pandai berdandan kan seperti awal kalian kenal?"


"Ah iya sayang, kau bukan tandingan nya dan kau juga tiada duanya" ucap ku menggoda kekasihku


Fira, sekretaris ku di kantor yang sangat cantik untuk wanita se usianya. Kami memutuskan menjalin hubungan karena menurut ku istriku sekarang tak pandai merawat diri semenjak dia hamil. Aku tak mau munafik, Fira lebih cantik daripada istriku. Ya, istriku juga dulu cantik. Mungkin rasa bosan mulai menggebu meskipun usia pernikahan kami masih termasuk sangat pendek.


"Sayang, aku mau" goda Fira kepadaku


"Kita ke apartemen kamu aja" ajak ku


"Tapi beli pengaman dulu ya"


"Baiklah sayang"


Setiap akan memuaskan hasrat, ia selalu mengingatkan ku agar memakai pengaman. Ya jangan tanya kenapa, karena jujur semenjak Arra hamil anakku kami sudah jarang melakukan hubungan itu. Itu membuat ku mencari cara agar hasrat ku terpenuhi dan itu melalui Fira.


Assalamualaikum....

__ADS_1


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya dan jangan lupa tinggalkan jejak 😊**


__ADS_2