Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Hampir rindu


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Saat hendak membelokkan motor nya, sebuah mobil menghampiri mereka. Tampak seorang laki laki menuruni nya.


"Siapa dia?"


"Masyaallah, Tama ya?"


Surya terheran heran, kenapa orang itu bisa mengenal nama lainnya.


"Iya, situ siapa?" Surya balik bertanya


"Ya Allah, ini Abdar. Yakali gak inget?"


"Hah? Abdar Fariz?"


"Iyalah broo..."


"Makin cakep aja" kata Surya terkekeh


"Hahaha iya dong, kalah gercep aja sama lu. Udah ada buntut nih" jawab Abdar mengelus pelan kepala Aina


Aina hanya mendengarkan percakapan dua laki laki dewasa itu tanpa berbicara apapun.


"Ngaco, masih bujang. Ini adek, emang kaga mirip apa?" tanya Surya


"Hahaha iyakah?"


"Lu kerja dimana Tam? tanya Abdar


"Abis lulus kuliah, langsung keterima di kapal tempat magang gua dulu"


"Alhamdulillah sih, ini aja 3 bulan lalu baru pulang lagi" lanjut Surya


"Wah keren..."


"Lu udah ada bini Riz?"

__ADS_1


"Belum, tapi udah ada seseorang yang gua incer" tambah Abdar dengan percaya diri


Handphone Surya saat itu berdering.


"Sebentar ya, angkat telepon dulu hehehe"


Usai menutup panggilan, Surya memutuskan untuk pulang lebih dahulu karena ibunya memesan sesuatu untuk ia beli.


"Eh, gua duluan ya. Nyokap nitip sesuatu nih" pamit Surya pada Abdar


"Haha, iya. Eh kontak lu mana? Banyak yang pengen gua ceritain tau" kata Abdar


Kemudian Surya mengetikkan nomor telepon nya di handphone Abdar.


"Udah nih, duluan ya Riz"


"Iya thanks ya, hati hati Tam"


"Hehe siap, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Tumben nih, Abi gak nyuruh udah kesini" kata Abi


"Eh Abi, assalamualaikum" kata Abdar


"Waalaikumsalam, belakangan ini sering kesini ya?"


"Eh, engga Bi cuma mau menyapa aja" ucap Abdar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ayo masuk" ajak Abi


Abdar mengekori Abi nya dari belakang.


"Assalamualaikum neng"


"Waalaikumsalam Bi" jawab Dian menyalami Abi usai membersihkan madrasah


Abdar hanya tersenyum menandakan ia juga tengah menyapa Dian, begitupun sebaliknya.

__ADS_1


"Gadisku, tunggu aku ya. Ku jamin senyum mu hanya untukku nanti. Maaf aku egois tapi aku terlanjur mengangumi mu" ucap Abdar dalam hati


Usai sedikit perbincangan diantara mereka, Dian pamit pulang karena hari sudah mulai gelap.


"Bi, saya pamit dulu ya"


"Iya neng hati hati ya" ucap Abi mengiyakan


"Sebelumnya Bi, mohon maaf saya meminta izin. Besok saya tidak bisa mengajar, karena besok saya dan ibu mau ziarah ke makam ayah,,, itupun kalau Abi mengizinkan"


"Bicara apa kamu ini, ya pasti Abi mengizinkan. Titipkan salam juga untuk ibumu" kata Abi


"Masyaallah, terimakasih Bi... kalau begitu saya pamit, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" ucap Abi dan Abdar berbarengan


"Eh, Dian mau saya antarkan?" ucap Abdar menawarkan diri


"Tidak perlu ustadz, biar saya pulang sendiri. Terimakasih banyak sebelumnya" tolak Dian yang merasa tidak enak


Abi hanya tersenyum menanggapi tingkah laku anak nya itu.


"Cepatlah pulang gadisku. Aku menunggumu" ucap Abdar dalam hati


"Ayo kita pulang juga" kata Abi membuyarkan lamunan Abdar sambil menepuk pundak nya


"Eh, iya Bi"


____


Haloo.... gimana masih semangat gak nunggu author up?


Buat kalian, tetep jaga kesehatan ya. πŸ‘


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊


__ADS_2