Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Demi persahabatan kalian


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


*Safwa POV


Selepas kepulangan Abdar, aku sedari tadi menahan tangisku akhirnya ku tumpahkan juga saat dikamar. Aku membuka niqab yang menutupi wajahku.


"Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu"


"Apa aku terlihat semurahan itu?"


Aku tak bisa menahan lagi, isak ku terdengar hingga Ibu menghampiri ku dikamar.


"Sudah sudah" kata Ibu menenangkan ku ditengah tangisku....


"Apa benar ibu dan ayah membicarakan hal itu kepada keluarga Ustadz Husain?" tanyaku masih menangis


"Benar, saat kami berkunjung kesana Ayahmu tiba tiba membahas tentang hal itu. Ibu juga yang awalnya tidak tau sempat kaget. Saat itu juga Istri Ustadz Husain datang membawa minuman dan mendengar hal itu nampan yang ia bawa terjatuh sampai gelasnya pun pecah.


Dari situ Ibu tau, ada yang tidak beres, seharusnya mereka senang tetapi melihat dari wajah orang tua Abdar mereka seperti menyembunyikan sesuatu.


Akhirnya hari ini juga terjawab, Abdar sudah mempunyai wanita pilihannya sendiri. Mungkin ayahnya tidak mau menolak karena tidak enak pada Ayahmu saat itu, kau tau sendiri kan mereka bersahabat sejak lama." kata Istri Ustadz Hasan panjang lebar


Sampai sore hari saat kepulangan Ustadz Hasan...


"Assalamualaikum, Ayah pulang"


"Waalaikumsalam Ayah" aku menghampiri Ayah dan mencium tangannya

__ADS_1


"Anak ayah, Ibu mana?" tanya Ayah mengelus kepalaku yang terbalut jilbab itu


Kemudian Ibu menghampiri kami duduk di sofa.


"Ayah..." kataku menyandarkan kepalanku di dada Ayah


"Ada apa?" kata Ayah menyadari ada sesuatu yang ingin ku utarakan


Sedari kecil aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Ayah, Ayah yang paling tau apapun yang terjadi kepadaku. Mungkin ini yang dimaksud bahwa Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya.


"Apa Ayah membicarakan tentang perjodohan diantara Aku dan Abdar?" tanyaku


"Kamu tau darimana?"


"Padahal Safwa setiap ada apapun selalu memberitahu Ayah, tapi Ayah tidak. Ayah curang sekarang yah main rahasia sama Safwa" kataku


"Dia takut persahabatan antara Ayah dengan Ayahnya akan hancur hanya karena masalah ini. Abdar juga bilang ia tidak mau menjalani semua ini atas dasar keterpaksaan" kata Safwa


"Ayah mengerti"


Kemudian Ayah mengeluarkan ponselnya, terlihat ia menelepon seseorang.


"Assalamualaikum" ucap seseorang di seberang telepon yang ternyata Ayah Abdar


"Waalaikumsalam"


"Ada apa ini wahh tiba tiba telepon"


Ayah sengaja untuk menyetel speaker di ponselnya agar aku dan Ibu langsung mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Kau ini bagaimana, katanya kita bersahabat sejak lama. Tetapi kenapa hal seperti ini saja kau tidak mau membicarakannya sehingga aku harus mengetahui dari putramu?"


"Maafkan aku" suara Ayah Abdar terdengar lesu


"Jangan begitu, kita akan terus bersahabat. Kau dan keluargamu sudah kami anggap saudara sendiri"


"Benarkah?"


"Masih saja hal seperti itu ditanyakan"


Kedua lelaki tersebut kemudian tertawa bersama...


"Yasudah aku tutup dulu, jangan ada kata sungkan"


"Baiklah"


*Author POV


Selepas kejadian itu, hubungan diantara Ustadz Hasan dan Abi sudah seperti biasa. Tidak ada kata canggung atau sebagainya.


Mereka tetapi seperti biasa ala kadarnya, sebagaimana mestinya.


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊

__ADS_1


__ADS_2