
Happy reading
Mengalami kemajuan? Tentu masih terjebak di zona nyaman. Ya, itulah yang Abdar lalui kini... Hingga saat ia tau kawannya Surya, telah kembali dari perjalanan nya.
Abdar hingga kini tidak tau bahwa Surya juga menyimpan rasa seperti nya dan tertuju ke orang yang sama, mungkinkah semua itu akan terungkap?
Entah, hanya Tuhan dan author yang tau 😁
Bagai mendapat durian jatuh, sehari setelah Surya pulang dari jadwal pelayarannya ia melihat gadisnya tengah berdiri di rak sebelah memilah mana yang harus ia ambil...
"Assalamualaikum" Surya yang menghampiri Dian. Awalnya Dian merasa tidak asing dengan pria yang menyapanya ini...
"Waalaikumsalam... siapa ya?"
Ya maklum memang jika Dian tidak mengenali, karena Surya memakai masker kala itu...
Pandemi covid ya Sur 😂
"Wah, mas Surya?" sesaat Dian di buat terkejut bersamaan dengan pria itu yang membuka masker nya
"Haha iya, bagaimana kabarmu?" tanya Surya tersenyum simpul
__ADS_1
"Alhamdulillah..." sejujurnya juga Dian juga merasa tidak enak jika berlama lama berdua dengan Surya di supermarket itu...
"Kau masih bekerja di madrasah?"
"Tidak mas, saya kini sudah pindah dan alhamdulilah saya di tempatkan di salah satu pesantren yang jaraknya juga tidak terlalu jauh dari rumah" jawab Dian apa adanya
Flashback on*
"Neng, bagaimana jika kamu bergabung juga di pesantren bersama Abdar... Pesantren itu adalah milik kakak Umi?"
"Saya tidak enak Umi, saya hanya tamatan Sekolah Menengah Atas bukan sarjana seperti mungkin ustadz dan ustadzah disana" jawab Dian rendah hati
"Apa tidak apa apa Umi?"
"Tentu saja, besok kami akan menjemputmu"
Setelahnya Dian tentunya meminta izin kepada ibunya, sebagai orang tua tentunya Ibu Ida selalu mendukung langkah putrinya asalkan masih di jalan yang benar dan tidak melenceng kiri kanan.
Dian mengucap syukur atas segala nikmat dan Rahmat yang Allah SWT berikan kepada dia dan ibunya, ini adalah langkah awal untuk mengubah ekonomi hidup mereka.
Umi yang merasa ini adalah langkah yang baik jika harus menyatukan Dian dan putranya yang beberapa bulan mereka hanya begitu gitu saja
__ADS_1
Sabar ya Umi...
Keesokannya, jangan tanyakan bagaimana reaksi Farhan saat tau gadis yang dulu dia incar tiba tiba datang ke pesantren dengan rombongan Paman dan Bibi nya begitu juga sepupunya.
Sejujurnya Farhan sudah mengikhlaskan untuk Abdar mengejar Dian, tetapi bagaimana juga gadis itu juga pernah mengisi pikiran dan hatinya...
Ayah Ahmad yang paham akan perasaan anaknya langsung memberikan pengertian, bahwa kemanapun dia pergi, apapun yang dia lalui jika dia ditakdirkan untukmu dia juga akan kembali padamu...
Aduh nemu kata kata dimana pula si author abal abal ini 😭
Mereka menyambut kedatangan keluarga Umi dan Abi, mengajak masuk dan menjamu tamunya. Setelah berbincang bincang dan mengetahui maksud kedatangan Umi dan Abi tanpa basa basi Ayah Ahmad langsung menyetujui itu...
Beberapa hari di pesantren membuat Dian langsung beradaptasi dengan lingkungan barunya, awalnya ia mengira akan banyak orang yang mengucilkan nya karena ia merasa tidak sebanding tetapi kenyataan itu semua berbalik...
Flashback off*
"Begitu rupanya.."
"Iya mas, yasudah kalau begitu saya permisi... Assalamualaikum" kemudian Dian beranjak pergi dari sana dan menuju ke kasir membayar belanjaannya
"Masih sama ternyata, tolong bersabarlah sedikit lagi Surya. Jika yang di atas mengizinkan semua pasti ada waktunya" ucap Surya dalam hati
__ADS_1