
Happy reading πΌπΌπΌ
...
"Tidur aja kali ya"
Surya kemudian memejamkan matanya untuk langsung terjun ke dunia mimpinya.
*Kira kira pada vote Abdar atau Surya nih? Atau Farhan? π
Esoknya, Ayah Ahmad dan keluarga harus segera kembali ke pesantren dikarenakan waktu liburan mereka sudah habis.
"Bi, gak ke madrasah dulu gitu?" kata Farhan saat mereka tengah sarapan bersama
"Uuhukk"
"Pelan pelan" kata Umi seraya memberikan gelas minum kepada Abdar
"Kenapa belakangan ini jadi sering ke madrasah Han?" tanya Abdar
"Eehh, engga kak cuma itu aja" jawab Farhan malu malu
"Itu apa?" Umi mengimbuhi
"Lihat mbak, anakmu sudah main rahasia rahasiaan sama kita"
"Sudah sudah ayo dilanjut makannya" kata Abi
__ADS_1
Dentuman sendok dan garpu menghiasi waktu sarapan dua keluarga tersebut, tak ada lagi yang berbicara setelahnya sampai sarapan berakhir.
Abdar yang tak langsung memperhatikan Farhan dengan tatapan yang sulit diartikan. Kenapa makin kelihatan jika ia jelas pergi ke madrasah hanya untuk menemui Dian?
Jika benar Farhan juga menyukai Dian bagaimana bisa dia bersaing dengan saudara yang tak lain sepupunya sendiri.
Semoga saja tidak, tetapi bohong jika ini tak menjadi beban untuk pikirannya. Apapun itu pasti terbaik untuk semua orang.
Acara sarapan telah selesai, Abdar yang sedari tadi memendam banyak pertanyaan lantas ia langsung katakan kepada sepupunya.
"Han, sini bentar"
Mereka kemudian duduk di teras depan rumah.
"Kenapa kak?"
"Farhan tau kak, kakak juga menyukai dia kan?"
"Hah? Apa apaan ini? Aku yang bertanya kenapa dia malah balikin lagi? Anak bocah labilnya masyaallah" gerutu Farhan
"Jangan malah dibalikin, jawab saja pertanyaan tadi" jawab Abdar menatap lurus
"Kak, kita laki laki juga pasti punya pemikiran sama. Dia gadis yang baik. Siapa juga yang bisa nolak pesonanya. Asal kakak tau, disini Farhan gak mau egois untuk memaksakan siapapun baik kita maupun dia.
Biarlah takdir berjalan sesuai alurnya, siapapun yang ia pilih atau bahkan bukan salah satu dari kita itu adalah konsekuensinya.
Jadi jika kakak menganggap bahwa Farhan adalah saingan, kakak salah. Disini Farhan hanya mengagumi, jika menginginkan mungkin belum sampai" ucap Farhan panjang lebar
__ADS_1
Abdar langsung tertegun mendengar penuturan Farhan, ia merasa bersalah mengira yang tidak tidak tadinya.
"Maaf"
"Tidak masalah kak, jangan gitu dong... gantengnya ilang tuh"
Kemudian mereka tertawa bersama.
Farhan mengajak Abdar masuk ke dalam rumah karena selepasnya Farhan harus membereskan pakaiannya.
Sedangkan Umi dan Abi tengah duduk di ruang keluarga, dan Abdar tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
"Nanti saja kita kasih tau, jangan sekarang" suara Abi sayup-sayup terdengar
"Apanya yang nanti saja Bi?" kata Abdar yang langsung bergabung dengan mereka
"Ah, tii... tidak, Umi mau belanja tadi katanya jangan sekarang kan Ayah sama Ummah mau balik" jawab Abi dengan terbata bata
"Oohh, Abdar kira ada apa"
Abdar tau mau berpikir aneh aneh tentang orang tuanya kala itu.
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π