
Happy reading πΌπΌπΌ
...
"Bi, kita pakai motor aja yuk biar Farhan yang bawa"
"Boleh, Abi juga sudah lama tidak naik motor. Eh Han, memangnya kamu punya SIM?"
"Abi tenang saja, yuk keburu makin sore nanti makin gelap"
"Ayok, hati hati bawanya ya Han, nanti lecet"
Farhan melajukan motor dengan kecepatan yang normal, dan tidak butuh waktu lama untuk sampai ke madrasah. Tujuan Farhan bukan untuk semata mata ikut Abi melainkan agar bisa melihat pujaannya.
Sa ae ni π
"Bi, yang ngajar di dalam itu siapa?"
Abi sedikit terkejut mendengar pertanyaan Farhan.
"Kenapa memangnya?"
"Tidak ada Bi, hanya bertanya" jawab Farhan tersenyum
Tanpa menjawab pertanyaan Farhan, Abi langsung masuk ke dalam diikuti Farhan.
"Assalamualaikum" ucap Abi
"Waalaikumsalam Bi" kata mereka serentak
Mereka kemudian melanjutkan aktifitas belajarnya.
"Ilmu adalah yang memberikan manfaat, bukan yang sekadar hanya dihafal". β Imam Syafiβi"
__ADS_1
Sesaat setelah Dian membuyarkan anak muridnya, Abi menyuruhnya mendekat.
"Neng, duduk sini" titah Abi
"Ini untuk kamu ya bulan ini" ujar Abi memberikan sebuah amplop berisi uang
"Terimakasih Bi"
Farhan yang sedari tadi menunduk karena menjaga pandangannya dari lawan jenis, ia tak mau ada hal yang lain yang tidak diinginkan terjadi. Cukup mengaguminya saja sudah cukup menurut Farhan.
Sementara itu di rumah makan...
"Buset, si Bos makin lama makin kece aja" ucap Faruk
"Emang dari dulu kan? Kemana aje luuu?"
Nah kan logat Betawi nya keluar si Abdar.. π
"Iyeee,, lu yang paling tampan" kata Abdar terkekeh
"Udah ah lanjutin tu kerjaannya, kalau gak selesai gak boleh pulang!"
"Yeee mana bisa gitu, yang bener tuh gini bos kalau gak selesai di lan..."
"Selesaiin gakk!!" ucap Abdar memberi tatapan tajam kepada Faruk
"Buset, garangnyeee" kemudian Faruk melanjutkan pekerjaannya
"Btw Dar, gimana kabar cewek yang lu maksud? Udah sampai tahap mana?"
Sesaat Abdar terdiam dan pikirnya tak karuan, sebenarnya ia bingung kenapa Abi dan Uminya tidak mau mempercepat proses untuk Abdar mengkhitbah nya.
"Ya masih di situ situ aja" kata Abdar lesu
__ADS_1
"Loh, kok jadi gak semangat?" Gua salah ngomong ya?"
"Ngga bukan salah lu"
Faruk tak menjawab lagi, ia tau apa yang ia tanyakan membuat Abdar berpikir jauh. Tapi apa? Kenapa?
"Hadeuh udah kaya cewe aja moody an" gerutu Faruk dalam hatinya
Hayo Faruk, awas si Abdar punya indra ke 6 πππ
Pukul 10 malam, akhirnya kedua lelaki itu pulang ke rumah masing masing mengakhiri aktivitas mereka hari ini.
Di jalan pulang Abdar masih terus saja berpikir apa alasan Abi dan Umi melakukan hal itu? Bukannya bagus jika di percepat? Apa Abi dan Umi menyembunyikan suatu hal?
Tatapan Abdar masih terus saja kosong hingga tiba di rumah.
Ia mendapati Abi dan Ayah tengah duduk di teras seraya bercakap cakap minum kopi dengan beberapa cemilan di meja.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap Abi dan Ayah berbarengan
"Larut banget, masuk gih makan dulu" kata Abi
"Iya Bi"
Assalamualaikum....
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.
Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...π
__ADS_1