Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Firasat Buruk


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Btw mau cerita sedikit nih, author baru pindah kerjaan guys jadi agak gimana gitu loh buat up lagi πŸ₯Ί


Terus, kerjaan baru ini bikin author jadi jarang pegang hp juga lebih sering terjun ke lapangan juga πŸ₯Ί


_


*POV Dian


Hari itu, saat perjalanan ku berangkat ke madrasah aku kembali menemui wanita yang kutemui juga tempo hari. Kenapa belakangan dia ada disini? Apa dia menemui seseorang? Kenapa hatiku tergerak untuk mengetahui siapa wanita tersebut?


Saat melewatinya, wanita itu menghentikan langkah ku.


"Permisi mbak, maaf saya orang baru saya mau tanya mbak kenal sama orang ini?" katanya sambil menyodorkan handphone nya


DEG


INI?


"Memang dia siapa?" tanyaku berlagak tidak tau


"Saya mencarinya, hanya ingin meminta tolong" jawab wanita tersebut


"Saya tidak kenal, permisi" kemudian aku langsung meninggalkan wanita itu


"Dih, penampilan aja alim ditanyain baik baik langsung pergi" sinis Arra


"Ya Allah, kenapa wanita itu mencari mas Abdar? Dia siapa?"


Kemudian pikiran negatif akan Abdar memenuhi pikirannya


"Lagipula apa hubungannya denganku? Aku kan bukan siapa siapanya?"


Saat berjumpa dengan murid-murid ku, aku tak banyak bicara seperti biasanya. Sepertinya perkataan perempuan itu membuatku badmood. Aku tau disini aku egois, harusnya masalah ini tak ku bawa kepada murid ku karena ini hanya masalah sepele.


Aku menyudahi hari itu lebih cepat dari biasanya, feeling ku masih tidak enak karena perkataan wanita tadi. Kenapa dari sekian banyak laki laki dan orang orang harus mas Abdar yang ia tunjukkan.


"Ya Allah, semoga tidak terjadi apa apa padanya"


Saat akan mengunci pintu, Aina mengejutkanku.

__ADS_1


"Mbak kenapa? Ada masalah?" tanyanya dengan polos


"Tidak sayang, kenapa memang?"


"Daritadi Aina perhatikan mbak tidak seperti biasanya, seperti orang sedih. Kalau mau mbak cerita sama Aina aja ayok"


"Astaga, kenapa anak kecil ini peka sekali terhadapku. Tetapi mana mungkin masalah seperti ini ku ceritakan pada anak seusia dia?"


"Terimakasih ya, sebaiknya kita pulang saja yuk" ajakku sambil mengelus kepalanya yang terbungkus jilbab itu


Karena memang rumah kami yang berbeda arah, Aina pulang lebih dulu dan aku hanya memperhatikan nya dari jauh sampai punggung nya menghilang. Saat akan berbalik, seseorang yang dari tadi ku khawatirkan muncul.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam mas" jawabku seraya menundukkan kepalaku


"Kenapa jam segini sudah sepi?" tanya nya langsung to the point


"Maaf mas, tetapi saya boleh minta waktunya sebentar?"


"Banyak pun boleh" katanya sambil menunjukkan deretan gigi putihnya


"Begini, Dian tau masalah ini harusnya tidak Dian kaitkan dengan madrasah di pekerjaan ini"


Abdar dengan raut wajah bingungnya tak dapat ia sembunyikan lagi.


"Memang ada apa?"


Hhmmm


"Sebelum Dian sampai madrasah tadi, ada wanita yang menanyakan kepada Dian apakah Dian mengenal seseorang yang dia cari atau tidak. Awalnya Dian hanya biasa menanggapinya, tetapi setelah ia menunjukkan foto seseorang yang dia cari Dian terpaksa berbohong"


"Kenapa harus berbohong? Memang foto siapa?" tanya Abdar yang benar benar sudah tidak mengerti


"Foto mas Abdar" jawab ku pelan


HAH?


BAGAIMANA BISA?


"Benarkah?" tanya Abdar memastikan


"Benar, dan aku berbohong bahwa aku tidak mengenal mas Abdar karena firasatku mengatakan dia bukan orang baik. Jadi Dian terpaksa mengatakan itu." jawabku merasa bersalah

__ADS_1


"Tidak apa, memang perempuan siapa yang mencari ku?"


"Dian juga tidak tau, yang pasti Dian mendengar dia menggerutu atas sikap Dian yang langsung meninggalkannya tadi


"Kau ingat ciri ciri nya?"


"Dia cantik, lebih tinggi sedikit dari Dian dan di mata dahi sebelah kirinya ada tahi lalat kecil"


"Arra"


"Apakah mungkin dia?" gumam Abdar


"Mas mengenalnya?"


"Harus ku pastikan dulu, takut salah orang hehehe" jawab Abdar sedikit tertawa agar menenangkan Dian


"Mas Abdar jaga diri ya, firasat Dian akan perempuan itu tidak baik. Pasti dia punya maksud jahat"


"Dian tidak boleh suudzhon begitu ya. Kita boleh berjaga jaga tetapi jangan sampai berprasangka buruk kepada orang belum tentu juga firasatmu itu benar kan?"


"Maafkan Dian mas" jawabku merasa malu atas ucapanku tadi. Aku tidak membenarkan ucapanku tetapi hatiku tidak bisa dibohongi bahwa aku mengkhawatirkan nya


"Kau mengkhawatirkan ku?"


"Ihhh, mas Abdar jangan narsis deh. Kan Dian cuma ngasih tau" jawab ku malu malu.


Apa jangan jangan seorang ustadz punya ilmu untuk membaca pikiran orang lain? Ya ampun pikiran liar ku 😭


"Jika tidak kenapa malu malu? Aku justru suka jika itu benar" kata nya dengan jujur


DEG...


APA KATANYA? DIA SUKA?


"Sadar Dian... Jangan terlalu berharap, dia hanya bercanda" gumamku


"Aku tidak bercanda" lagi lagi ia membuyarkan lamunanku


"Baiklah, maaf membuatmu malu. Mari kita pulang"


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊


__ADS_2