Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Labil


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


"Umi bukannya tidak setuju, tetapi kamu harus ingat. Kamu sudah memberikan harapan kepadanya, apa tanggapan dia nantinya"


"Ya meskipun diantara kalian belum ada status yang jelas. Tapi kami yakin pilihanmu pasti baik untuk dirimu sendiri nak.."


Malam itu, Umi dan Abi langsung mengintrogasi Abdar yang baru pulang dari rumah makannya.


"Bagaimana bisa aku menikahi Safwa? Jelas dia teman kecilku dulu... Diantara kami tidak ada yang menyimpan rasa" gumamnya


"Apa iya Safwa menyukaiku jadi ia memaksa ayahnya untuk menjodohkan kami? Mana mungkin bisa seperti itu"


*Bagi yang masih bertanya tanya siapa Safwa, silahkan membaca episode sebelum sebelumnya ya πŸ™‚


Terlihat Abi memijat pelipisnya, disambing ia juga bingung karena ustadz Hasan adalah kawannya.


"Mintalah petunjuk, berdoalah. Umi yakin diantara itu pasti ada salah satunya" ujar Umi


"Kenapa harus jadi gini Bi?" lanjut Umi


"Ini diluar kehendak kehendak kita semua, jalan terbaiknya adalah dengan Abdar cepat cepat meminang Dian agar tidak terjadi kesalahpahaman antara semua orang" ujar Abdar


"Benar, sebaiknya kita percepat saja" jawab Abi

__ADS_1


"Kau seorang laki laki, harus punya pendirian sendiri, jangan terombang-ambing karena dua perempuan"


"Tapi...." kata Umi memotong pembicaraan serius mereka


"Tapi kenapa lagi Umi? Umi tidak mau melihat Abdar bahagia?"


"Bukan begitu, tapi..."


Yang pada saat itu Umi langsung menceritakan apa yang Umi lalui... *Flashback ke episode "Galau"


"Benarkah begitu Umi?" tanya Abdar tidak percaya


"Umi dan Abi sepakat untuk tidak memberitahu mu karena kami takut perjuangan dan pertahananmu akan runtuh karena perempuan itu akan kembali lagi"


"Dan juga Umi dan Abi sengaja untuk mengundur waktu untuk kau mempersunting Dian, ya alasan nya juga karena itu. Bagaimana jika ia kembali dan kau menerimanya lagi?" lanjut Umi


"Abi,, jangan berpikir seperti itu. Justru seharusnya Abdar yang meminta maaf kepada kalian, awalnya Abdar hanya bertanya tanya kenapa Abi dan Umi melakukan ini. Dan sekarang terjawab sudah. Abdar salut kepada Umi karena sudah berpikir sampai sejauh itu"


"Sekarang kami tidak berhak untuk melarangmu memilih siapa pun diantara mereka. Pilihlah yang saat kau berada di dekatnya kau merasa tenang dan nyaman tanpa ada perasaan tidak enak lainnya" kata Abi memberikan nasihat


"Baik Bi, insyaallah..."


Kemudian mereka semua memasuki kamarnya masing-masing..


"Haahh, apakah benar yang Umi bilang? Arra akan kembali?"

__ADS_1


"Jika ia, hmmm"


"Tidak mungkin aku meninggalkan Dian, aku sudah jatuh cinta padanya. Tapi bagaimana jika aku tidak kuasa melihat pesona Arra lagi?"


"Pastinya Arra sudah menikah, kan terakhir dia menemui Umi dia bilang sedang mengandung anak dari kekasihnya... Untuk apa dia kembali mencari ku lagi?"


"Apa dia bercerai dengan suaminya"


"Kenapa aku jadi ragu begini dengan perasaanku?"


"Dian, Arra... Keduanya memasuki hati dan pikiranku meskipun berbeda waktu. Aku sudah bersikeras untuk melupakan Arra tetapi malah seperti ini"


*Itu semua gumaman Abdar malam itu ya, agak ragu ragu gimana gitu loh... Ah dasar labil πŸ˜‘


*Abdar : "Thor, gua masih bisa denger πŸ˜‘


*Author : "Eh iya, maaf ustadz πŸ˜†"


Tanpa dirasa jam sudah memasuki waktu tengah malam, hanya karena memikirkan dua perempuan ini membuat Abdar tak dapat tertidur dengan pulas.


*Padahal sudah ada didepan mata lohhhhhhh.... Kesel kali author πŸ˜‘


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊


__ADS_2