Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Tamu


__ADS_3

Haloo....


Mohon maaf, buat para readers author jarang up karena ada beberapa hal yang harus author kerjakan di dunia nyata... Wkwkwkw 😁😁


Setelah sekian lama author gak up sekarang bakalan up lagi ya 😊


Jangan lupa tinggalkan jejak πŸ™


Happy reading 🌼🌼🌼


...


Semuanya membaik selang beberapa minggu kemudian. Seakan keadaan tau bahwa buruk tak selalu baik.


Hari itu, Dian yang mendapat undangan dari Abi untuk sekedar makan siang bersama di rumah Abi.


"Aduh pake baju yang mana ya?" gerutunya memilih baju yang hendak ia kenakan


"Eh, kok berantakan?" tanya ibu nya yang melihat banyak baju berserakan di atas kasur


"Ibu, Dian diajak sama Abi makan siang di rumah nya tapi bingung mau pakai yang mana" jawab nya lesu


"Anak ibu pake apapun tetep cantik kok, apapun yang kamu pake gak salah asal sopan rapi dan bersih juga" jelas ibu nya


"Bener begitu bu?" ucap Dian seolah ragu dengan penjelasan ibu nya


"Iya, sudah ayo ibu pilihkan baju"


Setelah bersiap siap, Dian memutuskan untuk menaiki angkot karena lebih murah daripada ia harus naik taxi.

__ADS_1


"Bener ini alamat nya" gumam nya sambil memegang secarik kertas yang berisikan alamat, memang Abi yang memberikan nya karena takut Dian salah rumah.


Akhirnya, ia memutuskan bertanya kepada salah satu satpam di depan rumah yang cukup besar itu.


"Assalamualaikum, pak permisi mau tanya alamat ini di mana ya?"


Satpam itu yang langsung memperhatikan penampilan Dian dari atas sampai bawah dengan teliti.


"Waalaikumsalam, mbak nya siapa ya?"


Bersamaan dengan itu, ternyata Abi sekeluarga baru datang dari pengajian di kampung sebelah.


"Pak, dia tamu saya" ucap Umi


"Oh baik, bu"


"Silahkan masuk mbak", ucap pak satpam seraya membukakan pintu gerbang rumah


Abdar yang tak henti hentinya memancarkan senyumnya sampai gadis pujaannya meninggalkan gerbang rumah.


"Ehem" ucap Abi


"Abi,,, kebiasaan. Anaknya lagi kasmaran tau" kata Umi


"Haduh, orang tua ya. Udah ah mau mandi dulu" ucap Abdar meninggalkan mereka


Abi dan Umi hanya tersenyum menanggapi tingkah laku anaknya.


Sementara itu, di saat Dian berjalan pulang...

__ADS_1


"Eh, assalamualaikum" ucap Surya dari belakang dengan masih mengendarai motornya


"Waalaikumsalam mas Surya" jawab Dian masih setengah berjalan


"Darimana Dian? Kok jalan sendiri?"


"Ah, saya habis ada keperluan tadi mas" jawabnya


"Mau saya antarkan?" tawar Surya kepada Dian


"Tidak perlu mas, lagipula di depan nanti saya naik angkot" jawabnya


Setelah sampai di jalan raya, ia langsung menaiki angkot seraya berpamitan kepada Surya.


"Mas Surya, saya duluan ya"


"Baiklah, hati hati ya" ucap Surya


Di angkot, Dian memikirkan dua laki laki yang ia temui hari ini.


"Ustadz Abdar kenapa sedari tadi senyum senyum ya? Mas Surya juga kenapa tiba-tiba nawarin buat nganterin pulang?" gumam Dian dalam hati


"Ah, aku saja yang kepedean. Mereka mana mau sama aku... Hehehe" ucap Dian tersenyum memikirkan itu.


Setelah sampai di rumah, ternyata sudah memasuki waktu Maghrib. Membersihkan tubuh, dan menghadap Yang Maha Kuasa yang kemudian Dian lakukan.


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon dukungannya dan jangan lupa tinggalkan jejak 😊**


__ADS_2