
Happy reading πΌπΌπΌ
....
2 tahun lalu,,,
"Maukah kau menikah denganku, jadi ibu dari anak anak ku?" ucap Abdar kepada wanita cantik tersebut
"Terima...terima...terima" riuh pengunjung di cafe tersebut kala itu
"Iya... aku mau" ucapnya sambil menitihkan air mata
Beberapa bulan setelahnya, Abdar mengenalkan wanita pujaan hatinya kepada Abi dan Umi nya. Namun siapa sangka, respon Umi kepadanya sangat tidak bersahabat seolah Umi bisa merasakan sifat negatif pada wanita tersebut
"Abi, ikut Umi sebentar" pinta Umi
Setelah di kamar.....
"Abi, apa Abi merasakan apa yang Umi rasa?"
"Iya Umi, sepertinya dia bukan wanita baik baik. Tapi semoga aja firasat kita ini salah lagipula kita tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain" ucap Abi
Di ruang tamu....
__ADS_1
"Sepertinya Abi dan Umi mu tidak menyukai ku" ucap Arra dengan wajah sedihnya
"Jangan berfikir seperti itu, mulai besok ubah penampilan mu menjadi lebih tertutup" tutur Abdar
"Kenapa aku melakukan itu?" tanya nya
"Agar Abi dan Umi ku yakin bahwa kau adalah menantu terbaik untuk mereka" jelas Abdar
Arra yang tampak malas dengan penuturan Abdar tersebut menunjukkan senyum lesu nya berharap Abdar akan mengerti perasaan nya
....
Sebenarnya Abi sudah tau bahwa anaknya mencintai wanita yang salah, hanya saja Abi ingin Abdar tau sendiri kenyataannya tanpa orang lain memberitahu nya
Malam Oktober,,,,
"Ada apa Umi? kenapa Umi menangis?" tanya Abdar dengan khawatir nya
Umi yang makin menangis menjadi jadi langsung memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak
"Pasti ada yang tidak beres" batinnya
Setelah sampai di rumah, tanpa mengucap salam Abdar menghampiri Umi nya yang menangis di kursi ruang tamu mereka
__ADS_1
"Nak, lepaskan dia... relakan dia!" ucap Umi sambil sesekali menyeka air matanya
"Ada apa Umi, kenapa Umi tiba tiba seperti ini?" tanyanya yang makin tak mengerti sebenarnya ini ada apa
Kemudian, Umi menceritakan bahwa saat sore tadi Arra dan kekasihnya mengunjungi rumah mereka... Tak hanya itu Arra juga mengatakan membatalkan pertunangan nya dengan Abdar karena saat ini dia sedang mengandung anak dengan kekasih nya
Sungguh Abdar yang mendengar hal itu seakan tak bisa berhenti berpikir. Dia mencoba menghubungi Arra namun tetap saja nihil.
Di lain tempat...
"Apa kamu yakin keputusan mu ini sayang? tanya Rian, kekasih Arra saat ini
"Sangat yakin, aku sungguh tak sanggup jika aku harus merubah penampilan ku. Mengenakan hijab, berpakaian panjang. Aku sangat tak cocok berpakaian seperti itu" kata Arra
"Benar juga. Kau sudah sangat mempesona berpakaian seperti ini sayang" kata Rian dengan manja nya
"Lihat saja Arra, apa yang akan aku perbuat padamu nanti... Begitu bodohnya kamu menyia-nyiakan ustadz seperti Abdar, dasar wanita ******" batin Rian
"Apa yang kau pikirkan sayang?" tanya Arra penuh heran
"Tidak sayang. Aku hanya membayangkan bagaimana bahagia nya keluarga kecil kita nanti... Tentu saja dengan dirimu dan dengan anak kita" ucap Rian sambil mengusap pelan perut Arra yang saat itu masih rata
"Kau benar sayang... Kita akan bahagia nanti di sana. Semoga ustadz sialan itu tidak mencari keberadaan kita nanti" ucap Arra.
__ADS_1
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah nanti akan author revisi πππ