
Happy reading πΌπΌπΌ
Hallo readers, masih setia kan? Tap tombol love nya dong biar novel ini masuk di daftar favorit kalian. Jempol dan komentar dari kalian juga sangat berarti buat author ππ
___
"Ayo dekkk..." teriak Surya dari bawa rumah
"Iya ayok" ucap Aina membetulkan kerudung instan nya
Aina berangkat bersama di antar dengan kakak nya, yang kakak nya itu mempunyai maksud terselubung. Dan setelah sampai madrasah Aina memberitahu Kak Surya untuk langsung pulang.
"Kakak, kakak pulang aja ya. Adek masuk dulu" pamitnya menyalimi kakak nya
"Iya dek yang rajin ya. Nanti kakak jemput pulang nya" jawab Surya
Dari ambang pintu, Surya tak henti-hentinya memandangi gadis yang dari awal memenuhi pikirannya.
"Cantik"
"Sangat cantik"
"Apa yang ku lakukan? Aku memuji nya?"
"Tapi memang dia cantik" sambil mulut nya mengatakan hal itu dan mata nya tetap fokus memperhatikan Dian.
"Baiklah, tunggu aku gadisku. Jika benar kau ditakdirkan untuk ku, Allah pasti mempermudah jalan kita" gumam nya dalam hati.
Surya pulang ke rumah dengan keadaan sumringah. Senyum yang sedari tadi tak luntur dari wajah nya.
"Ehh, senyum senyum sendiri. Ketemu pujaan hati?" ucap ibu nya dari balik pintu
"Ngagetin aja, kirain maling"
__ADS_1
"Kaya gak pernah muda aja ibu" ucap Surya yang pipi nya sudah mulai memerah karena malu.
"Makanya, kaya gitu kan kalau lagi berbunga bunga. Terus kamu nunggu apalagi?"
"Ibu nunggu pengen punya menantu loh"
"Sabar ya, semua butuh proses sayang" ucap nya mentoel dagu ibu nya
*Mentoel bahasa mana astaga ππ buat readers yang tau komen ya ππ
Sore hari, Surya sangat bersemangat menjemput adik kecil nya. Tetapi yang membuat ia bersemangat bukan hanya itu.
Hayooo readers tau gak? ππ
"Loh, udah lama dek?" kata Surya kala ia mendapati adik nya sudah berdiri menunggu nya di depan madrasah
"Engga kak, barusan selesai kok"
"Assalamualaikum" ucap Dian menyapa kedua kakak beradik tersebut
"Waalaikumsalam mbakk" jawab Aina
Surya yang tak bisa berkata apapun, seakan di mabuk dengan senyuman Dian.
"Kakak, kalau orang salam di jawab" kata Aina menceramahi kakak nya
"Astagfirullah, maaf. Waalaikumsalam" ucap Surya
"Kenapa kalian masih disini?" tanya Dian
"Iya mbak. Ini kak Surya lama nih, katanya mau nuu..."
"Eh iya Dian, ini kami juga mau pulang. Ayo dek" ucapan Aina terpotong oleh Surya
__ADS_1
"Bahaya juga ni bocah. Nanti ketauan lagi" gerutunya dalam hati
"Yasudah, kalau begitu saya duluan ya. Mari mas" kata Dian
"Eeee, Dian?" ucapan Surya seakan menahan Dian untuk tidak beranjak dari sana
"Iya mas?"
"Boleh jika kita bertukar kontak? Anggap saja saya menjadi teman mu"
Dian tertunduk beberapa detik, dan kemudian mengangkat kepala nya.
"Maaf mas, bukan nya saya menolak niat baik mas Surya. Tetapi saya gak punya hp dirumah" jawab Dian
"Aina punya mbak" celetuk nya
"Hust, gak boleh gitu" tegur Surya
"Maafkan dia ya, maafkan saya juga. Saya tidak bermaksud menyinggung kamu" jawab Surya sedikit bersalah
"Tidak masalah mas. Kalau begitu saya pamit"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam.." ucap keduanya
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π
__ADS_1