
Happy reading..
"Kak, ini buat apa?"
Pagi itu, Abdar di kagetkan oleh suara sepupunya saat ia sedang menikmati kopi paginya.
"Itu buat souvernir para tamu undangan, Han. Jangan di buat berantakan ya.. Tadi kakak sudah beresin" titah Abdar
"Cieee, tiga hari lagi ni yeee..." kata Farhan menggoda sepupunya
Pernikahan bukan hanya sekedar bersama, melainkan menyatukan dua insan yang berbeda sekaligus kedua keluarga dengan berbagai perbedaan.
"Eh, mobil siapa itu kak?"
Saat ini, mereka sedang berada di balkon atas kamar Abdar yang berada di lantai dua. Mereka di kagetkan dengan datangnya mobil masuk ke dalam gerbang.
"Oh, itu mobil teman Abi" jawab Abdar santai
*Kaya nya si Farhan bakalan menemukan ehem ehem nih 😂
"Siapa?" tanya Farhan
"Keluarga Ustadz Hasan, kebetulan anak mereka teman sekolah kakak dulu" jawab Abdar menjelaskan
"Cewek ya?"
"Mau?"
"Iya"
"Astagfirullah hal adzhim.. mau apa kak?" Farhan langsung tersadar atas jawabannya dan Abdar tertawa melihat reaksinya yang langsung salah tingkah
__ADS_1
Sementara itu, di bawah terlihat Umi dan Abi menyambut kedatangan keluarga Ustadz Hasan tersebut. Kemudian mengajak mereka untuk berbincang.
"Wah kapan lagi ya kita bisa berkumpul seperti ini.." seru Ustadz Hasan
"Benar itu, San.. makanya sering sering datang kemari" jawab Ayah Ahmad
"Bukannya kau yang tidak pernah datang kesini, Mad?" Ustadz Hasan tidak mau kalah
"Hahaha, sudah sudah... kalian seperti anak kecil saja" kata Abi berusaha melerai
"Dimana Abdar, Bi?" tanya Safwa
"Anak nakal itu sedang dikamarnya, Safwa. Tadi sepertinya ada Farhan juga" jawab Abi
"Siapa Farhan?" batin Safwa
Kemudian Ayah Ahmad menjelaskan bahwa Farhan adalah putra tunggalnya karena ia menyadari dari raut wajah Safwa sepertinya bertanya tanya tentang siapa sosok Farhan ini.
"Oh begitu ya.." jawab Safwa menundukkan kepalanya
**
"Uuhuukk..uhhukk"
"Eh, kenapa Han?"
"Keselek, hahaha"
"Berarti ada yang ngomongin.."
"Siapa?"
__ADS_1
"Entah"
"Dasar manusia es" lirih Farhan dengan suara pelan tetapi masih bisa terdengar oleh Abdar
Abdar lalu turun keluar dari kamarnya diikuti oleh Farhan, dan menuju ruang tamu nya. Ia dan Farhan mengucap salam kepada semua orang disana
"Waalaikumsalam." jawab mereka serentak
"Sini duduk" kata Umi
"Assalamualaikum Ning.." Abdar mengucap salam kembali kepada Safwa, memang niat menggoda sih
"Waalaikumsalam, Ustadz" jawab Safwa tertawa kecil
"Itu orangnya?" batin Farhan dan juga Safwa saat mata mereka bertemu dan langsung memutuskan kontak mata tersebut
"Nah, Ning.. Ini putra saya, yang tadi saya bilang. Dia sama nakalnya seperti Abdar" kata Ayah Ahmad
"Oh, tadi ngomongin Farhan ya? Pantesan dia keselek tadi, Yah" ujar Abdar menimpali
"Jangan gitu kak, malu ada cewek" jawab Farhan
"Biasanya juga malu maluin... Sekarang sok sok malu malu" kata Abdar
"Ini calon manten pecicilan kenapa sih? Kan sebentar lagi bakalan jadi suami, jadi harus kalem.. Gak boleh banyak tingkah tau" ujar Safwa karena sudah mulai panas dengan tingkah laku Abdar
Mereka semua kemudian tertawa, dan berbincang bincang membahas pernikahan Abdar yang akan di laksanakan tiga hari kemudian.
Doakan lancar ya...
Sederhana saja, keluarga adalah orang orang yang selalu ada untukmu apapun keadaan dan kondisimu. Seburuk dan sebaik apapun, keluarga tetap keluarga.
__ADS_1