
keesokan paginya sisil mengatakan kepada ramon bahwa ia mau kuliah lagi, dan ramon mengijinkan nya.
saat sisil pergi kuliah di perjalanan ia langsung di cegat oleh seseorang, dan orang itu tidak lain adalah revan.
"sisil.......kau kemana saja selama ini, mengapa kau menghilang dariku?" tanya revan langsung saat ia berhasil menyetop mobil sisil dan sisil keluar dari mobilnya.
"maafkan aku mas.......aku sudah kembali menjadi istri ramon lagi, sebaiknya hubungan kita cukup sampai disini, dan lebih baik mas lupakan aku!" jawab sisil saat revan mengajak ia untuk mengobrol di tepi jalan.
sementara sopir ramon, memberi tahukan kepada ramon bahwa mereka di hadang seseorang, sehingga membuat ramon merasa panik.
ramon akhirnya segera mengikuti ke lokasi tempat sisil dihadang tersebut.
sesampai di sana ia melihat revan lagi mengobrol dengan sisil, yang membuat ia jadi marah, ia sangat kesal teryata yang menghadang mobil sisil adalah revan.
sedangkan sisil yang mengobrol dengan revan sedikit berdebat.
"tidak sisil, kau sudah menerima cintaku waktu itu, dan kau sekarang seenaknya saja menyuruh aku untuk melupakan segalanya, ini tidak adil buat aku sisil!" kata revan sedikit tegas.
"ya aku minta maaf mas......aku akui waktu itu aku menerima cintamu tetapi dalam hatiku masih ada sedikit cinta untuk kak ramon, aku mengaku salah, kau hanya ku jadikan tempat pelarian ku saja!" jawab sisil dengan rasa menyesal.
"tapi kau harus tetap menjadi pacarku sekarang, aku tidak mau tau!" kata revan lagi yang memaksa.
ramon yang mendengar pembicaraan mereka, ia langsung keluar dari tempat persembunyian nya.
"apa kata mu.....bajingan tengik!!"
"kau memaksa isteri ku, untuk menjadi pacarmu selama nya!!" bentak ramon sambil langsung menghajar revan dengan membabi-buta.
"kak......stop!!"
"sudah....kak, ini emang salah aku!" teriak sisil.
sedangkan revan ia jadi babak belur di buat ramon, tapi ia masih berusaha melawan dan berkata.
"kau.....yang mengambil pacarku, brengsek!!" maki revan sambil melawan serangan ramon.
ramon semangkin emosi mendengar perkataan revan.
__ADS_1
"aku tak peduli ia pacarmu atau bukan yang pasti ia sekarang isteri ku!" bentak ramon sambil melayang kan lagi tinju mautnya pada revan.
"buuk...buuk...!" tinju ramon pada perut revan, sehingga revan mulai berjalan mundur dengan mulutnya sudah mengeluarkan dara dan ia berusaha kabur dari hadapan sisil dan ramon.
"hey...... brengsek jangan kabur!!!
"sudahlah kak, aku capek melihat kalian berantem!" bujuk sisil sambil menarik lengan ramon menuju ke mobil.
saat di dalam mobil ramon berkata.
"kau kenapa tak menelpon ku tadi? untung aku datang, jika tidak mungkin kau di bawa nya tadi!" marah ramon.
"aku hanya gak ingin, kalian beribut, tapi akhirnya kalian berantem juga!" sesal sisil.
"masa aku diam saja, dia memaksa mu, untuk tetap jadi pacarnya!" sewot ramon lagi.
"tapi tidak harus berantem juga!" jawab sisil lagi.
"aku ini lelaki, mana mungkin tidak memukul jika melihat istrinya akan di paksa seperti itu pada lelaki lain!" kata ramon lagi.
"ya...ya,ya!"kata sisil, percuma dia berdebat dengan suaminya itu, pasti tidak mau mengalah, pikir sisil.
ramon akhirnya mengajak sisil ke kantornya, sesampai di sana mereka langsung masuk ke ruangan ramon.
"sayang.......ada sesuatu yang akan aku katakan pada mu!" ucap ramon setelah mereka masuk ke ruangan nya.
"apa itu?" tanya sisil sambil duduk di sofa sebelah ramon.
"besok tante monic akan datang ke sini, ia mau liburan bersama anaknya!" kata ramon lagi.
"Tante monic itu siapa nya kakak?" tanya sisil langsung.
"ia adalah orang yang berjasa dalam hidupku, yang sudah ku anggap keluarga ku!" jelas ramon lagi.
"kenapa kakak gak pernah cerita selama ini?" tanya sisil lagi.
"itu di karena kan, orang nya jauh, jadi aku pikir untuk apa di cerita kan!" jawab ramon lagi.
__ADS_1
sisil hanya mengangguk-angguk kan kepalanya saja menanggapi perkataan ramon.
"kamu tidak keberatan kan, jika ia menginap di rumah kita, atau jika kamu gak suka biar Tante monic aku suruh nginap di hotel ku saja!" tanya ramon kepada sisil.
"biar ia nginap di rumah saja, jangan di suruh di hotel, ia kan keluarga kakak, jika ia keluarga kakak berarti ia keluarga ku juga!" jawab sisil.
"terimakasih ya sayang, kau mau menerima Tante monic di rumah kita, aku akan memperkenalkan ia pada mu, ia orang nya baik, pasti kau cepat akrab dengan nya!" ucap ramon lagi.
"mudah-mudahan Tante monic juga mau menerima aku dengan baik!" gumam sisil dalam hatinya, entah mengapa ia merasa takut jika tante Monic itu tidak bisa menerima dia sebagai keluarga.
sedangkan revan yang kabur dari ramon tadi, ia langsung ke toko kakak nya, sesampai di sana ia langsung menceritakan apa yang terjadi pada nya.
salwa sangat terkejut dan juga merasa emosi, ia tidak menyangka jika sisil itu adalah mantan istri ramon.
Revan masih tidak mau mengalah ia akan membuat perhitungan kepada ramon dan sisil, ia merasa sakit hati karena sisil meninggalkan dirinya begitu saja.
Revan akhirnya di rawat dengan kakak nya, mukanya yang bonyok di pukul oleh ramon tadi di kompres oleh salwa, setelah sakit nya berkurang revan akhirnya pulang bersama salwa.
tak terasa hari mulai sore sisil dan ramon lagi asyik jalan-jalan ke ke pantai tempat yang biasa mereka kunjungi.
"sayang.........kita berenang yuk!" ajak ramon kepada sisil.
"gak ah.....aku lagi males!" jawab sisil.
"kenapa? Apa kamu sakit?"tanya ramon dengan sedikit kuatir.
"gak....cuma sedikit pusing saja!" jawab sisil, ia memang merasa pusing dan merasa lemas.
Ramon mendekati isterinya, ia melihat wajah sisil muai pucat, ia pun segera mengajak sisil pulang.
"ya sudah, kalau gitu kita pulang saja, kau sedikit pucat aku lihat!" ajak ramon lagi.
"baiklah!" jawab sisil lemah.
Ramon merangkul sisil ia kuatir dengan keadaan sisil, mereka akhirnya keluar dari lokasi pantai menuju ke parkiran mobilnya, baru saja ramon mau membukakan pintu untuk istri nya itu, sisil jatuh pingsan di pelukan ramon.
Dengan tangan sebelah ramon sekuat tenaga menahan tubuh sisil dan tangan satunya lagi membukakan pintu mobilnya, kebetulan hari itu ia tidak membawa sopirnya hingga ia jadi kerepotan sendiri dan juga panik melihat istrinya tiba-tiba pingsan.
__ADS_1
Dengan cekatan ramon memasukkan sisil kedalam mobil dan langsung melarikan sisil ke rumah sakit.