
Happy reading πΌπΌπΌ
....
Di perjalanan pulang Abi...
"Bi, kita mampir ke pesantren dulu yuk" ajak Umi
"Boleh Umi"
Jarak yang di tempuh dari madrasah untuk sampai ke pesantren hanya setengah jam dan tidak memakan waktu lama. Sesampainya Umi mencari sosok yang sudah lama tidak ia temui
"Farhan..." panggil Umi sedikit berteriak
"Umi, Abi... sudah lama" ucap laki laki itu seraya menyalami mereka
"Dimana Ayah dan Ummah mu?" tanya Abi
"Mari Mi, mereka ada di rumah" ajak nya
Farhan yang merupakan keponakan mereka laki itu berusia 20 tahun yang tak kalah tampan dari Abdar mengajak Umi Ratih dan Abi Husain ke rumah orang tuanya yang masih di daerah pesantren
Sesampainya di rumah tersebut...
"Umi dan Abah duduk dulu" ucap Farhan
__ADS_1
Setelah Farhan memanggil Ayah dan Ummah nya, mereka menyusul ke ruang tamu.
Ayah Ahmad yang merupakan kakak kandung dari Umi Ratih selaku pemilik dan pendiri Pesantren Nur-Huda.
"Kenapa kalian tidak bilang ingin berkunjung? Dimana keponakan ku yang tampan itu?" ucap Ummah Ratna
"Dia sedang di rumah makannya mbak" jawab Umi
"Ajak lah dia kemari, siapa tau dia bersedia mengajar disini" ucap Ayah Ahmad
"Iya ya, kenapa kami tidak berfikir kesitu... Baik besok Abdar akan kami suruh ke sini" ucap Abi
Setelah puas berbincang bincang, Umi dan Abi pamit pulang di karenakan waktu sudah memasuki jam Maghrib...
Di rumah Abdar...
Tak lama mobil Abi memasuki halaman, Abdar yang kali ini tak bisa berpikir banyak... Ia masih memikirkan suara gadis itu terlebih sampai saat ini ia tak kunjung menemukannya..
"Abi dan Umi dari mana?" tanya Abdar
"Kami dari pesantren... Oh ya, Ummah Ratna menawarkan bagaimana jika kamu mengajar di sana? Kesibukan mu kan hanya di rumah makan,, disana juga ada Faruk" jelas Umi
"Iya Mi, mulai besok Abdar akan ke sana" ucapnya karena ia tak ingin berdebat lama lama dengan orang tuanya
"Ingat janji kamu, minggu depan kamu harus bertemu gadis pilihan kami... Jika kau tidak berkenan gak masalah asal kau mau bertemu dia dulu" ucap Abi mengingatkan
__ADS_1
"Iya Bi" ucap Abdar lesu
Usai memasuki kamarnya Abdar nampak berpikir lagi...
"Arra... bagaimana keadaan mu? Minggu depan aku akan bertemu gadis pilihan Abi dan Umi. Jika aku juga cocok dengannya aku hanya berharap dia tidak mengecewakan ku sama seperti dirimu" gumamnya
Di tempat lain...
"Sayang... hari ini kau tampak menggairahkan" ucap Rian dengan nakal
"Aku sudah tau pikiran mu sayang" ucap wanita itu yang tak lain adalah Arra
Akhirnya mereka melakukan permainan itu, meskipun mereka belum sah di mata negara dan agama mereka seolah tak perduli hal itu.
Setelah sama sama merasakan kenikmatan Arra meminta kejelasan untuk statusnya
"Jadi kapan kau akan menikahi ku sayang?" ucapnya sambil menyeka keringatnya
"Sayang ku... Bulan depan kan kita sudah akan menikah,, apa kau lupa?" ucap Rian membereskan pakaian nya yang berceceran
Enak ya, abis itu **** sensor masih puasa ππ
Stay tuned ya, Author akan usahakan up 2 sampai 3x sehari πππ
Assalamualaikum....
__ADS_1
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
Mohon dukungannya ya π