Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Luapkan saja


__ADS_3

Happy reading..


Benar saja, saat hari beranjak siang sang ibu mengajaknya untuk berbelanja keperluan rumah yang di rasa sudah mulai habis. Awalnya Surya menolak dan mengatakan untuk mengajak ayahnya saja.. tetapi, ayahnya ternyata menolak juga, dengan alasan tidak enak badan.


"Kan kemarin baru belanja Bu??"


"Baru belanja saja sudah menggerutu, gimana kalau istrimu yang belanja nanti??"


Bagaimana menurut kalian jika pagi yang cerah di awali dengan ocehan dari sang ibu? Tidak apa, author juga sering.. wkwkwkwk


"Ya kan beda, ih ibu nih" jawab Surya dengan wajah cemberutnya


Kemudian, sang ibu beranjak pergi dan masuk ke kamarnya lalu bersiap siap untuk di antar oleh anak tertuanya. Tetapi, tanpa di sangka satu jam Surya menunggu ibunya yang tak kunjung selesai bersiap.


"Ya namanya juga perempuan, maklumin saja" ujar sang Ayah menyadari bahwa putranya ini sudah tak sabar menunggu


namanya perempuan ya mbok, siap siap lama sedikit mah wajar.. tetapi kalau sejam siapa juga yang mau nungguin, bisa tamatin novel dulu kali 😆


Sambil menunggu, Surya kemudian menyalakan gawai dan akan login ke salah satu game online yang sudah dia pasang di gawai nya.


"Ayok..." ujar sang ibu saat login game berhasil dan baru saja masuk


"Yah, ibuuu baru juga login" kekesalan Surya makin bertambah

__ADS_1


Yahahahaha, baru saja login game udah di ajak pergi gimana.. nasib nasih 😩


"Yaudah ayooo.." kemudian Surya beranjak masuk ke mobilnya dan di susul oleh ibunya, mereka kemudian menuju supermarket terdekat.


Setelah sampai, Surya sebenarnya malas untuk turun dan menemani ibunya karena ia tahu pasti akan sangat lama jika perempuan sudah turun tangan untuk berbelanja bahkan bisa sampai berjam jam lamanya. Ia mengatakan untuk menunggu di mobil saja..


"Bu, kakak tunggu sini aja ya.. Di dalam pasti rame, terus desak desakan, nanti ibu telepon kakak aja kalau ada perlu oke" ujar Surya memberi ibunya penawaran


"Terus kamu tega ibu ngangkat ngangkat belanjaan yang berat itu sendirian..? Kalau ibu sakit pinggang gimana? Kalau ibu pas nyampe rumah encok encok gimana? Nanti yang beresin rumah siapa? Yang masak, yang ngurusin semuanya siapa?" nada bicara ibunya sedikit meninggi setelah Surya berbicara dan tidak ada jawaban setelahnya yang keluar dari mulut Surya


Ia kemudian mengekor di belakang ibunya, terserahlah mau dibawa kemana..


"Tapi jangan lama lama ya?"


"Mau rendang ayam gak, kak?" tanya ibu nya tanpa menoleh


"Berarti kita harus belanja ayam yang pasti kan? Terus bawang bawangan udah habis, cabe juga.. pake sambel ijo enak ya kak, terus nasi liwet pasti cocok tu"


Eebusetttt, berapa lama lagi wkwkwk...


"Buuu,?"


"Dilarang protes, tadi mau kan?"

__ADS_1


Setelah mendapat semua yang di butuhkan, sang ibu masih merasa ada yang kurang..


"Kak, beliin detergen sama sabun mandi ya.. Belinya di toko depan aja, disini kalau begituan mahal"


"Yaudah, ibu tunggu disini ya? Atau tunggu deket mobil, jangan jauh jauh kalau ilang nyarinya susah" jawab Surya dengan menampilkan deretan gigi putihnya


"Detergen nya yang mana aja boleh kan?"


"Cari yang wanginya enakk, kak"


"Yakan dibungkus bu, mana bisa di cium aelah" 😩


"Yaudah di kira kira aja"


Surya kemudian menyebrang jalan dan menuju ke toko yang ibunya mau, dan langsung mengambil barang barang yang ia butuhkan.


Setelah selesai dan melewati salah satu rak cokelat, ia teringat pada adik kecilnya.


"Aina suka yang mana ya?"


Kemudian Surya langsung saja memilih salah satu merek cokelat yang bernama abu abu ratu itu. Hehehe sil***que** gaessss


Saat akan membayar, pandangannya terfokus pada seorang kasir yang sedari tadi menundukkan kepalanya. Terlihat jelas, banyak sekali masalah dan beban yang ia pendam sendiri.

__ADS_1


"Terimakasih.. kalau ada masalah jangan di pendam sendiri mbak, kaya kuat aja" Surya langsung pergi meninggalkan toko itu setelah mendapat barang yang ia cari


"Hah? Maksudnya apa?" gumam Arra saat lelaki itu sudah hanya menampakkan punggungnya saja


__ADS_2