Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Masa lalu


__ADS_3

Happy reading..


Abdar mengangguk kepalanya, rasanya seperti mimpi bisa mendapatkan wanita setelah dulu rasa sakit hati yang membuatnya trauma, seseorang yang dia percaya ternyata sudah mendua bersama pria lain dan sekarang menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Kira kira bagaimana kabarnya ya?


"Mikirin apa hayo?" Farhan membuyarkan lamunannya, menyadari bahwa kakak sepupunya ini tengah memikirkan sesuatu


"Mikirin mantan.. Hahaha"


"Gila, udah mau nikah masih aja mikirin mantan.. Gak boleh begitu ustadz." jawab Farhan menekan kata terakhirnya


"Emang kenapa kok mikirin mantan?" Farhan sedikit tertarik mendengar cerita sepupunya ini, karena pria dingin ini sangat jarang untuk bicara kepada lawan jenis


"Kau tau ,Han? Dulu, sebelum aku bertemu Dian aku juga pernah bertemu seorang perempuan yang sikap, cara bicara, cara berpakaian semuanya berbeda tiga ratus enam puluh derajat.. tapi entah kenapa, aku menyukai nya"


Farhan mengangguk tanda mengerti.


"Hingga aku akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaan ku padanya, dan dia menerima.. Beberapa bulan, ternyata Umi dan Abi tahu bahwa pilihan ku bukan orang baik, tapi aku tetap bersikeras.. Suatu sore, ia datang kerumah saat aku tengah di luar.. Kau tau apa yang dia katakan kepada Umi?"

__ADS_1


"Tidak, memang apa?" tanya Farhan


"Dia mengatakan kepada Umi bahwa ingin memutuskan hubungannya dengan ku saat itu, dan lebih parahnya dia juga bilang bahwa dia saat itu tengah mengandung anak dari kekasihnya" wajah Abdar yang langsung murung menceritakan masa lalu nya itu


"Lalu, kau menyetujui nya?"


"Bagaimana tidak? Dia sudah pergi bahkan sudah tidak berada di kota ini lagi, awalnya aku menolak ajakan Umi dan Abi untuk di kenalkan dengan calon pilihan mereka tapi kalau tau itu adalah calon istri ku sekarang mungkin aku menyetujui nya"


Keduanya tertawa bersama..


"Terakhir saat aku pulang dari pesantren, ku lihat seseorang yang wajahnya tidak asing di lampu merah.. Aku turun dan menghampiri nya yang ternyata itu adalah dia.. Dia meminta maaf atas perlakuannya kepada ku dulu dan aku hanya diam menanggapi itu, oh iya dia juga minta untuk aku kembali padanya,, bagaimana mungkin kan?"


"Benar sih, terus?" tanya Farhan


"Tidak beberapa lama, segerombolan laki laki datang menghampiri dan mengatakan bahwa mantan ku ini adalah pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa setempat"


"Hah? Benarkah?"

__ADS_1


"Iya benar, aku bertanya bagaimana bisa dia berada di rumah sakit? Salah satu dari mereka menjawab bahwa ada yang melaporkan atas kasus pembunuhan yang dia lakukan terhadap temannya di sebuah apartemen.."


"Itu saja yang aku tahu, bahkan sampai sekarang aku tidak pernah melihatnya lagi" lanjut Abdar


"Berarti kemungkinan dia masih berada di kota ini?"


"Benar, cuma ya sudah.. Untuk apa kita memikirkan itu, lebih baik fokus saja kepada sepupumu ini yang sebentar lagi akan melepas masa lajang"


"Dasar narsis luu" Farhan mengejek


Kalian tau, memiliki saudara sepupu bahkan lebih baik daripada saudara kandung yang hanya melihat sebelah mata. Sepupu bahkan tidak seburuk itu gaesss, kalau author sih yang mana aja ya wkwkwk


Hari sudah sore, Abdar kemudian berpamitan untuk pulang kepada Ayah dan Ummah nya..


"Iya Yah, Umi telepon mulu takut Abdar ilang katanyaa"


"Yasudah kamu hati hati di jalan yah"

__ADS_1


__ADS_2