Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Siapa lagi?


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


"Dulu Tama suka sama Safwa, tapi karena Safwa memutuskan untuk kuliah di luar negeri dan Tama melanjutkan pendidikan nya, entah apa yang terjadi kepada mereka selanjutnya."


Abdar menyudahi kegiatan di sosial media nya ketika di rasa jam sudah menunjukkan waktu sarapan bagi keluarga mereka. Pagi ini kegiatan nya pergi ke rumah makan dan untuk siang menjelang sore pergi ke pesantren.


Lama tak mengunjungi rumah makan yang ia rintis dengan sahabatnya, Abdar memutuskan berangkat lebih awal daripada biasanya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam pak ustadz" jawab Faruk dari seberang telepon


"Astaga ini bocah, gua mau ke rumah makan nanti. Lu dimana sekarang?"


"Eh, pak ustadz kok bicaranya begitu. Astagfirullah"


"Masyaallah, maafkan aku kawan"


"Hahahaha... Siap di tunggu pak ustadz"


Dirumah Surya pagi itu...


"Abis darimana kak?" tanya Aina mendapati kakak nya tengah duduk di teras dengan sepatu nya.


"Abis jogging, emangnya kamu tidurnya ngorok" kata Surya mengejek adik kecil nya


"Orang tidur ya ngorok tau."


"Loh kakak gak ngorok, hayo mau apa kamu?"

__ADS_1


"Yaudah, nanti Aina gak mau tanya ke mbak Dian ah dimana rumahnya" ancam Aina dengan halusnya


"Ehhh, jangan dong. Adik kakak kan cantik baik, minta apapun kakak kasih, masak kaya gini gak mau" kata Surya


"Adik kakak yang cantik emang mau apalagi?" kata Surya menundukkan badannya agar setara dengan adik nya


"Bisa aja itu dek, kalau ada maunya baru bilang cantik" ucap ayah nya yang tiba tiba sudah berasa di ambang pintu seraya membawa secangkir kopi.


"Eh, maaf yah" jawab Surya sedikit menunduk


"Kamu ini, kaya ayah gak pernah muda saja"


"Kalau suka ya kejar. Nanti di ambil orang baru tau rasa loh" ucap ayah nya sambil meminum kopinya


"Benar juga" gumam nya dalam hati


Setelah berdiam cukup lama, Surya langsung lari menuju kamar nya dan langsung membersihkan tubuh nya.


Tertera sebuah akun dengan nama "Abdar Al-Farizi" mengirimi permintaan pertemanan kepadanya.


"Abdar?"


"Siapa Abdar?"


"Gak kenal, udahlah nanti aja"


Kemudian Surya menutup akun sosial media nya.


Saat di rumah makan...


"Pak ustadz mentang mentang mau nikah, jadi nih rumah makan gak diurus" celetuk Faruk

__ADS_1


"Belomm....."


"Biasa aja dong, jadi gimana? Sudah sampai mana sama pujaan hati?" kata Faruk lagi


"Nah itu, bingung juga. Tapi yaudah lah ya, biarkan semua berjalan dengan semestinya"


"Yah pak ustadz, kok melas gitu. Semangat dong" ucap Faruk memberi semangat


"Iyasih, cuma ya gimana ya"


Kemudian Abdar menceritakan apa yang ia alami dari bertemu Dian hingga sampai bersilaturahmi ke rumahnya dengan Umi Abi nya secara rinci kepada Faruk.


Hari itu berjalan seperti biasa, hingga sampai sore selesai madrasah...


Aina menghampiri kakak nya, dan Surya langsung menanyakan perihal pagi tadi kepada adik nya.


"Gimana kata mbak Dian? Rumahnya dimana?"


"Ini, alamatnya" kata Aina menyerahkan secarik kertas berisikan alamat rumah Dian yang ia tulis sebelum pulang.


"Yee,,, makasih cantik" ucap Surya menghujani wajah adik kecil nya


Saat hendak membelokkan motor nya, sebuah mobil menghampiri mereka. Tampak seorang laki laki menuruni nya.


Siapa itu??????????? 😁😁😁


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊


__ADS_2