Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# ingin kuliah #


__ADS_3

ramon langsung masuk tergesa-gesa ke kamarnya birahi nya menggebu-gebu.


sedangkan sisil menjadi bingung, ''kenapa ia mengikuti ku, bagaimana ini,'' kata sisil dalam hatinya.


''alasan apa ya yang tepat? mikir sisil, mikir.....! pikir sisil lagi.


sedangkan ramon sudah sampai di hadapannya, sambil berkata ''beraninya yah kau bocah sudah menggoda aku kau pergi begitu saja, kau harus tanggung jawab kepala ku sakit sekarang,'' yang di maksud ramon adalah kepala bawahnya, ia tersenyum nakal kepada sisil dan menarik kembali sisil dalam pelukannya.


sisil tambah ngeri melihat ramon dengan tatapan ramon yang nakal itu, ia mencoba melepaskan diri dari pelukan ramon, sambil berpikir, akhirnya ia mendapat ide, ''tuan mau ngapain? lepaskan aku.'' kata sisil lagi.


tapi ramon tak menghiraukan sisil, ia malah mempererat pelukannya, ''aku menginginkan kamu sekarang,'' kata ramon sambil merenggangkan sedikit pelukannya dan perlahan menarik kepala sisil agar dekat dengan wajah nya, dan ia mulai ******* bibir sisil yang kenyal itu secara brutal, ia sungguh tak bisa lagi menahan birahinya.


sedangkan sisil yang mendapat ciuman ramon penuh nafsu itu semangkin ketakutan ia mencoba melepaskan diri dan ingin berteriak tapi tak bisa, ramon tak memberi kesempatan sedikitpun untuk ia melakukan itu, untuk bernapas saja ia sedikit susah, ramon membungkam mulut sisil dengan bibirnya secara paksa, sisil hanya bisa pasrah karena tenaga ramon begitu kuat walaupun ia mencoba mendorong tubuh ramon dan memukul dada ramon, tapi hasilnya sia-sia.


setelah puas ******* bibir sisil, dan melihat sisil susah bernapas barulah ramon melepas ciuman nya, seketika itu juga sisil berteriak, ''tuan lepaskan aku.....! aku tadi cuma mau mengatakan sesuatu kepada mu,'' kata sisil sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya, dan ia menangis agar ramon melepaskan pelukannya.


tapi ramon tak juga melepaskan sisil ia malah mempererat pelukannya sambil berkata, ''apa yang ingin kau kata kan sayang?'' dan tangan nya membelai wajah sisil dengan lembut, serta dengan sorot mata yang intens.


''a..aku tadi, cuma mau bilang, aku mau kuliah tuan,'' kata sisil dengan sedikit gagap.


''baik lah, aku akan menguliahkan kamu,'' kata ramon dengan senyuman licik nya, dan ia masih memeluk sisil.


''benarkah? tuan akan menguliahkan aku!'' tanya sisil dengan perasaan bahagia, ia tak menyangka jika ide nya benar-benar di tanggapi oleh ramon.


''ha.....ha....., ia benar aku akan menguliahkan kamu,'' ucap ramon lagi, ia mengulangi perkataan nya untuk membuat sisil percaya.


''terimakasih tuan,'' aku akan belajar dengan rajin,'' ucap sisil lagi penuh bahagia, sambil tersenyum kepada ramon.


''tapi tidak gratis,'' ucap ramon lagi, dan mengedipkan sebelah matanya kepada sisil dengan sedikit nakal.

__ADS_1


''maksud tuan aku harus membayar sendiri? jika ingin kuliah?'' tanya sisil lagi penuh curiga.


''tidak perlu, biaya kuliah mu aku yang tanggung semuanya, asal kan kau mau melayani aku sekarang di ranjang,'' jawab ramon dengan lantang dan mengendong sisil ke ranjang.


sisil yang mendengar itu semua, ia jadi sedih, bercampur kesal, ia berontak sambil berkata ''aku tidak mau tuan, kalau begitu lebih baik aku tidak usah kuliah, sekarang lepaskan aku.''


''terlambat,'' kata ramon lagi ia sudah membaringkan sisil di ranjang dan menindih tubuh sisil penuh nafsu.


sisil yang melihat gelagat tidak baik ia mencoba melawan sekuat tenaga, lagi-lagi ia kalah sama ramon, mana mungkin sisil menang melawan ramon yang tubuhnya besar tinggi, sedangkan sisil tubuhnya yang kecil mungil.


''aku mohon tuan lepaskan aku, kita tidak boleh melakukan hal itu, hanya pasangan yang saling mencintai yang boleh melakukannya, ucap sisil sambil menangis.


''siapa bilang sayang, kita ini suami isteri, sudah sewajarnya kau melayani aku,'' jawab ramon, sambil melepaskan pakaian sisil secara paksa.


sisil tak dapat berkata-kata lagi, ia hanya mampu pasrah tak dapat melawan lagi karena ia sudah letih, apalagi saat ramon menyatukan milik mereka, ia ingin berteriak kesakitan tapi ramon membungkam mulutnya dengan bibirnya, sisil hanya mampu menangis, dan mengumpat ramon dalam hati.


sedangkan sisil, ia menangis sejadi-jadinya, dan memukul ramon, sambil berkata ''tuan jahat, mengapa tuan tega memperkosa diriku, sakit tau.''


ramon hanya pasrah saja di pukul sama sisil, baginya tidak ada sakit-sakitnya, malah ia geli di pukul sama sisil, dan tertawa bahagia sambil berkata kepada sisil


''mangka nya siapa suruh menggoda diriku, aku kan tidak bisa menahan birahi ku, aku ini cowok normal, kalau masalah sakit aku minta maaf.''


setelah mengatakan itu, ramon memakai kembali baju nya dan ramon akhirnya


berbaring di samping sisil, ia kasian juga melihat sisil kesakitan karena ulahnya, ia mendekatkan diri kepada sisil dan ingin memeluk sisil, tapi belum sempat ia memeluk sisil, hemponnya berbunyi tanda ada pesan masuk , ramon membuka hemponnya dan menerima pesan dari seseorang yang ia suruh untuk mencari keberadaan bunga mantan kekasihnya.


isi pesan itu mengatakan bahwa bunga akan kembali ke negara asal dalam bulan ini dan sekarang bunga ada di jerman ia selama ini kuliah, setelah selesai kuliah bunga kerja di sana, dan bunga sekarang status nya belum menikah.


setelah membaca isi pesan itu, ramon jadi bingung, di tambah lagi ia sudah melakukan hubungan intim kepada sisil, ramon akhirnya

__ADS_1


keluar kamar dan ia masuk kembali ke ruangan kerjanya.


sedangkan sisil menutup tubuhnya dan tidur dengan keadaan menangis.


setelah letih memikirkan semuanya ramon tertidur di ruangan kerjanya, sekitar jam lima subuh, ia terbangun dan masuk ke kamarnya, dan ia tak mendapatkan isterinya di sana.


''kemana dia?'' tanya ramon dalam hatinya, hanya bercak darah yang tertinggal di atas ranjang itu.


ramon jadi panik, ia mencari sisil di setiap ruangan kamarnya, hingga ia mendengar ada suara wanita menangis di ruangan tempat ganti pakaian, ia mencoba membuka pintu ruangan itu, dan terlihatlah oleh ramon sisil yang sudah berganti pakaiannya, dan menangis bersender di dinding ruangan itu.


ramon akhirnya masuk keruangan ganti pakaian, ia mencoba mendekati sisil dan ingin memeluk sisil, ia tak tau lagi harus bagaimana untuk membujuk sisil, karena ia bukan lah lelaki yang romantis.


saat ramon hampir dapat memeluk sisil, ia malah di dorong sama sisil dan sisil berlalu pergi dari ruangan itu, dengan berjalan sedikit pincang, ramon yang melihat sisil seperti itu ia ingin membantu nya, tapi sisil menolaknya.


''walau aku sakit seperti ini aku tak mau minta bantuan dia, untuk apa ia mau membantu ku, ini kan semua gara-gara dia, menyebalkan kenapa sakit sekali selangkanganku,'' umpat sisil dalam hatinya sambil masuk kembali ke kamarnya.


''aku kan cuma ingin membantu dia berjalan tadi, aku kan kasihan sama dia, kenapa ia keras kepala sekali sih......!'' pikir ramon dalam hati, ia pun mengikuti sisil masuk kembali kedalam kamarnya.


setelah ramon masuk kedalam kamar ia melihat sisil berbaring di ranjang itu, yang sudah di gantikan seprainya oleh pelayan tadi yang di suruh ramon.


ramon akhirnya masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri karena ia melihat sisil sudah rapi dan wangi.


hampir dua puluh menit akhirnya ramon keluar dari kamar mandi ia memakai handuk sebatas pinggangnya dan berlalu keruangan ganti pakaian, setelah sudah rapi memakai baju kerjanya ia keluar dari ruangan itu, dan sekilas melirik sisil sambil berjalan keluar dari kamar menuju ruangan makan.


setelah sampai di ruangan makan ia langsung, menyiapkan sarapan pagi untuk sisil dan dirinya sendiri, tidak menyuruh pelayan untuk melakukannya, setelah selesai menyiapkan sarapan itu ia langsung membawa kan makanan itu ke kamarnya.


''selamat pagi isteri ku yang cantik, mari kita sarapan, aku suapi kamu ya!'' kata ramon dengan semangat, ia langsung mengambil makanan itu dan menyodorkan satu suapan kepada sisil, tapi sisil membuang muka kepada ramon.


''baiklah kalau kau belum mau sarapan, aku sarapan duluan ya,'' kata ramon lagi, dan ia sarapan sendiri, setelah selesai sarapan ia berpamitan kepada sisil, ''aku pergi kerja dulu ya sayang, ini sarapan untuk mu,'' kata ramon sambil berlalu pergi meninggalkan sisil, dan berangkat ke kantor menaiki mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2