
Happy reading πΌπΌπΌ
Mohon maaf nih belakangan author disibukkan dengan pekerjaan baru author π₯Ί jadi buat up juga jarang jarang bunda bunda π
...
"Terus apa yang gua dapet?"
"Tenang aja, bokapnya si mantan gua kan lumayan kaya, jadi bisalah kita bagi dikit"
"Hahaha, sialan lo Ra. Tapi gua gak yakin"
"Lo gak percaya sama gua?"
Setelahnya telepon dari Arra berbunyi.
"Apalagi?" tanya Arra dengan nada datar
"Kau dimana?" ucap lelaki tersebut
"Apa hubungannya dengan mu?"
"Aku ingin kita bertemu untuk yang terakhir kalinya, anggap saja ini perpisahan kita"
Rencana Rian selanjutnya, huhuhu π
"Cuihhh, tidak sudi.... Jangan sekali kali kau menampakkan dirimu setelah kau sudah membagi milikmu dengan orang lain"
*hayo ambigu π
"Apa urusannya dengan itu?" jawab Rian sedikit terbawa emosi
__ADS_1
"Kau harusnya tau diri, kau suamiku!!! Kenapa dengan mudahnya kau memberikan posisi yang harusnya menjadi milikku ke orang lain?"
"T,,tapi..." jawab Rian terbata bata
"Sudahlah, aku denganmu juga sekarang tidak ada hubungan apa apa lagi kan? Kau urus saja wanitamu yang sudah kau anggap ratu itu. Babu" Arra menekan kata kata terakhirnya
"Hei, masalah ini jangan kau sangkut pautkan dengannya. Dia tidak tau apa apa..."
"Hahaha, bisa bisanya disaat kita sudah berpisah kau masih saja membela jalangmu itu" ucapan Arra sedikit meremehkan
"Kau...."
"Sudahlah, hidupku dihabiskan hanya untuk mendengar teriakanmu saja..."
"Kau harus selalu ingat kata kataku, aku dengan senang hati akan menerimamu lagi dengan tangan terbuka"
"Aku tidak sudi jika harus mengulangnya lagi"
"Kau tidak apa apa?" tanya temannya
"Its oke... Kek ginian doang gak masalah" jawabnya santai
"Jadi gimana tadi rencananya?"
"Gini..." Arra membisikkan sesuatu ke telinga temannya itu..
"Gua gak yakin.."
Rencana kali ini diyakini Arra akan berhasil, karena Arra berpikir keluarga Abdar mudah ditipu jadi akan sangat mudah baginya.
Malam itu, ia memutuskan untuk menginap di apartemen milik temannya karena ia tidak tau harus tinggal dimana.
__ADS_1
Arra menjanjikan jika ia sudah mendapat apa yang ia mau, dia akan membalas semua jasa jasa temannya.
"Emang wujud mantan yang lu tinggalin demi si mantan suami lu itu kaya gimana sih?" kata temannya penasaran sambil duduk si sofa apartemen nya
Kemudian jari Arra langsung menjelajah akun media sosial milik Abdar.
"Nih" jawab Arra menyodorkan handphone miliknya
"Cakep juga, buat gua ya?" tanya temannya terkekeh
"Enak aja ini mangsa gua selanjutnya"
Arra yang setelah itu langsung mengirimkan permintaan pertemanan di akun media sosial nya. Dengan harapan yang besar, ia berharap agar Abdar mau memaafkan kesalahannya yang lalu dan kembali lagi ke pelukannya.
*Dih, ngarep lu wkwkwk ππ
*Readers pada gak setuju yakan???
"Gua masih gak yakin deh Ra, lu bilang mereka keluarga yang religius banget"
"Yaudah, gua tinggal ubah penampilan aja... Apa susahnya" jawab Arra dengan entengnya
"Kalau ngomong seenak jidat lu"
"Denger ya, gua tau si Abdar belum bisa move on dari gua... Pasti dia bakalan seneng dan bakalan ngeyakinin orang tuanya lagi kaya dulu"
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π