Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Anak kecil


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Surya POV**


Hari itu, hari kepulangan ku ke tanah air. Setelah berbulan bulan di negeri orang membuat ku merindukan rumah dan keluarga ku, terutama adik kecil ku.


Setelah pulang ke rumah,, mereka menyambut ku dengan senang hati.


"Kakak... Aina berangkat ngaji dulu, pokok nya nanti jemput gak mau tau" oceh adik kecil nya


"Iya,, nanti kakak jemput. Dimana memang ngaji nya?" tanya ku


"Di sana tuh, di sebelah nya toko roti. Jemput nya jam 4 ya"


"Oke boss kecil ku.. Hati hati berangkat nya ya" ucap nya sambil menyalami ku


Usai pamitan itu, ayah dan ibuku memanggil ku untuk sekedar berbincang dengan mereka.


"Surya, di umur mu yang hampir seperempat abad ini apakah kau tidak ada niatan untuk memberi kami calon menantu?" tanya ayah nya


"Tentu saja ada ayah, tapi beri Surya waktu" ucap ku meyakinkan ayah ku


"Apa mau kami yang mencarikan untuk mu?" tanya ayah nya lagi


"Ayah... Ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi, kalian tinggal menunggu saja nanti pasti ada waktunya" ucap ku mantap


Waktu yang berputar sangat cepat, dan tak terasa menunjukkan sudah pukul setengah 4. Sesuai janji dengan Aina, aku bergegas menjemput nya.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya ibu melihat ku


"Mau jemput Aina"


"Biasanya pulang sendiri kok" ucap ibu


"Ntah lah bu, mungkin dia merindukan abang nya ini" ucap ku terkekeh


"Yasudah, hati hati ya" kata ibu


"Iya bu, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah berangkat....


Setengah perjalanan, ban motor yang ku kendarai ternyata kempes. Ku dorong motor ku dan beruntung nya menemukan tambal ban daerah situ, tetapi antrian banyak.


"Waduh, antri. Gimana kalau Aina nungguin?" batin ku


Setelah selesai, ku percepat motor ku menuju tempat tujuan ku. Dan aku mendapati adik kecil ku tengah berbicara dengan seorang perempuan yang mereka kelihatan sangat akrab, ntah siapa dia.


"Kakak,, lama sekali" rengek nya


Dan dari situ, aku mulai kagum saat mengetahui dia adalah pengajar adik ku selama ini, yang ku tau dari ibu ku Aina sangat sulit di ajari mengaji dan agama.


Dian, ya itu nama nya. Gadis berlesung ini membuat pikiran ku tak karuan semenjak melihat nya pertama kali.


Usai berpamitan, Aina mengajak ku membeli es krim kesukaannya.

__ADS_1


"Aina, mbak nya itu rumah nya dimana?" tanya ku memulai percakapan dengan adik ku itu


"Ngga tau kak, kakak suka ya?" goda nya


"Anak kecil gak boleh tau" ucap ku


Setelah sampai dirumah, Aina menceritakan kejadian tadi kepada ibu. Dasar anak kecil...


"Bu, kakak suka sama mbak Dian tau" ucap nya


"Mbak Dian siapa?" tanya ibu kebingungan


"Itu bu, yang ngajarin Aina di madrasah"


"Ngga bu, kakak tadi cuma nanya" sahut ku cepat


"Ya tidak apa kalau memang benar begitu kak" kata ibu tersenyum


"Ah, ibu dan anak sama saja... Untung tidak ada ayah, bisa bisa ayah juga ikutan menggoda ku" batin ku


Ku langkahkan kakiku menuju kamar. Dan benar saja, perempuan ini membuat ku tak henti-hentinya memikirkan nya.


Assalamualaikum....


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya πŸ™


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya dan jangan lupa tinggalkan jejak 😊**

__ADS_1


__ADS_2