
sisil merasa bahagia karena ia sudah dapat pekerjaan baru lagi dan ia juga bahagia mendengar pernyataan revan waktu di kantor tadi.
tak terasa waktu sudah menunjukkan jam lima sore, sisil lagi asik termenung tiba-tiba saja hemponnya berbunyi, sisil langsung saja melihatnya teryata ada panggilan masuk dari revan.
sisil langsung mengangkat panggilan masuk dari revan.
"hallo? ada apa mas?" tanya sisil.
"sil aku datang ya malam ini ke rumah mu!" kata revan dari hemponnya.
"mau ngapain? tadi kan sudah ketemu!" kata sisil.
"mau pedekate sama sekretaris ku yang cantik, tadi siang aku pengen ngajak kamu jalan, tapi kerjaan ku masih banyak, weekend minggu depan kita jalan lagi ya, tapi berdua saja, jangan ngajak teman lagi!" kata revan lagi lewat hemponnya, revan sengaja weekend hari ini ia di kantor karena sisil mau melamar kerja di perusahaan nya, jika tidak ia tidak akan ke kantor biasanya.
"baiklah!" jawab sisil sambil tersenyum sendiri.
"dah..... sampai ketemu malam nanti!" kata revan lagi sambil mematikan hemponnya.
sedangkan ramon yang di rumahnya, ia lagi bersiap mau ke rumah sisil, ia berdandan sedikit lama, karena ia mau terlihat lebih keren di mata sisil malam ini, gaya rambutnya sudah di rubah nya.
"wah...aku seorang duda keren nih!" kata ramon dalam hatinya sambil senyum-senyum sendiri di depan cermin.
setelah merasa dirinya sudah rapi ramon bergegas ke rumah sisil.
sesampai ia di sana, ia langsung saja masuk ke rumah sisil, soalnya pintu rumah sisil terbuka dan ia sudah mengucapkan salam tapi tak ada yang menjawab.
"di mana orang nya nih, kenapa sepi sekali!" kata ramon dalam hati sambil melangkah masuk ke rumah sisil.
sedangkan sisil yang dari tadi lagi memasak di dapur, karena orang yang biasa menyiapkan makanan buat dirinya dan ayahnya lagi sakit, keluarga sisil memang membayar seseorang untuk dijadikan tukang masak dan bersih-bersih rumahnya, saat pagi dan sore, orang itu tidak menginap di rumah sisil.
ramon sudah duduk di ruangan tamu, tapi belum juga ia melihat ada orang di rumah ini, hingga akhirnya ia melangkah ke belakang, barulah ia tahu bahwa sisil lagi memasak.
ramon sedikit terkejut melihat gaya sisil lagi memasak karena sisil saat memasak memakai baju sedikit seksi, ia memakai baju kaos pendek dan ketat dengan setelan di bawahnya rok jeans yang pendek, sehingga kaki mulusnya yang putih bersih terlihat oleh ramon.
__ADS_1
"aduh..... kenapa ia memakai pakaian seperti itu, kalau aku khilaf gimana nih?" tanya ramon dalam hatinya sambil ia masih memandang sisil dari belakang.
"hem....hem!" akhirnya ramon memberi kode ke sisil dengan berdehem.
sisil yang lagi fokus memasak jadi terkejut, melihat ramon sudah berdiri di belakang nya dan menatap dirinya dengan tak berkedip.
"kakak........!"teriak sisil ia jadi terkejut melihat kehadiran ramon tiba-tiba ada di belakang nya.
namun ramon hanya tersenyum.
"mengapa langsung masuk ke sini ?" tanya sisil.
"aku dari tadi nunggu di luar gak ada orang, jadi terpaksa aku masuk disini, kau masak apa harum sekali?" tanya ramon.
"oh.........papa lagi ketempat temannya, sedangkan aku tak mendengar tadi kakak mengucapkan salam, aku cuma masak ayam kecap dan tumis kangkung saja untuk lauk makan malam ini!" kata sisil lagi.
"boleh dong makan malam disini, nampaknya enak tu masakan!" kata ramon lagi sambil duduk di kursi makan.
"gak boleh, masakan di rumah kakak pasti lebih enak dari pada di rumah ini, pasti lebih istimewa!" kata sisil lagi.
"aku gak mau nemenin kakak makan soalnya bentar lagi aku ada tamu spesial, lagian kakak kan bisa minta di temani makan sama mantan pacar kakak yang bernama bunga itu!" jawab sisil lagi sedikit cemberut, karena ia masih cemburu melihat bunga pagi tadi cium pipi ramon.
"emang siapa tamu spesial nya? gak enak kalau di temani dia, enaknya di temani kamu makan nya!" ucap ramon sambil alis nya naik turun.
"tamu ku adalah......!" belum sempat sisil mengatakannya terdengar ada suara orang memanggil namanya.
"assalamualaikum sisil......!"suara dari luar rumah sisil.
"waalaikumsalam....!" jawab sisil dari belakang dapur sambil melangkah keluar, ia tinggalkan saja ramon sendiri di dapurnya.
"eh.....mas revan silakan masuk!" kata sisil lagi setelah melihat revan berdiri di ambang pintu.
revan akhirnya masuk ke rumah sisil, mereka duduk di ruangan tamu dan mengobrol.
__ADS_1
sementara ramon mengintip dari tembok yang ada di dekat ruangan tamu tersebut.
"teryata lelaki itu tamu spesial nya, aku tak akan membiarkan mereka mengobrol mesra-mesraan lihat saja apa yang aku lakukan nanti!" kata ramon dalam hati, sambil berpikir bagaimana caranya ia membuat sisil dan revan tak bisa mengobrol, dan bermesraan.
sisil akhirnya ke belakang untuk membuat minuman untuk revan setelah menyambut kehadiran revan dan ramon bersembunyi di tirai jendela yang ada di dekat dapur sisil, saat sisil pergi ke dapur nya.
"kemana pergi nya kakak tadi?" pikir sisil.
"nanti sajalah mencarinya lebih baik aku buatkan minuman untuk mas revan!" kata sisil lagi.
saat sisil membuat minuman untuk revan, ramon masuk ke dalam kamar sisil, ia mengambil handphone sisil dan ia letak kan handphone itu di dekat lemari yang ada di dapur dengan cara sembunyi-sembunyi.
"dering.....dering.....dering!" bunyi handphone sisil dan sisil mendengar itu, ia langsung melihat hemponnya, ia tinggalkan saja minuman untuk revan tadi di meja makan dan saat sisil meninggal kan minuman buat revan, ramon langsung mencampurkan minuman itu dengan cabe setan yang ada di dapur sisil sambil tersenyum, dan sisil tak melihatnya.
"siapa yang mengerjai ku, diangkat tapi tak ada suara, di matikan nelpon lagi dia!" kata sisil, sambil menonaktifkan hemponnya, ia kembali ke meja makan tempat ia meletakkan minuman untuk revan tadi.
sisil tak tau yang menghubungi nya itu adalah asisten luki suruhan ramon agar sisil lengah dengan minuman yang akan ia berikan pada revan.
setelah merasa minuman untuk revan selesai ia buat, sisil langsung saja membawakan nya di ruangan tamu untuk ia berikan pada revan.
"nih mas minuman nya, silakan di minum!" kata sisil pada revan sambil meletakkan di meja yang ada di ruangan tamu tersebut.
revan langsung saja meminumnya, setelah air minuman itu masuk ke mulutnya, tenggorokan revan terasa terbakar, karena ramon mencampurkan minuman itu dengan cabe setan yang banyak.
"huh......huh....hah.....hah.....pedas....pedas!" kata revan saat ia meneguk air minuman yang di buat sisil.
sisil jadi terkejut kenapa revan mengatakan pedas, padahal ia tidak meletakkan cabe, pikir sisil, dan ia berlari lagi ke dapur untuk mengambil air dingin untuk revan.
setelah ia dapat air dingin untuk revan, sisil langsung berlari mengantarnya ke revan dan revan langsung meminumnya.
walaupun sudah minum air dingin yang di bawa sisil tadi, tapi tenggorokan nya belum juga normal seperti biasa nya, ia masih kepedasan hingga akhirnya ia pamitan pulang.
sedangkan ramon yang mengintip adegan itu hanya bisa tertawa tertahan karena ia takut kena marah sisil.
__ADS_1
sisil hanya bisa melongo melihat kepergian revan gara-gara minuman yang ia berikan, tapi setelah lima menit sisil akhirnya ingat bahwa di rumah ini ada satu orang lagi, dan ia yakin yang memberikan cabe pada minuman revan tadi adalah ramon.
"kakak.......ramon......!" teriak sisil