Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Nasi goreng


__ADS_3

Happy reading...


Pagi itu tampak awan mendung menghiasi langit, seolah tau bagaimana dilemanya orang orang tetapi tidak berani untuk bagaimana mengatakannya.


"Hu, kerja lagi.. nasib ya jadi janda, andai ada yg nafkahin" seorang perempuan tampak melintasi trotoar di pinggir jalan


"Kalau kamu saja engga untuk terbuka bagaimana orang tau kamu ingin di nafkahi" seorang pria berbadan tegap berjalan melewatinya begitu saja


Hah, bukannya itu orang yang kemarin di toko? Aneh banget si.. sok tau banget jadi orang, rasanya pengen gue kretek aja kupingnya... huu sabar Ra, hari ini gajian oke, malam ini kita makan enak ya perut


Sore hari, sang ibu pemilik toko datang untuk memberinya gaji pertama. Bersyukur, masih diberi kesempatan untuk bertahan hidup dan memulai semua kembali dari bawah meskipun tanpa bantuan dari siapapun itu.


"Pak, nasi gorengnya satu ya"


Sesuai keinginan dan janjinya kepada perutnya, dia memutuskan untuk membeli seporsi nasi goreng yang tidak jauh dari tempatnya bekerja yang kemudian akan dia santap setiba di kontrakan, tetapi siapa sangka apa yang terjadi,,


"Beli dua pak"


Seorang laki laki tiba tiba menyerobot? Hah, pikir saja siapa yang tidak marah? Dia pikir dia yang punya tempat ini?


"Antri dulu dong mas, jangan asal nyerobot aja" gerutunya

__ADS_1


Hah? laki laki tadi lagi?


"Siapa yg nyerobot" sahut laki laki tersebut dengan dinginnya


"Yakin tidak mau makan bersama saya?"


Ini gila, apa dia sadar mengucapkan itu? Ini sudah kesekian kalinya laki laki ini bersikap aneh... oke Ra, tenangkan dirimu dan coba iyakan ajakannya baik baik


"Oke, saya mau" sahutnya menyanggupi


Keduanya kemudian duduk bersebelahan sambil menunggu nasi goreng di hidangkan.


"Siapa Fariz?"


"Ah maaf, mungkin kamu tidak mengenalnya sebagai Fariz. Maksudku Abdar" ujarnya


Siapa laki laki ini, darimana dia tahu? Apa Abdar berbagi cerita dengan temannya? Apa laki laki ini akan menjelekkan aku?


"Bagaimana kau tahu" tanyanya sangat amat penasaran


"Kau mana tahu siapa yang memperhatikan mu di masjid tempat Abdar dan istrinya melakukan akad? Saya ada disana tetapi saat saya datang acara sudah usai, dan saat itu saya melihat banyak sekali kekecewaan yang tampak jelas dari wajahmu, maaf saya lancang. Saking penasarannya, saya sendiri bahkan bertanya kepada Abdar siapa kamu, dan ternyata saya bertemu kamu lagi untuk kesekian kali"

__ADS_1


"Tidak apa apa, apa yang kamu benar tidak salah"


Nasi goreng yang di pesan datang, keduanya sama sama menikmati hingga lupa untuk sekedar bertanya nama masing masing, mungkin habis ini wkwkwk.


"Maaf pak sebelumnya, siapa namamu?"


"Surya, kau bisa memanggilku dengan nama itu. Tapi jangan ada embel-embel bapak. Memangnya aku terlihat setua itu?


"Ah tidak, baiklah saya pamit dahulu. Terimakasih obrolannya" pamitnya


"Kau tidak berniat memberitahuku juga siapa namamu?"


"Arra, panggil itu saja"


Ketika wanita tersebut hendak membayar, sebagai seorang lelaki yang gentleman Surya tentu saja langsung mencegah dan kemudian menawarkan diri mengantarkannya pulang, hitung hitung agar tahu dimana tempat dia tinggal. Dan saat sampai, di balas ucapan terimakasih juga pesan untuk Surya berhati hati sekaligus senyuman pastinya.


Ternyata dia tidak se menyebalkan itu, aku harus lebih memperhatikan orang lagi sesudah ini lumayan kan jadi bisa makan gratis



Yuk mampir ke karya otor, masih hangat tinggal pencet profil aja loh... like like like 🙏👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2