Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Rindu


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Oke, disini kita skip bagian Arra dulu ya. Hahaha fokusin ke pemeran utama aja. 😁


Mohon maaf kalau author belakangan ini jarang up ya, karena memunculkan ide gak segampang itu. Mood yang naik turun dan fokus di dunia nyata juga.


Dimohon pengertian ya. πŸ™


___


"Ayo kita pulang juga" kata Abi membuyarkan lamunan Abdar sambil menepuk pundak nya.


"Eh, iya Bi"


Beberapa hari kedepan membuat Abdar galau. Ia tak bisa melihat gadis impiannya lagi.


Selepas itu, Abdar teringat akan Tama kemudian ia mengetikkan sesuatu di aplikasi Whats*** nya.


"Assalamualaikum, ini gua Abdar"


Begitu kira kira isi pesannya.


Tak lama ceklis abu abu itu menjadi biru.


"Waalaikumsalam, oke pak ustadz"


Balasan Tama.


"Tam, lu gak ada niatan nikahin anak orang gitu?"

__ADS_1


Entah pertanyaan random itu tiba tiba terlintas di pikiran Abdar.


"Hahaha, ada apaan nanyain ginian"


"Gua sekarang lagi mengagumi perempuan. Ntah dia juga atau ngga. Dulu gua juga sempet percaya sama perempuan bahkan dia pernah gua lamar, tapi takdir bilang ngga ya akhirnya gak bersatu juga. Akhirnya dia lebih memilih sama selingkuhan nya"


"Dan parahnya lagi, dia nyamperin ke rumah waktu itu. Itu pas gua gak ada dirumah, dan Umi yang tau pas itu. Setelah itu Umi langsung syok, dan Abi langsung mikir perempuan yang gua pilih bukan orang baik"


"Terus?"


Balas Tama.


"Sehabis itu, gua udah menufup hati entah siapapun yang gua temuin juga sama aja rasanya. Hingga akhirnya Abi ngenalin gua ke perempuan ini. Dari awal ngeliat dia udah beda auranya"


"Oh gitu, eh btw jangan panggil Tama ya panggilnya Surya aja bro... Biar readers gak bingung" 😁


Balas Surya.


"Ya kalau suka cepet di halalin lah... Nanti keduluan sama orang"


"Sejujurnya gua sekarang juga lagi suka sama perempuan. Gegara adek gua juga sih, sempet gua tanya nomor telepon nya, tapi ternyata dia gak punya handphone"


Dua pesan itu Surya kirimkan secara bergantian.


"Hahaha, kita sama berarti ya"


Balas Abdar.


Usai bercerita banyak hal dan hari dirasa memasuki waktu Maghrib Abdar menyudahi kegiatan berkutik dengan handphone nya.


"Dian, cepat kembali ya. Belum apa apa aku sudah merindukanmu.

__ADS_1


Benar kata Surya, jika suka langsung dihalalkan saja kan? Daripada keduluan orang. Jika kau memang untukku, semoga Allah mempermudah jalan kita." kata Abdar berbicara dengan diri sendiri.


Di rumah Surya malam itu...


"Kak, tau gak?" goda Aina.


"Ya ngga tau, orang belum bilang" jawab Surya dengan ketusnya.


"Ih, jadi gak mau tau nih tentang mbak Dian?"


"Kenapa dek?" tanya Surya spontan.


"Besok Aina libur, mbak Dian katanya mau pergi"


"Pergi kemana?" tanya Surya lagi.


"Ngga tau ya, cuma tadi bilangnya gitu aja 3 hari doang sih"


Sejenak Surya diam...


"3 hari doang katamu? Lama banget... Kalau rindu gimana nanti, mana nomornya aja gak ada kan. Apalagi sosmednya?" gumam Surya dalam hati.


"Kak? Gak kenapa kenapa kan?" panggil Aina saat memperhatikan kakaknya tengah melamun.


"Ngga dek, makasih infonya ya" jawab Surya tersenyum ketir.


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊


__ADS_2