Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Ternyata dia


__ADS_3

Happy reading...


"Halo, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, ada apa Tam?" tanya Abdar dari seberang telepon


"Riz, besok gua jemput ya?"


Jemput? Kemana? Besok kan hari akadku? Gumam Abdar


"Sebelumnya maaf nih, Tam.. Memangnya mau kemana?" tanya Abdar dengan polosnya karena dia memang tidak tahu maksud temannya ini


Bagaimana bisa Abdar tidak tahu? Apa dia tidak ke undang ke acara akad Dian besok? Gumam Surya penuh tanya


"Eee gini, Riz.. Apa lu gak hadir besok di acara akad nikah Dian? Bukannya dia ngajar di madrasah milik keluarga lu ya dulu?"


Pertanyaan di balas dengan pertanyaan juga, kedua lelaki ini tidak bergeming untuk beberapa detik.


"Tapi sebelum gua jawab, boleh gak nanya sekali lagi Tam?"


Kapan selesainya kalau sama sama nanya, astaga.. Gumam Surya menepok jidatnya

__ADS_1


"Tama, lu masih di situ kan?" tanya Abdar memecah keheningan


"Ah iya, mau nanya apa Riz?"


"Begini, lu kenal Dian darimana?" Abdar langsung saja dengan nada dinginnya


Apa apaan? Pertanyaan apa ini? Menjebak banget, sudah ku duga pasti dia


Surya bingung untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan dari mulut Abdar, jika dia jujur pernah menaruh rasa kepada Dian bagaimana? Ah sebaiknya tutup saja


"Gini, adik gua yang masih bocil itu dulu madrasah di tempat nya Abi lu itu. Ya kurang lebih dari situ sih" jawab Surya singkat


"Eemhhh begitu, yaudah. Maaf gua gak bisa bareng lu besok" ujar Abdar dengan banyaknya teka teki


"Kan gua yang akad gimana sih lu, Tam... Hahahaha" Abdar tertawa mendengar pertanyaan kenapa dari temannya ini, tapi tunggu? Apa Tama alias Surya ini benar benar tidak tahu?


Surya yang langsung tertegun setelah mendengar penuturan dari Abdar, dari sini dia paham mengapa di episode sebelumnya Abdar menjawab bahwa ia akan tahu sendiri ternyata inilah jawabannya.


Sakit hati? Sudah pasti. Namun apa boleh buat? Lagipula sudah berlalu dan mereka juga saling menerima.


*Berbesar hatilah untuk seseorang yang bukan milikmu, jika hanya berharap akan bertemu di jalan buntu wkwkwk

__ADS_1


"Oh begitu ya, maaf Riz gua bener bener gak tahu. Lagian lu sih, pas gua nanya kemarin kemarin jawabannya gitu"


"Santai, ngomong ngomong temen gua yang cakep ini kapan mau nyusul?" tanya Abdar menggoda Surya dengan suara yang terdengar menyebalkan di telinga Surya


Yang namanya menikah itu hanya sekali, Riz. Kegagalan dalam pernikahan adalah hal yang tidak semua orang ingin, begitupun aku, kau pun sama bukan? Untuk mencari seseorang yang benar benar berkomitmen bukanlah hal mudah, kita juga tidak pernah tahu kapan orang tersebut akan datang. Tutur Surya dengan lirih


"Udah kaya Mario Teguh nih"


"Yeee, serius kadal" balas Surya tidak mau kalah


"Yasudah iya iya, ada lagi gak Tam?"


"Tidak ada pak Ustadz, terimakasih banyak ya Riz" ujar Surya


Kemudian setelah mengucap salam, mereka berdua mengakhiri sambungan telepon tersebut.


"Sudah ku duga, ternyata Fariz orangnya. Kau adalah laki laki yang beruntung, Riz. Mendapatkan perempuan sebaik dia, sehalus dia, se se gak tau lagi" gumam Surya dengan wajah yang tidak biasa


"Baiklah, sedari awal aku sudah mengikhlaskan untuk Dian di miliki orang lain. Berbahagialah dengan pilihanmu Dian. Semoga Fariz adalah lelaki terbaikmu."


Terkadang, hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk seseorang yang kamu cintai adalah melepaskannya. Doakan kebahagiaan untuknya dan bebaskan ia.

__ADS_1


Tuhan menempatkan seseorang di hidupmu karena sebuah alasan. Dan jika kamu kehilangannya maka itu karena sebuah alasan yang lebih baik.


__ADS_2