
Happy reading πΌπΌπΌ
....
ADA BEBERAPA PART YANG SENSITIF YA... DISARANKAN MEMBACA SETELAH BERBUKA PUASA ππ
Paginya....
Arra terbangun karena bunyi telepon yang terus menerus. Entah siapa yang menelepon sepagi ini.
"Aduh siapa sih pagi pagi telepon"
"Sayang bangun... Handphone mu bunyi terus berisik tau"
Berapa terkejut nya Arra melihat siapa yang menelepon di handphone Rian dengan nama Sayang.
Air mata yang menetes tak bisa ia bendung lagi, dan Arra memutuskan tidak mengangkat teleponnya.
"Kenapa si sayang, masih pagi" ucap Rian dengan suara serak bangun tidur nya
Plakk... sebuah tamparan mendarat dengan sempurna di pipi nya
"Laki laki ********!!!! Siapa selingkuhan mu itu hah?!!!
"Sayang denger dulu, mana mungkin ada orang lain di belakangmu... Kau hanya terbawa emosi, ingat kehamilan mu, itu hanya mantan ku tapi aku lupa mengubah nama kontak nya"
"Benarkah itu?" ucap Arra dengan berlinang air mata nya
__ADS_1
"Iya sayang ku... Aku mencintaimu" ucap Rian memeluk Arra
"Dasar wanita bodoh, mana mungkin aku cukup jika hanya denganmu... Semenjak hamil kau tak pernah memberikan ku jatah" gumam nya
Memang setelah menikah, Arra jarang bahkan tidak pernah memberinya nafkah batin nya. Tetapi bukan karena alasan, itu juga merupakan saran dokter untuk tidak berhubungan saat awal kehamilan.
"Ucapan mu itu bisa di percaya kan sayang?" tanya Arra
"Tentu sayang... Aku meninggalkan nya demi dirimu"
"Aku pun begitu sayang... Meninggalkan ustadz sialan itu demi dirimu"
"Sayang... aku ingin" ucap Rian memelas
"Baiklah,,, tapi pelan pelan saja ya"
Pertempuran suami istri itu pun tak dapat di hindari pagi itu, bagi mereka asal mereka sama sama puas... Tak perduli apa yang akan terjadi kedepan nya.
Setelah dirasa mencapai kepuasan masing masing,,
"Ah... sudah lama tidak melakukan nya sayang, dan kau makin berisi semenjak hamil ini, makin cantik pula hehehe " ucap Rian tersenyum
"Jika dengan ustadz mu itu pasti kau akan jarang melakukan nya kan?"
"Kau benar sayang... Pasti dia akan menceramahi ku tiap harinya,, sampai telinga ku panas" ucap Arra terkekeh
Di rumah Dian....
__ADS_1
"Kenapa anak Abi makin sering mengunjungi ku ya?" gumam nya
Memang semenjak mereka berkenalan, Abdar makin sering mengunjungi Dian di madrasah.
"Lagi mikirin apa sih?" ucap Ibu Ida membuyarkan lamunan nya
"Ibu... boleh Dian cerita?"
"Kenapa tidak? Ada apa memang?"
Setelah menceritakan semua nya, Ibu nya pun mengambil kesimpulan.
"Jangan jangan dia menaruh hati padamu" ucap Ibu nya
"Ah ibu, tidak mungkin... Dia tampan, pasti banyak di gemari wanita tidak mungkin selera nya dia seperti aku" ucap Dian
"Ibu paling tidak suka kamu merendah seperti ini... Laki laki memilih bukan hanya dari satu sisi,, memang kau tidak mau jika dia melamar mu nanti" ucap Ibu nya tertawa
"Ibu.... jangan begitu" ucap Dian
"Denger ya.... Jangan berpikir kau itu buruk, atau apapun itu. Laki laki yang menerima mu dan tulus mencintai mu tidak akan perduli akan hal itu" jawab ibunya
Assalamualaikum....
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan ya π
Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πππ
__ADS_1
Mohon dukungannya ya π**