
Happy reading πΌπΌπΌ
...
Dian POV***
Mimpi itu menghampiri ku kembali malam itu. Mungkin ayah merindukan ku atau bagaimana?
"Anak Husain orang baik, Dian"
"Darimana ayah tau?"
"Katakan padanya, salam dari ayah"
Seberkas cahaya langsung muncul menyilaukan mata.
Aku terbangun dengan keringat dingin di sekujur tubuhku.
"Ayahh...." teriak ku
Ibu yang mendengar teriakan ku menghampiri ku di kamar.
"Kamu kenapa?" tanya nya
"Lagi lagi aku mimpi ayah, Bu" jawab ku
"Sudah... lebih baik kamu mandi, doakan ayah mu agar dia tenang disana" ucap Ibu
Aku masih teringat dengan mimpi ayah yang dengan jelas mengatakan bahwa anak Abi itu orang baik, bagaimana bisa? Ayah tau dia darimana? Banyak sekali pertanyaan yang memenuhi otak ku.
Saat selesai mengajar, ku tanyakan perihal mimpi ku kepada Abi langsung.
"Bi, boleh Dian bertanya sesuatu?" ucap ku membuka obrolan saat kami hendak pulang
"Boleh, ada apa memang?" ucap Abi sedikit penasaran
__ADS_1
"Tadi malam Dian bermimpi bertemu ayah"
"Bertemu ayah? Memang ayah mu dimana?" tanya Abi
"Ayah sudah tiada bi... Di mimpi itu ayah berkata bahwa anak Abi merupakan orang baik,, apa Abi mengenal ayah?"
Abi yang mendengar pertanyaan ku sedikit tidak percaya, ku tau itu dari raut wajahnya.
"Apa maksud mu? Siapa ayah mu?"
"Namanya Syarifuddin... Dulu beliau seorang ojek"
Raut wajah Abi yang mendengar penjelasan ku mendadak tak karuan. Memang orang ini sulit di tebak.
"Innalilahi... Syarif? Jadi dia ayah mu?" tanya nya
"Abi kenal?"
"Kami dulu berteman,, Abi hanya mengetahui dia memiliki anak perempuan dan ternyata itu kau. Bagaimana keadaan ibu mu?" tanya Abi
Author POV**
Usai pulang, Abi yang langsung menceritakan hal itu kepada Umi.
"Assalamualaikum" ucap Abi
"Waalaikumsalam... Udah pulang bi? Gimana kabar Dian? jawab Umi seraya menyalami Abi
"Dia baik Umi. Duduk dulu yuk" ajak Abi
Setelah duduk
"Umi, apa Umi ingat dengan Syarif dan istri nya Ida?" tanya Abi
"Oh Syarif... Iya Bi, kenapa memang?" tanya Umi
__ADS_1
"Dia sudah meninggal" jawab Abi
"Innalilahi.... Bagaimana dengan Ida? Bukan kah mereka mempunyai anak perempuan?" tanya Umi lagi
"Justru itu Umi... Anak perempuan itu, tak lain dan tak bukan adalah gadis yang Umi dan Abdar sukai" ucap Abi tersenyum
"Maksud Abi? Jadi? Dia?"
" Iya Umi" jawab Abi lagi
"Memang indah rencana Allah bi, semua manusia sudah ia tulis takdir nya" ucap Umi
Sedangkan di rumah makan....
"Kenapa si lo? Gila? Stress?" tanya Faruk sembari memegang kening Abdar, yang ia daritadi memperhatikan Abdar sedang tersenyum sendiri, entah apa yang di pikir nya
"Gue lagi jatuh cinta" jawab Abdar dengan santai nya
"Siapa nih yang berhasil menaklukkan hati sang ustadz yang tak kunjung move on?" ejek Faruk
"Cantik... Dia cantik, bahkan lebih cantik dari Arra. Dia lembut, tulus, penuh keibuan. Entah bagaimana lagi harus menggambarkan dia,, nanti lo suka lagi" ucap Abdar terkekeh
"Lo tau gak? Arra udah nikah!" ucap Faruk
"Gue gak perduli, suka suka dia mau ngapain" jawab Abdar
"Yeee dasar kulkas... Dulu nya aja ngejar ngejar" jawab Faruk
Assalamualaikum....
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya π
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya ya π**
__ADS_1