Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Sedikit mengingat


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Hallo... setelah beberapa minggu author gak up, pada setia nungguin gak nih? Wkwkwk...


Btw saat tanggal episode ini author ketik, tanggal 9 Juli author berulang tahun ke 19 wkwkwk (masih muda ya). Doa dari kalian sangat author hargai juga πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Fyi, buat para readers jangan lupa jaga kesehatan, budayakan 3M (Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).


Dan buat kalian yang masih bisa berdiam diri dirumah, mending dirumah aja. Kondisi di luar lagi memprihatinkan guys πŸ™


____


Usai kepergian Dian, Surya menatap punggung itu sampai menghilang.


"Kak, ayo" ucap Aina membuyarkan lamunan kakak nya


"Kamu tau rumahnya mbak Dian dek?"


"Engga, kenapa emang?"


"Besok kamu tanyain ya. Kalau mbak Dian nanya buat apa bilang aja mau silaturahmi kesana"


"Emmmhhhh,,, terus Aina nanti dikasih apa?" ucap nya menggoda kakak nya


"Yaelah, iya gampang nanti minta apa aja kakak kasih"


"Oke bos" jawab Aina dengan postur hormat


Wkwkwkkw,,, ada ada aja 😁


"Sebelum itu, Aina pengen ke supermarket beli cemilan"


"Boleh kan kakak ku yang ganteng?" rayu Aina dengan puppy eyes nya


"Apasih yang engga buat princess kecil kakak ini"

__ADS_1


"Ayok"... ajak Surya


"Yeeyyyy"


Kemudian mereka menuju ke supermarket terdekat.


Malam harinya...


"Umi, ayo berangkat." teriak Abi dari bawah


"Biasalah bi, perempuan kan lama buat dandan" kata Abdar


Abi hanya terkekeh mendengar penuturan anak nya.


"Iya ayo" jawab Umi seraya menuruni anak tangga


"Pasti kalian tadi ngomongin Umi kan?"


"Astagfirullah, suudzhon aja. Umi cantik loh, iyakan Abi?" kata Abdar mencairkan suasana


"Cantik dong, kan punya Abi" kata Abi


"Assalamualaikum" ucap Abi mengetuk pintu


Tak lama muncullah seorang laki laki yang sudah tampak berumur membukakan pintu.


"Waalaikumsalam, Alhamdulillah kalian sudah datang. Mari masuk" ucap ustadz Hasan mempersilahkan tamunya masuk sambil membukakan pintu


"Mari duduk" ucap Ibu Rahma selaku istri dari ustadz Hasan


"Panggilkan Safwa bu"


"Safwa? Benarkah itu dia?" tanya Abdar dalam hati


"Jika benar?"


Kemudian seorang gadis berniqab membuat Abdar tak berkedip dibuatnya...

__ADS_1


"Astagfirullah, dia berbeda sekali dengan saat sekolah dulu" ucap Abdar dalam hatinya sambil menundukkan kepalanya, merasa malu kepada pencipta-Nya


"Mari duduk sini nak"


Kemudian ustadz Hasan mengingatkan kenangan mereka saat sekolah dulu.


"Ternyata Abdar masih sama, masih pemalu" ucap Safwa dalam hatinya seraya diam diam memperhatikan Abdar dan tersenyum dibalik niqabnya


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, keluarga Abi berpamitan.


Keesokan harinya...


Kala sinar mentari belum terpancar, menjalankan kewajiban-Nya tak lantas membuat umat nya untuk tetap bangun guna menjalankan ibadah yang mereka sebut tiang agama.


"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh"


"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh"


Usai mengakhiri ibadah nya pagi itu, Abdar mengambil handphone nya di meja kerjanya.


"Ah, ada apa ya di sosial media sekarang?"


Jarinya berseluncur di sosial media miliknya cukup lama. Sebuah akun yang muncul disitu tertera nama "Fajri Surya Pratama"


"Loh, ini Tama?"


Merasa keheranan, siapa orang itu Abdar melihat koleksi foto orang tersebut.


"Ah benar, ini Tama"


Akhirnya Abdar memutuskan untuk mengirimkan permintaan pertemanan kepada akun tersebut.


"Dulu Tama suka sama Safwa, tapi karena Safwa memutuskan untuk kuliah di luar negeri dan Tama melanjutkan pendidikan nya, entah apa yang terjadi kepada mereka selanjutnya."


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊


__ADS_2