Ustadz Tampan Pemikat Hati

Ustadz Tampan Pemikat Hati
Galau


__ADS_3

Happy reading 🌼🌼🌼


...


Salah satu komen bikin author semangat ni buat up πŸ™


Hayo kok like nya menurun ☹️ dukung author terus dong dong biar makin semangat up nya πŸ™


Skuttt...


___


Yang setelahnya Abdar langsung membanting tubuhnya ke kasur empuk itu.


Pikirannya makin tak karuan. Memang belakangan ia sangat sibuk di rumah makan ataupun di pesantren, hingga jarang hampir tidak pernah bertemu Dian.


Tetapi menurutnya, Dian juga tidak mempermasalahkan hal ini karena memang mereka berdua tidak ada ikatan apa apa.


Jangan ditanya apakah Abdar mau mengikat... Ya pasti mau lahhh πŸ˜‚πŸ˜‚


Masalahnya ada di Abi dan Uminya, tetapi kenapa?


Flashback on...


5 bulan lalu...


Abi dan Umi tengah jalan jalan mengitari kota, memutuskan untuk berbelanja ke suatu Mall terdekat disana.


Pasangan yang tak lagi muda ini tidak menghilangkan aura romantis mereka sama sekali.


Mereka kemudian makan di sebuah Food court disana, dan setelah selesai membayar mereka melewati sebuah meja dengan seorang wanita disitu.


Saat melewati meja tersebut, Umi menghentikan langkahnya. Dilihatnya seorang wanita tengah memperhatikan sosial media putranya.

__ADS_1


"Siapa wanita ini?" batin Umi saat itu


Setelah sampai di pintu masuk Food court itu Umi kembali menoleh ke belakang memastikan siapa dia.


"Dia?"


"Bukannya dia yang waktu itu?"


Pikiran Umi mulai mengingat kejadian beberapa tahun lalu, dimana wanita itu kembali ke rumah untuk mengucapkan salam kepada Abdar karena ia sudah memiliki calon dan tengah mengandung dari pria yang masih berstatus calonnya.


"Ayo Mi" kata Abi sedikit menarik tangan Umi dikarenakan hari sudah mulai gelap


"Eh iya Bi"


Sesampainya di mobil, Umi menceritakan apa yang ia lihat kepada Abi.


"Ini gawat Mi, bagaimana jika wanita itu berbuat nekat?" jawab Abi sembari fokus ke jalanan


Umi dan Abi memang dari awal sudah tidak suka dengan wanita itu yang ternyata adalah Arra, dan ternyata memang dia tak sebaik wajahnya.


Oke, dari sini kita semua belajar jangan lihat sesuatu dari luarnya saja ya πŸ‘


Flashback off...


*oke guys ini alasannya Abi dan Umi memperlambat ya....


"Ah udah lah, pusing mikirin itu" kata Abdar seraya mengacak rambutnya


Berulang pertanyaan muncul tak terjawab dipikiran Abdar, mencari titik terang yang tak kunjung muncul.


Akhirnya keputusannya untuk langsung pergi ke alam mimpinya malam itu.


Di tempat lain...

__ADS_1


"Iya Bu, Surya udah makan"


"Iya, ibu juga jaga kesehatan ya"


"Kaakkaakkk" suara anak kecil terdengar di seberang telepon Surya


"Kenapa cil? Kangen kakak ya?"


"Iya, eh kakak tau gak?" ucap Aina memulai obrolan bersama kakaknya


"Gak tau kan belum dikasih tau... Ada apa memang?'


"Ada laki laki yang nemuin mbak Dian tau kalau pulang madrasah"


Deg...


Bagai ditusuk ribuan pisau kali ye πŸ˜‚ canda ah


"Oh iya? Siapa? Kamu tau orangnya?" jawab Surya tersenyum miring


"Gak tau, cuma kalau aku perhatiin mereka tu sering ngobrol ngobrol kaya udah kenal banget gitu"


*Hadeuh bocil pada cepu ya bun πŸ˜‚πŸ˜‚


Kemudian setelah mengakhiri teleponnya, Surya nampak memijit pelipisnya berpikir bagaimana bisa sedangkan ia sudah menyuruh Aina untuk mengatakan demikian...


Assalamualaikum....


Dukung karya pertama author ya, mohon maaf jika masih ada salah penulisan atau lainnya nanti akan author revisi πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya, tap favorit biar kalian tau kalau author sudah up.


Jangan lupa like, komen, dan vote juga ya...😊

__ADS_1


__ADS_2