Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Enak kan?


__ADS_3

Happy reading...


Keduanya mengakhiri makan malam itu dengan mengucap syukur atas semua kebahagiaan yang sudah di peroleh..


"Alhamdulillah, terimakasih sudah memilihku menjadi pendamping mu dek. Semoga apapun yang terjadi dan seperti apa kedepannya kau tetap bersama ku hingga nanti" ujar Abdar membelai lembut rambut sang istri


"Begitupun aku, Mas.. Kau tahu? Dulu aku selalu mengira tidak ada seorang pun lelaki yang akan mencintai ku melebihi ayah ku, tetapi siapa sangka, aku menemukanmu. Dan sekaranglah, disini kita sebagai seorang yang tidak akan saling melepaskan, benar begitu bukan?"


Kedewasaan yang Dian miliki juga merupakan salah satu alasan mengapa Abdar menyukai itu.


"Mas?" tanya Dian menyadari suaminya tidak menjawab pertanyaan nya barusan


"Jangan seperti itu nada bicaranya sayang, membuatku ingin menerkam mu saat ini juga" jawab Abdar dengan suara parau nya


DEG.. Apakah mas Abdar akan mengambil hak nya sekarang juga?

__ADS_1


"Aku tidak akan menolak, mas. Kau bebas melakukannya, aku milikmu"


Bagai mendapat durian runtuh, tanpa ada penolakan dari istrinya dia langsung menjalankan tugasnya saat itu juga. Abdar begitu bangga saat penyatuan mereka mengalir darah segar dari lubang kepunyaan istrinya


Sekedar informasi, keluarnya darah saat pertama kali bukan merupakan pertanda masih segel atau engga ya.. Karena masih segel atau engga bukan perkara darah (selaput dara) tetapi dari individu nya sendiri yang mau mengakui itu. Jadi jangan salah menilai, ngongey 👌


"Eemmghh"


Dian bangun lebih awal dan menyadari bahwa area di bagian bawahnya terasa sangat sakit, dia baru ingat bahwa tadi malam sudah melaksanakan tugasnya yang pertama kali sebagai seorang istri.


"Sudah bangun, sayang?" tanya Abdar tanpa membuka matanya dengan suara khas bangun tidur


"Cantik, masih pagi udah ngomel. Tapi enak kan?" tanya Abdar menggodanya


Bluss, wajah nya langsung memerah saat itu juga,

__ADS_1


"Mau mandi ya, sini mas mandiin" ujarnya


"Tidak, aku mandi sendiri saja.. Yang ada nanti bukannya mandi malah lanjutin yang semalam" kemudian Dian berjalan dengan pelan menuju kamar mandi


Saat hari menjelang siang, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Abi dan Umi. Ibu Ida juga akan tinggal bersama mereka karena Dian tidak tega meninggalkan ibunya seorang diri dirumah, dan hanya ibunya lah yang dia punya sekarang.


"Assalamualaikum" ucap keduanya saat memasuki pintu


"Waalaikumsalam, pengantin baru auranya beda ya.. Lihat tu makin cerah aja abis ngukur tanah semaleman" goda Abi


"Mana ada sih, Bi" jawab Abdar mengindari pernyataan Abi nya


"Jangan bohong, kamu kira Abi mu ini tidak pernah merasakannya apa? Lihat saja, kenapa cara berjalan Dian sama seperti mu saat baru pertama kali sunat dulu?" bisik Abi dengan pelan karena tidak mau pertanyaannya terdengar oleh sang menantu


"Abi, anak baru pulang sudah di godain. Dian, makan dulu yuk sini" ajak Umi

__ADS_1


Dian mengangguk dan menuju ke meja makan untuk makan bersama keluarga barunya itu.


Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah atas nikmat yang kau berikan... Ini sudah lebih dari cukup dari apapun bagiku. Suami yang sangat baik, mertua yang menganggap ku sebagai putri mereka. Jaga mereka semua. Gumam Dian seraya tersenyum memperhatikan semua anggota keluarga nya yang tengah makan bersama kala itu


__ADS_2