
Happy reading πΌπΌπΌ
...
Agak 21+ mohon bijak dalam membaca ya π
Oke belakangan agak renggang jadi bisa sering up nih, ayo kak like nya dong biar author makin semangat π
Makasih makasih π₯°
Mulai semenjak Rian menyetujui gugatan cerai nya, mulai hari itu juga Fira bergantung padanya. Dari makan, segala sesuatu semua kebutuhan bahkan sampai tinggal di rumah Rian.
Jika ia butuh sesuatu tinggal minta, seakan akan sudah mempunyai jin ajaib yang bisa mengabulkan permintaan nya.
*Author juga mau dong kalau kaya gitu ππ
"Sayang, minta uang ya?"
"Kan udah aku transfer kemarin sayang, buat beli tas kan?" jawab Rian yang masih berkutat dengan laptopnya
"Iya ini, udah beli" Fira dengan pose menggoda nya menunjukkan tas branded yang baru ia beli
"Aku justru lebih tertarik dengan tubuhmu dibandingkan tas itu. Bahkan 100 pun ku berikan" jawab Rian mendekat
"Sayangg" kata Fira dengan nada menggoda nya
Runtuh sudah pertahanan Rian untuk tidak bisa menolak ajakan kekasihnya dan pertempuran itu kembali di mulai.
Setelah selesai bergulat, dia mendudukkan dirinya diatas badan kekar Rian.
"Untuk apa kau minta uang lagi sayang?"
"Aku ingin ke salon, agar terlihat lebih fresh lagi" jawab Fira yang langsung menerkam bibir Rian
__ADS_1
"Apapun untuk permaisuri ku"
"Benarkah?"
"Kau ragu?"
"Tidak, aku hanya ingin menjadi milikmu satu satunya. Ya caranya adalah dengan kita menikah secepatnya"
"Baiklah, seminggu kemudian kita menikah" jawab Rian mengambil keputusan
"Terimakasih sayang.." kata Fira kegirangan seraya memeluk tubuh Rian dalam keadaan naked.
***
Sore itu, Dian yang sudah selesai membersihkan madrasah hendak langsung pulang ke rumah. Tetapi, saat ia hendak pergi, seseorang memanggil namanya.
"Mas Abdar? Madrasah sudah tutup, Abi juga sudah pulang"
"Saya bukan mencari Abi, tapi mencari kamu"
Abdar juga tersenyum menanggapi tingkah Dian.
"Ada apa memangnya?"
"Tidak ada, maafkan saya belakangan saya jarang mengunjungi kamu. Saya sekarang juga mengajar di salah satu pesantren kakaknya Umi"
"Masyaallah semoga barakah ilmu yang Mas sampaikan kepada mereka"
"Amiinn, mari saya antar pulang"
Mereka kemudian pulang dengan berjalan kaki.
Sementara Abdar yang tengah berbahagia dengan gadisnya, dirumahnya Abi tengah menjamu tamunya.
__ADS_1
"Wah lama gak ketemu lagi ya, terakhir ketemu waktu makan malam itu kan?" ujar Ustadz Hasan basa basi
"Begini Husain, niat kami kemari bagaimana jika kita menjodohkan Safwa dengan Abdar?"
Prang... Nampan yang dibawa Umi jatuh ke lantai membuat semua berantakan...
"Aduh maaf mbak..." yang kala itu istri dari Ustadz Hasan langsung menolong Umi
"Tidak apa ustadzah"
"Bagaimana Husain? Lagian mereka sudah sama sama dewasa. Supaya juga tali silaturahmi diantara kita tetap terjalin" ujar Ustadz Hasan
Dari raut wajah Abi menandakan ia bingung ingin menjawab apa. Disisi lain ia tau putranya juga sudah memilih calonnya sendiri. Bagaimana ini?
"Saya tidak keberatan, cuma keputusan kita kembalikan lagi kepada anak anak kita masing-masing, bagaimanpun mereka juga yang akan menjalani ini kedepannya" ujar Abi berterus terang
Setelah Ustadz Hasan dan istrinya pulang, Umi yang sedari tadi menahan untuk tidak berbicara akhirnya membuka mulutnya.
"Kenapa gak Abi tolak saja? Bagaimana nanti jika Dian tau?"
"Umi, dengarkan Abi. Jika Abi tolak, apa pandangan Hasan kepada kita? Lagipula Abdar dengan Dian belum memiliki hubungan apa apa. Bukankah jodoh tidak akan kemana?"
"Ya tapi bi..."
"Sudah, nanti kita tanyakan langsung kepada Abdar"
Boomm... bagaimana lanjutnya? Tim Abdar Dian atau Abdar Safwa ni??
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π